Kamis, 9 April 2026

Pemilu 2024

Takut Nggak Dibayar, Onta Selektif Terima Orderan Kaos Kampanye dari Caleg

Jika tidak menyanggupi untuk membayar uang muka 85 persen, maka Onta tidak mau mengerjakan orderan tersebut.

Penulis: Miftahul Munir | Editor: Feryanto Hadi
Warta Kota/Miftahul Munir
Onta Oblong tempat Sablon kaos di Jalan Purimas Kelapa Dua Wetan, Jakarta Timur, Selasa (21/11/2023). 

Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Miftahul Munir


WARTAKOTALIVE.COM, GAMBIR - Jelang Pemilu 2024, sejumlah pengusaha sablon kaos dan konveksi selalu dibanjiri orderan dari Partai Politik, Caleg maupun para pendukung Capres-Cawapres.

Namun berbeda dengan tempat sablon Onta Oblong di Jalan Purimas II, Kelapa Dua Wetan, Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur baru menerima orderan satu kali.

Orderan kaos sebanyak 3.000 sampai 3.500 itu dari salah satu Calon Legislatif DPR RI Masinton Pasaribu.

Pemilik sablon bernama Onta mengaku, orderan dari Masinton diterima secara bertahap.

"Pertama order sekira 1.000 terus nambaj terus sampai terakhir kalau tidak salah sudah 3.500 kaos," ujar Onta kepada Warta Kota, Selasa (21/11/2023).

Baca juga: Direktur Nusakom Bongkar Dugaan Keterlibatan Istana Mobilisasi Aparat Desa Dukung Prabowo-Gibran

Menurut Onta, Masinton Pasaribu pesan kepada dirinya karena rumah pribadinya tepat di belakang kiosnya.

Sehingga, sebelum Masinton berangkat beraktivitas selalu datang untuk memesan orderan kaos jelang kampanye.

Namun, Masinton tidak seperti orderan partai karena ia memesan bahan kaos combed 30 s.

Sebab, politisi PDIP itu ingin masyarakat bisa menggunakan kaos yang dibuatnya tidak hanya sekali pakai saja.

"Kalau bahan biasanya kan hyget, itu bahan enggak bisa dipakai berkali-kali. Beliau mintanya bahan yang bagus," ungkapnya.

Satu kaos combed 30 s ia hargai Rp 50.000 dan ia meminta bayaran atau uang muka sebesar 85 persen.

Ia juga memilah-milah orderan dari berbagai Caleg maupun Parpol ketika sablon kaos.

Jika tidak menyanggupi untuk membayar uang muka 85 persen, maka Onta tidak mau mengerjakan orderan tersebut.

"Iya takutnya kan enggak dibayar sudah jadi malah enggak diambil, banyak dari Bogor ada juga kemarin tapi karena enggak mau bayar 85 persen jadi enggak saya ambil," tegasnya.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved