Kesehatan
Potensi Bahaya Anak Menelan Baterai dan Magnet, Bisa Merusak Jaringan Organ Tubuh
Konsultan Gastrohepatologi Dr.dr.Ariani Dewi Widodo, Sp.A(K) menjelaskan, bahaya anak menelan baterai dan magnet, bisa merusak jaringan organ tubuh.
Penulis: Mochammad Dipa | Editor: Mochamad Dipa Anggara
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Tak dipungkiri, perilaku yang aktif dan rasa penasaran yang tinggi membuat anak, khususnya balita kerap memasukkan benda ke dalam mulutnya, bahkan sampai tertelan.
Anak yang menelan benda asing, seperti kancing, koin, peniti, bahkan hingga baterai bisa sangat berbahaya sebab bisa saja tersangkut di saluran cerna sehingga harus segera dikeluarkan.
Konsultan Gastrohepatologi Dr. dr. Ariani Dewi Widodo, Sp.A(K) dari Unit Kerja Koordinasi Gastrohepatologi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengatakan, meski benda asing yang tertelan di saluran cerna bisa dikeluarkan secara spontan tapi sekitar 10 sampai 20 persen memerlukan pengangkatan dengan endoskopi.
Namun, apabila tidak berhasil dilakukan pengangkatan dengan endoskopi, maka dilakukan dengan bedah.
"Tingkat keberhasilan pengangkatan benda asing yang tertelan dengan cara endoskopi adalah sekitar 88,5 persen sampai 100 persen," ucap dr. Ariani dalam seminar media tentang “Mewaspadai Anak Menelan Benda Asing” yang digelar IDAI secara daring, Kamis (9/11/2023).

Lebih lanjut dikatakan, untuk mendiagnosis anak yang tidak sengaja menelan benda asing bisa dilihat dari beberapa gejala yang dialami, seperti tidak bisa menelan, nyeri saat menelan, nyeri di dada karena benda asing tersebut masuk melalui saluran cerna, terlebih jika benda asing yang tertelan itu tajam atau ukurannya besar, maka benda tersebut akan turun pelan-pelan yang menyebabkan rasa nyeri.
Jika benda asing yang tertelan nyangkut di saluran nafas, akibatnya saat menarik dan membuang nafas maka akan mengganggu aliran nafas sehingga nafasnya berbunyi.
"Kemudian ada sensasi benda asing di dalam tubuh, seperti rasa mengganjal, lalu air liurnya berlebihan. Untuk anak balita yang belum bisa bercerita akan mengalami iritabilitas, sehingga rewel dan nggak enak atau nggak nyaman," ungkap dr. Ariani.
Untuk itu, lanjutnya, jika ada pasien yang tidak sengaja menelan benda asing, maka dokter biasanya akan menanyakan terlebih dahulu riwayat kejadian tertelannya benda asing tersebut secara terperinci, yang mencakup sifat, jumlah, waktu dan penyebab terjadinya kasus, kemudian diikuti pemeriksaan fisik.
"Harus ditanyakan juga riwayat kenapa bisa menelan benda asing? misalnya tertelan jepit rambut, seperti apa bentuk jepit rambutnya, warnanya seperti apa, jumlahnya ada berapa? lalu kapan tertelannya baru dilakukan pemeriksaan," ucap dr. Ariani.
Bahaya anak tidak sengaja menelan baterai
Adapun, benda-benda asing yang tertelan tidak selalu aman, jadi pada saat tertelan, bisa terjadi efek-efek tertentu yang dapat menimbulkan efek berbahaya.
Contohnya adalah jika anak tidak sengaja menelan baterai. Menurut dr. Ariani, jika anak menelan baterai, maka harus segera mendapatkan pertolongan oleh dokter untuk mengeluarkan baterai yang tertelan.
Baterai yang tertelan bisa menyebabkan gangguan pada saluran cerna, yang kemudian membuat jaringannya rusak.
"Kalau terjadi kerusakan maka akan terjadi peningkatan morbilitas atau tingkat kesakitan dan mortalitas atau tingkat kematian dari baterai tersebut," jelasnya.

Konsultan Gastrohepatologi Dr. dr. Ariani Dewi Wid
bahaya menelan benda asing
Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI)
Konsumsi Susu Whey Protein Bantu Pemulihan Otot Selepas Aktivitas |
![]() |
---|
Pertama di Asia, RS EMC Grha Kedoya Rilis Alat PET/CT Seluruh Tubuh dengan Kecepatan Pindai 4 Menit |
![]() |
---|
Rekomendasi Nakes Jadi Faktor Utama Keputusan Pembelian Suplemen di Indonesia |
![]() |
---|
Tes Skrining Otak bisa Dilakukan Lewat Aplikasi, Simak Caranya |
![]() |
---|
Bukan Sekadar Estetika, JEC Soroti Peran Vital Oculoplasty untuk Organ Penglihatan |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.