Pilpres 2024

Debat Ketiga Pilpres 2024, Jubir Timnas AMIN Soroti Sesi Akhir: Format Debat Sesungguhnya

Jubir Timnas AMIN, Eva Kusuma Sundari menyoroti sesi akhir debat ketiga Pilpres 2024 di Istora Senayan, Jakarta.

Editor: PanjiBaskhara
Istimewa
Jubir Timnas AMIN, Eva Kusuma Sundari menyoroti sesi akhir debat ketiga Pilpres 2024 di Istora Senayan, Jakarta. Foto: Juru Bicara (Jubir) Tim Nasional Pemenangan (Timnas) Capres-Cawapres nomor urut 1, Anies Rasyid Baswedan Abdul Muhaimin Iskandar alias Cak Imin atau Gus Imin, Eva Kusuma Sundari. 

WARTAKOTALIVE.COM - Juru Bicara (Jubir) Tim Nasional Pemenangan (Timnas) Capres-Cawapres nomor urut 1, Anies Rasyid Baswedan Abdul Muhaimin Iskandar alias Cak Imin atau Gus Imin (AMIN), Eva Kusuma Sundari, beri pendapat soal debat ketiga Pilpres 2024.

Diketahui, debat Pilpres 2024 tersebut diselenggarakan Komisi Pemilihan Umum (KPU) di Istora Senayan, Jakarta, Minggu (7/1/2024).

Secara keseluruhan, jelasnya Eva Kusuma Sundari, memiliki substansi alias 'berdaging' (Berbobot) semua.

Eva Kusuma Sundari mengatakan, mampu menggenerate diskusi substantif di antara ketiga calon maupun pada audiens penonton.

Baca juga: Pengamat Desak KPU untuk Tidak Membiarkan Pelanggaran dalam Debat Capres Terus Terjadi: Mau Jadi Apa

Terbukti, kata Eva Kusuma Sundari, di media sosial ramai merespons isu yang dilempar ketiga capres.

"Apalagi di sesi terakhir yang betul-betul mengambil format debat sesungguhnya. Tujuan debat untuk beradu gagasan tercapai dan tidak terganggu gimmick,” ujar Eva Kusuma Sundari, Senin (8/1/2024).

Yang menarik, kata Eva, kedua paslon melempar gagasan disertai argumen berbasis data dan fakta.

"Capres nomor 1 dan 3 bahkan menyebut angka-angka, sehingga kualitas debat menjadi kuat meskipun ada koreksi angka dari Capres Anies Baswesan,"

"Tetapi ternyata angkanya lebih besar dan semakin memperkuat argumennya. Penyebutan angka ini direspons oleh publik dan media berupa upaya check and recheck" papar dia.

Eva menilai sejak pembukaan debat, Anies sudah membuka mata audiens bahwa perspektif soal sekuriti dan pertahanan adalah komprehensif mulai dari rumah tangga (individu) hingga ke bangsa.

"Capres Anies mengajak untuk tidak terjebak di konsep tradisional (state security) tetapi juga human atau social security."

"Ini relevan dengan tantangan Indonesia saat ini atas fenomena TPPO, pinjol, judi online, narkoba dampak dari lemahnya cyber security kita" paparnya.

Eva mengungkapkan, Capres Anies juga mengajak memikirkan frontline atau garis depan pelaksana pertahanan.

Yaitu kesejahteraan prajurit yang situasinya masih memprihatinkan sementara pemimpin disibukkan pembelian alutsista bekas yang mahal yang risikonya juga pada para prajurit.

“Performa Capres Anies prima, karena dari berbagai aspek memuaskan. Mulai dari substansi, pemilihan diksi, kejelasan (clarity), logis, kontrol emosi hingga ketepatan waktu."

Halaman
1234
Sumber: Warta Kota
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved