Selasa, 28 April 2026

Pilpres 2024

Mahfud MD: Gibran Ingin Permalukan Saya dengan Gestur Celingak-celinguk, Tapi Dia Malu Sendiri

Mahfud MD menilai Gibran ingin permalukan dirinya saat debat cawapres tapi Mahfud bisa mempermalukan balik, karena pertanyaan Gibran tak berisi

Kompas TV
Saat diserang Gibran, Mahfud MD secara terang-terangan menilai pertanyaan yang diajukan oleh Gibran adalah pertanyaan recehan dalam debat cawapres yang digelar KPU di JCC, Senayan, Minggu (21/1/2024). Mahfud MD menilai, cawapres nomor urut 2 Gibran Rakabuming Raka sudah berniat untuk mempermalukan dirinya dengan menunjukkan gestur celingak-celinguk kepadanya saat debat cawapres pada Minggu (21/1/2024) lalu. Tapi justru Gibran yang malu sendiri. 

WARTAKOTALIVE.COM -- Calon wakil presiden (cawapres) nomor urut 3 Mahfud MD menilai, cawapres nomor urut 2 Gibran Rakabuming Raka sudah berniat untuk mempermalukan dirinya dengan menunjukkan gestur celingak-celinguk kepadanya saat debat cawapres pada Minggu (21/1/2024) lalu.

Menurut Mahfud, "pelatih" Gibran menyuruhnya melakukan hal itu karena berasumsi bahwa Mahfud bisa dikerjai.

"Jadi Mas Gibran tuh, Mas Gibran itu dilatih agar gini-gini (celingak-celinguk) biar mempermalukan saya," kata Mahfud dalam acara Tabrak Prof! Semarang, Selasa (23/1/2024), dikutip dari Kompas.com.

"Maunya mempermalukan kan, saya permalukan balik," ujar Mahfud.

Mahfud berpandangan, pertanyaan terkait "greenflation" yang diajukan Gibran kepadanya sesungguhnya tidak berisi.

Sehingga ia menyebut sebagai pertanyaan receh.

Baca juga: Gestur Celingukan Saat Debat Cawapres Dapat Cibiran, Gibran: Terima Kasih Masukannya

Ia mengingatkan, sebuah pertanyaan semestinya disampaikan dengan memaparkan latar belakang peristiwa diikuti dengan menanyakan pendapat lawan bicara atas peristiwa itu.

"Ini belum ada peristiwanya, langsung tanya, 'Apa menurut bapak tentang ini', itu kan secara akademis untuk anak SD kelas 3, secara akademis itu mentah," kata Mahfud.

Oleh sebab itu, pada debat lalu, Mahfud menolak menjawab pertanyaan Gibran karena menurutnya tak layak untuk dijawab dalam forum terhormat.

Gibran sempat membuat gestur celingukan saat sesi tanya jawab debat keempat Pemilu Presiden (Pilpres) 2024, Minggu (21/1/2024) malam.

Momen itu terjadi ketika ia melontarkan pertanyaan ke Mahfud. Mulanya, Gibran bertanya ke Mahfud mengenai cara mengatasi greenflation.

“Bagaimana cara mengatasi greenflation? Terima kasih,” kata Gibran.

Mendengar pertanyaan Gibran, moderator menyela.

Moderator mengatakan bahwa sebagaimana aturan debat, penggunaan istilah atau terminologi asing harus dijelaskan. 

Merespons moderator, Gibran justru menyinggung Mahfud yang merupakan seorang profesor.

Baca juga: Akun Medsos Kemenhan Promosikan Prabowo-Gibran, Ganjar Singgung Konflik Kepentingan Menteri

"Tunggu, ini tadi tidak saya jelaskan karena kan beliau (Mahfud MD) kan seorang profesor,” kata Gibran sambil tersenyum.

Mendengar ucapan Gibran, Mahfud menggeleng-gelengkan kepala.

“Greenflation adalah inflasi hijau, sesimpel itu,” kata Gibran.

Mahfud menjawab pertanyaan Gibran terkait cara mengatasi greenflation atau inflasi hijau.

Menurut dia, greenflation sama halnya seperti ekonomi hijau atau ekonomi sirkuler.

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan itu mengatakan, ekonomi sirkuler merupakan proses pemanfaatan produk lama melalui pengolahan kembali recycle sehingga menjadi barang baru.

Mendengar jawaban Mahfud, Gibran membuat gerakan seolah-olah ia sedang mencari sesuatu.

Sambil menempelkan tangan kanan di atas matanya, Gibran menundukkan badan sambil bercelingak-celinguk.

“Saya lagi nyari jawabannya Prof Mahfud, saya nyari-nyari di mana ini jawabannya, kok nggak ketemu jawabannya,” kata Gibran.

“Saya tanya masalah inflasi hijau kok malah menjelaskan ekonomi hijau,” ucap dia.

Baca juga: Kunjungi Sritex, Gibran Ingin Selesaikan Tumpang Tindih Aturan Supaya Industri Bertumbuh

Gibran lantas menyebut bahwa salah satu contoh greenflation atau inflasi hijau adalah peristiwa demo rompi kuning di Prancis.

Ia menyebut bahwa peristiwa itu sangat berbahaya karena sudah memakan korban.

Menurut Gibran, hal ini yang harus diantisipasi agar jangan sampai terjadi di Indonesia.

“Intinya transisi menuju energi itu harus super hati-hati, jangan sampai malah membebankan RND yang mahal, proses transisi yang mahal ini kepada masyarakat, pada rakyat kecil,” kata Gibran.

“Itu maksud saya inflasi hijau, Prof Mahfud,” lanjut putra sulung Presiden Joko Widodo itu.

Moderator lalu memberi kesempatan kepada Mahfud untuk menanggapi, tapi Mahfud tak mau berkomentar karena menurutnya jawaban Gibran tidak tepat dan melebar sehingga tidak layak untuk ditanggapi.

“Saya juga mencari tuh, jawabannya ngawur juga tuh. Ngarang-ngarang ndak karuan, mengaitkan dengan sesuatu yang tidak ada. Kalau akademis itu tanya-tanya kayak gitu recehan,” ujar Mahfud.

“Oleh sebab itu, itu tidak layak dijawab menurut saya. Oleh sebab itu, saya kembalikan ke moderator. Ini enggak layak dijawab pertanyaan kayak gini,” kata Mahfud.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Soal Gestur Celingak-celinguk Gibran, Mahfud: Maunya Mempermalukan, Saya Permalukan Balik"

Baca berita WartaKotalive.com lainnya di Google NEWS

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved