Kamis, 4 Juni 2026

Opini

Tema Debat Cawapres Terkait APBD dan Perkotaan Dianggap Menguntungkan Gibran 

Debat cawapres nanti tentu tidak kalah penting dengan debat capres sesi pertama yang sudah berlangsung kemarin.

Tayang:
Editor: Ahmad Sabran
HO
Tiga Cawapres 2024 

Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah menentukan debat kedua atau debat khusus cawapres 2024 yang akan dilaksanakan pada Jumat, 22 Desember 2023. Debat ini nantinya akan mempertemukan cawapres nomor urut 1, yaitu Muhaimin Iskandar, cawapres nomor urut 2, yaitu Gibran Rakabuming Raka dan cawapres nomor urut 3, yaitu Mahfud MD.

Adapun tema debat cawapres 2024 yang akan berlangsung jumat nanti, yaitu Ekonomi Kerakyatan, Ekonomi Digital, Keuangan, Investasi Pajak, Perdagangan, Pengelolaan APBN/APBD, Infrastruktur, dan Perkotaan.

Debat cawapres nanti tentu tidak kalah penting dengan debat capres sesi pertama yang sudah berlangsung kemarin.

Publik tentu menunggu ide dan gagasan dari masing-masing cawapres yang akan berlaga dalam kontestasi di pilpres 2024.

Baca juga: Baliho Ganjar-Mahfud Dicopoti di Banten, Todung Mulya Lubis: Please KPU dan Bawaslu Jaga Netralitas

Seperti yang kita ketahui bersama, Mahfud MD tokoh aktivis pergerakan masa muda, serta juga punya pengalaman di lembaga eksekutif, legislatif dan yudikatif. Ini tentu akan menjadi modal dasar yang kuat dalam mengikuti debat cawapres nanti. Terlebih di beberapa kesempatan dia mengatakan kesiapannya dalam menghadapi debat antar cawapres. 

Sedangkan Cak Imin kita tahu juga lahir dari aktivis pergerakan waktu muda dan punya pengalaman eksekutif,legislatif, dan menjabat sebagai ketua umum partai. Dia mempunyai kepiawaian dalam komunikasi politik dan tutur kata yang mengejutkan dengan diselipi candaan yang jenaka dan sering kali mengecoh lawan-lawannya di panggung.

Baca juga: Komentar Ganjar Pranowo Soal Ndasmu Etik yang Dilontarkan Prabowo Subianto

Kemudian Gibran berbekal pengalaman dua tahun menjadi walikota solo, apakah dia akan bisa menjawab ekspektasi publik nanti? publik tentu menunggu. Ini bukan tanpa alasan karena dalam beberapa kesempatan forum jarang sekali terlihat Gibran serius mengutarakan ide dan gagasannya, serta beberapa kali mendapat undangan untuk debat publik juga tidak dihadirinya. 

Lebih lagi saat ketika diwawancarai oleh wartawan terlihat lebih dulu melakukan “self blocking” dengan jawaban seperlunya saja. Misalnya “rakyat yang menilai” hal itu terkesan memberikan jawaban yang normatif. 

Debat nanti merupakan kesempatan buat Gibran untuk tampil di publik dan menjelaskan gagasannya sebagai cawapres. Tentu publik berhak untuk tahu “right to know” apa ide-ide besar dari Gibran yang akan diperlihatkan kepada publik dalam debat nanti. 

Ditambah, KPU memutuskan dua poin tema debat nanti, yaitu APBD dan Perkotaan yang menguntungkan Gibran karena tidak ada pada debat cawapres 2019 lalu.

 

Erik Ardiyanto

Pengajar Komunikasi Politik Universitas Paramadina  

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved