Pilpres 2024
Ini Profil Tujuh Menteri yang Ingin Mundur, Deddy Sitorus: Jokowi Bisa Tarik Jika Sudah tak Sejalan
Tujuh orang menteri dari PDIP berniat mundur, tak tahan untuk lanjut kerja sama dengan Jokowi.
- Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota Surabaya (2008)
- Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Surabaya (2010)
- Wali Kota Surabaya (2010-2015 ; 2016-2020)
- Presiden United Cities and Local Governments Asia-Pacific (2018-2020)
- Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Pendidikan dan Kebudayaan (2019-sekarang)
- Menteri Sosial RI (2020-sekarang)
3. Basuki Hadimuljono
Basuki Hadimuljono merupakan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Menteri PUPR).
Pria kelahiran Surakarta 1954 ini juga merupakan kader PDIP.
Mengutip Kompas.com, Sekretaris Jenderal DPP PDIP Hasto Kristiyanto mengklaim bahwa Basuki adalah kader PDIP, dan telah memiliki Kartu Tanda Anggota (KTA) PDIP.
Riwayat jabatan Basuki Hadimuljono mengutip pu.go.id:
- Proyek Pengembangan Air Tanah Jawa Tengah (1981-1984)
- Proyek Pengembangan Air Tanah Nusa Tenggara Timur (1985-1993)
- Pimpro Induk Pengelolaan Wilayah Sungai (PWS) Ciliwung Cisadane (2000-2001)
- Direktur Wilayah Tengah, Ditjen Sumber Daya Air (2001-2002)
- Kepala Biro Perencanaan & Kerjasama Luar Negeri, Sekretariat Jenderal (2002-2003)
- Direktur Jenderal Sumber Daya Air (2003-2005)
- Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (2005-2007)
- Inspektur Jenderal (2007-2013)
- Direktur Jenderal Penataan Ruang (2013-2014)
- Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (2014-Sekarang)
4. Bintang Puspayoga
Gusti Ayu Bintang Darmawati atau yang karib disapa Bintang Puspayoga adalah Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Indonesia pada Kabinet Indonesia Maju.
Wanita kelahiran Bali, 24 November 1968 ini adalah istri dari Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga. Ia juga kader PDIP.
Sebelumnya, Bintang Puspayoga mengawali karier dengan mengikuti ajang Puteri Indonesia 1992 mewakili Provinsi Bali.
Dan dalam ajang tersebut dirinya berhasil meraih Juara Harapan 2.
Mengutip Wikipedia, ia juga dikenal sebagai atlet tenis meja.
Ia pernah menjuarai Kejuaraan Tenis Meja PB Perwosi Oktober 2010 di GOR Sumantri Brojonegoro, Jakarta dan diangkat menjadi Ketua Umum Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) Provinsi Bali periode 2010-2014.
Ia juga merintis kejuaraan tenis meja antar PKK banjar se-kota Denpasar pada 2002.
Bintang Puspayoga menempuh pendidikan menengah atasnya di SMA Negeri 3 Denpasar sebelum akhirnya memperoleh gelar sarjana di Universitas Ngurah Rai, Denpasar.
Ia lalu memperoleh gelar S-2 Kajian Budaya di Universitas Udayana, Denpasar.
5. Teten Masduki
Teten Masduki merupakan Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Indonesia sejak 23 Oktober 2019 pada Kabinet Indonesia Maju.
Pria kelahiran 6 Mei 1963 adalah seorang aktivis dan politisi PDIP.
Dirinya baru saja bergabung ke PDIP pada awal 2023 lalu.
Sekjen PDIP Hasto memakaikan jaket PDIP pada Menteri Koperasi dan UMKM Teten Masduki, Minggu (19/2/2023).
Penyematan jaket itu dilakukan saat keduanya menghadiri Apel Siaga di Alun-alun Kabupaten Lebak, Banten.
Sementara pada 2012 Teten pernah mencalonkan diri sebagai Wakil Gubernur mendampingi Rieke Diah Pitaloka dalam Pilgub Jawa Barat 2013.
Hasilnya Rieke–Teten memperoleh peringkat ke 2 dari 5 pasangan calon dengan perolehan suara 5.714.997 suara arau 28,41 persen dari suara sah, mengutip Wikipedia.
Pada 2 September 2015, Teten terpilih menjadi Kepala Staf Kepresidenan.
Dirinya juga pernah menjadi staf peneliti pada Institut Studi dan Informasi Hak Asasi Manusia pada 1978 hingga 1989.
Sementara sebelumnya pernah menjabat sebagai Ketua Dewan Penasihat Ikatan Alumni Universitas Pendidikan Indonesia (IKA UPI) periode 2017-2022.
6. Azwar Anas
Abdullah Azwar Anas telah dilantik Presiden Jokowi sebagai Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Reformasi Briokrasi (PANRB) di Istana Negara, Jakarta, Rabu (07/9/2022), mengutip menpan.go.id.
Dirinya menggantikan Tjahjo Kumolo, MenPan RB sebelumnya yang telah meninggal dunia.
Sejumlah pekerjaan rumah strategis menanti sepak terjang pria yang pernah memimpin Banyuwangi dan aktif sebagai warga Nahdlatul Ulama ini.
Pada 2000 hingga 2003, Azwar menjadi Ketua Umum Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama.
Pada tahun selanjutnya Azwar dipercaya sebagai Ketua PP GP Ansor pada 2004 hingga 2009.
Azwar memulai kiprah politiknya pada Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).
Melalui PKB, Azwar menduduki kursi Anggota DPR RI periode 2004-2009.
Akhirnya dirinya terpilih menjadi Bupati Banyuwangi bersama Yusuf Wisyatmoko.
Dari tangan mereka berdua, Banyuwangi meraih banyak prestasi dan penghargaan dari berbagai pihak.
Banyaknya prestasi itu mengantar Azwar menjabat sebagai Bupati Banyuwangi selama dua periode, yakni pada 2010-2015, dan 2016-2021.
Sementara sebelum menjabat Menpan RB, Azwar pernah menjabat sebagai Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) pada Januari 2022.
7. Pramono Anung
Pramono Anung Wibowo merupakan politikus PDIP yang menjabat sebagai Sekretaris Kabinet Indonesia pada Kabinet Kerja pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla sejak 12 Agustus 2015.
Pria kelahiran 11 Juni 1963 sempat menjadi Wakil Ketua DPR RI mewakili PDI Perjuangan periode 2009-2014.
Berikut riwayat karier Pramono Anung, mengutip Wikipedia:
- Direktur PT Tanito Harum, Jakarta, 1988-1996.
- Direktur PT Vietmindo Energitama, Vietnam, 1988-1996.
- Komisaris PT Yudhistira Haka Perkasa, Jakarta, 1996-1999.
- Komisaris PT Mandira (Mandiri Hana Persada), Jakarta, 1996-1999.
- Komisaris PT Yudhistira Hana Perkasa, Jakarta, 1996-1999.
Pengalaman organisasi
- Ketua Himpunan Mahasiswa Tambang ITB, Bandung, 1985-1986.
- Ketua Forum Komunikasi Himpunan Jurusan Dewan Mahasiswa ITB, 1986-1987.
- Ketua Perhapi, Jakarta, 1998-2000.
- Anggota DPP PDIP, Jakarta, 1998-2000.
- Wakil Sekretaris Jenderal DPP PDIP, Jakarta, 2000-2005.
- Sekretaris Jenderal DPP PDIP, Jakarta, 2005-2010.
Menghadap Megawati

Situasi panas antara Presiden Jokowi dan PDIP tampaknya berbuntut pada pemerintah.
Pasalnya, kini sejumlah menteri dari kabinet PDIP disebut sudah menghadap Ketua Umum Megawati Soekarnoputri ingin mundur dari Kabinet Presien Jokowi.
Hanya saja, hal tersebut tidak disetujui oleh Megawati. Hal ini diungkap politisi PDIP Deddy Sitorus.
Ketika Megawati mendengar hal itu, dia memilih menyinggung tanggung jawab seorang menteri.
"Ketika beberapa menteri datang ke Ibu Mega untuk menyatakan ingin mundur, Ibu bilang bahwa menjadi menteri itu adalah bagaimana tanggung jawab kita kepada bangsa, kepada rakyat," kata Deddy, Sabtu, (11/11/2023), dikutip dari tayangan di kanal YouTube Kompas TV.
"Sepanjang mereka masih dibutuhkan presiden, silakan presiden," imbuhnya.
Deddy menyebut PDIP mempersilakan Jokowi menarik menteri-menteri PDIP apabila menganggap tak lagi dibutuhkan lantaran sudah tidak sejalan dengan keinginannya.
Meski demikian, Deddy berujar pihaknya tidak akan menarik menteri PDIP.
"Tapi kami tidak akan menarik karena mereka menjadi menteri itu adalah penugasan dan itu diperjuangkan, bukan seperti yang lain, yang kemudian datang dan mendapatkan jabatan ya," katanya.
Menurut Deddy, para menteri PDIP yang kini duduk di kabinet Jokowi dulunya ikut berberdarah-darah demi memenangkan Jokowi.
"Tetapi kalau presidennya dengan hak prerogatifnya memandang itu sudah tidak sesuai dengan kepentingannya, silakan ditarik.
Kami tidak akan menolak," kata dia menambahkan.
Bantah Sedih
Ketua DPP PDIP Bidang Ideologi dan Kaderisasi, Djarot Saiful Hidayat menepis asumsi publik jika partainya sakit hati terkait dugaan manuver politik keluarga Presiden Jokowi dalam konteks Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.
Di akar rumput kekecewaan atas manuver keluarga Jokowi memang terjadi.
Djarot menegaskan, kekecewaan di akar rumput itu justru menjadikan mereka makin semangat memenangkan Ganjar Pranowo-Mahfud MD.
Sementara Megawati Soekarnoputri pun mengaku tak sedih dengan apa yang dilakukan keluarga Jokowi.
Djarot pun mengungkap bagaimana respons Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri melihat berbagai dinamika politik yang menyangkut keluarga Jokowi.
"Ibu Megawati itu ketawa-ketawa. Enggak ada masalah," kata Djarot ditanya apakah Megawati sedih melihat dinamika politik terkini mengenai Jokowi.
Hal itu disampaikan Djarot usai mengikuti diskusi bertajuk "Positioning PDIP dalam Pemenangan Pilpres Ganjar-Mahfud" di Jakarta Timur, Senin (30/10/2023).
Kendati demikian, Djarot mengakui bahwa akar rumput PDI-P merasakan kekecewaan begitu besar.
Namun, menurutnya, perasaan seperti itu wajar diungkapkan oleh para akar rumput partai.
Sebab, mereka seperti tingkat anak ranting PDI-P yang berjuang betul memenangkan Jokowi maupun Gibran Rakabuming Raka di setiap kontestasi pemilihan.
Hanya saja, Djarot memandang kekecewaan tingkat ranting PDI-P justru berbuah semangat untuk memenangkan Ganjar Pranowo-Mahfud MD di Pilpres 2024.
"Ini yang positif, jadi senang sekali kita. Ya ada kecewa, ya enggak ngamuk-ngamuk terus kemudian mutung (ngambek), enggak gitu. Ini marah dia, malah lebih semangat untuk memenangkan Pak Ganjar dan Pak Mahfud," ujar mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut.
Baca berita Wartakotalive.com lainnya di Google News
Tim Sinkronisasi Prabowo-Gibran Tegaskan Pemangkasan Makan Bergizi Rp 7.500 Cuma Isu |
![]() |
---|
Gibran Mundur dari Wali Kota Solo, Mardani Ali Sera Sebut Perlu Banyak Menyerap dan Siapkan Diri |
![]() |
---|
Menko PMK Muhadjir Sebut Transisi Pemerintahan Jokowi ke Prabowo Sudah Dibahas Dalam Rapat Kabinet |
![]() |
---|
AHY Dukung Prabowo Tambah Pos Kementerian dan Tak Persoalkan Berapa Jatah Menteri untuk Demokrat |
![]() |
---|
Prabowo-Gibran Ngopi Santai di Hambalang, Gerindra: Sangat Mungkin Bahas Format dan Formasi Kabinet |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.