Pilpres 2024
Keluarga Jokowi Tinggalkan PDIP, Pengamat: Ini Bukan Tentang Ganjar atau Prabowo, tapi Kekuasaan
Keluarga besar Presiden berbondong-bondong tinggalkan PDIP. Pengamat politik menilai ini bukan tentang pilih Ganjar atau Prabowo, tapi kekuasaan.
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA--Keluarga besar Presiden Joko Widodo ramai-ramai hengkang dari PDI Perjuangan.
Putra sulung Jokowi, Gibran Rakabuming Raka resmi menjadi bakal calon presiden yang diusung Koalisi Indonesia Maju (KIM).
Sang menanto Bobby Nasution mendukung kakak iparnya itu berpasangan dengan Prabowo Subianto.
Dalam beberapa kesempatan Jokowi juga cenderung mendukung Prabowo meski sering mengucapkan kata netral.
Namun restu Jokowi terhadap Gibran sudah menunjukkan keberpihakan Presiden kepada Prabowo.
Padahal, baik Jokowi, Gibran dan Bobby Nasution adalah kader PDIP. Saat ini Gibran masih menjabat sebagai Wali Kota Solo sementara Bobby adalah Wali Kota Medan.
Di sisi lain, PDIP bersama PPP, Partai Perindo dan Hanura telah mencalonkan pasangan Ganjar Pranowo-Mahfud MD di Pilpres 2024.
Baca juga: Setelah Resmi Menjadi Cawapres Gibran Bisa Didenda Rp 50 Miliar dan Penjara 5 Tahun Jika Mundur
Uniknya Bobby dan Gibran enggan mengembalikan Kartu Tanda Anggota (KTA) PDIP.
Melanggengkan kekuasaan
Direktur Eksekutif Charta Politika, Yunarto Wijaya menyebut hengkangnya keluarga Jokowi dari PDIP bukan perihal memilih Ganjar atau Prabowo.
"Ini bukan tentang Ganjar atau Prabowo, ini tentang Pak Jokowi sedang mencari formula untuk melanggengkan kekuasaannya sendiri," kata Yunarto dikutip dari YouTube Kompas TV, Jumat (10/11/2023).
"Ini rangkaian dari dulu, isu tiga periode banyak ditolak publik. Hasil survei juga menunjukan 70 persen responden menolak perpanjangan periode pemerintahan Jokowi.
"Lalu, kemudian muncullah sebuah formula yang bisa menempatkan Mas Gibran sebagai cawapres, dan Pak Prabowo yang menyediakan formula itu. Itulah yang kemudian terjadi," jelasnya.
Ia melanjutkan, wacana untuk memperpanjang kekuasaan telah disiapkan oleh keluarga Jokowi sejak lama.
Oleh sebab itu, Yunarto meyakini apa yang terjadi saat ini merupakan sebuah rencana yang sedang dilakukan keluarga Jokowi untuk mengamankan kekuasaan.
Tim Sinkronisasi Prabowo-Gibran Tegaskan Pemangkasan Makan Bergizi Rp 7.500 Cuma Isu |
![]() |
---|
Gibran Mundur dari Wali Kota Solo, Mardani Ali Sera Sebut Perlu Banyak Menyerap dan Siapkan Diri |
![]() |
---|
Menko PMK Muhadjir Sebut Transisi Pemerintahan Jokowi ke Prabowo Sudah Dibahas Dalam Rapat Kabinet |
![]() |
---|
AHY Dukung Prabowo Tambah Pos Kementerian dan Tak Persoalkan Berapa Jatah Menteri untuk Demokrat |
![]() |
---|
Prabowo-Gibran Ngopi Santai di Hambalang, Gerindra: Sangat Mungkin Bahas Format dan Formasi Kabinet |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.