Berita Internasional
Hamas Gelar Latihan Serius Sebelum Berhasil Bobol Tembok Israel
Dalam video yang viral di media sosial itu terlihat sejumlah militan Hamas latihan untuk membobol tembok Israel.
Penulis: Desy Selviany | Editor: Sigit Nugroho
Seorang relawan Indonesia melaporkan bahwa mayoritas korban dari serangan Israel di Jabalia ialah wanita dan anak-anak.
Hal itu bahkan membuat rumah sakit tidak mampu lagi menampung mayat-mayat yang terkena rudal Israel tersebut.
Bahkan salah satu korban anak-anak usia enam tahun terpaksa diletakan di halaman rumah sakit lantaran rumah sakit tidak bisa lagi menampung korban.
Saat ini Israel mengerahkan 300.000 pasukan cadangan untuk melakukan pembalasan dengan membombardir Jalur Gaza, menargetkan markas Hamas dan merusak ratusan bangunan sipil.
Hingga Kamis (13/10/2023) jumlah korban tewas dari perang Israel Palestina sudah mencapai 2.750 korban jiwa dan 10.159 korban luka.
Israel Bakal Serang Gaza
Di sisi lain, militer Israel memerintahkan evakuasi bagi ratusan ribu warga sipil yang tinggal di Kota Gaza, pada Jumat (13/10).
Perintah ini, yang dikeluarkan pada hari ketujuh perang Hamas-Israel, mengarahkan warga Kota Gaza untuk menuju ke wilayah selatan Jalur Gaza, sebuah wilayah pesisir yang sempit.
Israel menyatakan bahwa militan Hamas bersembunyi di terowongan di bawah kota tersebut.
Sementara itu, PBB secara terpisah menerima informasi dari militer Israel akan adanya perintah “evakuasi dalam waktu 24 jam” bagi 1,1 juta penduduk di seluruh kawasan utara Gaza, yang mencakup Kota Gaza.
“PBB menganggap mustahil evakuasi semacam ini bisa dilakukan tanpa adanya risiko korban jiwa yang lebih banyak lagi,” kata juru bicara PBB Stephane Dujarric dikutip dari VOA.
Baca juga: Tentara Israel Blak-blakan Mengaku Gagal Lindungi Warga dari Serangan Hamas
Ia juga mengatakan bahwa perintah evakuasi itu disampaikan kepada PBB pada tengah malam.
Perintah evakuasi yang diterima untuk seluruh bagian utara Gaza ini juga berlaku bagi staf PBB dan ratusan ribu orang yang kini berlindung di sejumlah sekolah PBB dan fasilitas lainnya.
Seorang pejabat PBB lainnya mengatakan bahwa pihaknya tengah berusaha mendapatkan klarifikasi dari pejabat tinggi Israel terkait perintah evakuasi yang lebih luas ini.
Perintah ini menjadi isyarat akan adanya serangan darat yang masif dari Israel, walaupun militer Israel belum mengonfirmasi hal tersebut.
Pada Kamis (12/10), militer Israel sebut tengah mempersiapkan operasi militer.
Baca juga: Bang Onim Cerita Serangan Bom Israel Makin Sering Saat Adzan Subuh hingga Isya di Gaza
Meski demikian, kepanikan telah terjadi di Gaza sejak Jumat pagi.
Populasi keseluruhan Jalur Gaza mencapai 2,3 juta jiwa, menurut laporan kantor berita AP.
Target anak dan wanita
Bukan lagi menyasar Hamas, Israel kini sasar kamp pengusian di Jabalia, Palestina. Mayoritas korban tewas merupakan wanita dan anak-anak.
Video runtuhan kamp pengusian Jabalia viral di media sosial pada Kamis (12/10/2023).
Dari video yang dibagikan Al Jazeera seorang pria Palestina menjelaskan sejumlah anak-anak masih tertimpa di reruntuhan bangunan.
Seorang relawan Indonesia melaporkan bahwa mayoritas korban dari serangan Israel di Jabalia ialah wanita dan anak-anak.
Hal itu bahkan membuat rumah sakit tidak mampu lagi menampung mayat-mayat yang terkena rudal Israel tersebut.
Bahkan salah satu korban anak-anak usia enam tahun terpaksa diletakan di halaman rumah sakit lantaran rumah sakit tidak bisa lagi menampung korban.
Evakuasi dari bangunan runtuh juga terus dilakukan. Sejumlah korban hidup yang tertimpa bangunan terlihat meminta tolong dievakuasi dari reruntuhan.
Dikutip dari Tribunnews.com Israel meluncurkan serangan udara ke kamp pengungsi Palestina, Jabalia, di Gaza.
Kementerian Dalam Negeri Gaza mengatakan sedikitnya 45 warga Palestina tewas dalam serangan itu.
Puluhan lainnya terluka setelah Israel membombardir kamp pengungsian mereka.
Baca juga: VIDEO : Zionis Israel Serang Dua Bandara Internasional di Suriah dengan Rudal, Perang Melebar!
Bangunan itu dipenuhi puluhan orang yang mengungsi dari pemboman besar-besaran dari wilayah lain di Jalur Gaza.
Juru bicara Kementerian Dalam Negeri Gaza, Eyad Bozum, mengatakan jumlah korban tewas kemungkinan akan bertambah karena pekerja pertahanan sipil masih mengumpulkan jenazah dari reruntuhan dan menghitung jumlah korban tewas.
Para korban termasuk anggota dari dua keluarga, yang diidentifikasi sebagai Shihab dan Abu Hemdan, menurut laporan Anadolu Agency.
“Petugas medis memindahkan jenazah 44 warga Palestina ke kamar mayat setelah serangan Israel,” kata seorang sumber kepada Anadolu Agency.
Anak-anak dan orang tua termasuk di antara mereka yang tewas.
(Wartakotalive.com/DES/Tribunnews.com)
Baca berita Wartakotalive.com lainnya di Google News
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/Video-latihan-Hamas-sebelum-serang-Israel-Sabtu-7102023.jpg)