Berita Internasional
Hamas Gelar Latihan Serius Sebelum Berhasil Bobol Tembok Israel
Dalam video yang viral di media sosial itu terlihat sejumlah militan Hamas latihan untuk membobol tembok Israel.
Penulis: Desy Selviany | Editor: Sigit Nugroho
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Hamas menyerang Israel pada Sabtu (7/10/2023) yang kemudian menyebabkan 1.200 warga tewas.
Sebelum lakukan serangan ke Israel, beredar video latihan Hamas.
Dalam video yang viral di media sosial itu terlihat sejumlah militan Hamas latihan untuk membobol tembok Israel.
Video berdurasi dua menit itu sengaja disebarkan Hamas usai berhasil membobol tembok Israel.
Sebenarnya, video tersebut sudah diunggah Hamas sejak 12 September 2023 atau sebulan sebelum penyerangan.
Dalam video para pejuang Hamas menggunakan bahan peledak untuk meledakkan replika gerbang perbatasan, menyapu truk pickup dan berpindah dari gedung ke gedung melalui rekonstruksi skala penuh.
Baca juga: Sempat Diremehkan, Viral Video Latihan Hamas Sebelum Berhasil Bobol Israel
Baca juga: VIDEO : Detik-detik Tentara Israel Rebut Kembali Pos Militer Sufa dari Hamas, 250 Sandera Dibebaskan
Baca juga: Bukan Lagi Sasar Hamas, Israel Targetkan Anak dan Wanita Saat Bombardir Gaza
Hamas membangun replika kota di Israel selama latihan dan menembakkan senjata otomatis ke sasaran kertas bersiluet manusia.
Kemudian, Associated Press (AP) meninjau dan memverifikasi rincian penting dari lusinan video yang dirilis Hamas selama setahun terakhir, terutama melalui aplikasi media sosial Telegram.
Dengan menggunakan citra satelit, AP mencocokkan lokasi kota tiruan tersebut dengan sepetak gurun di luar Al-Mawasi.
Al-Mawasi ialah sebuah kota Palestina di pantai selatan Jalur Gaza.
Sebuah tanda besar dalam bahasa Ibrani dan Arab di gerbang bertuliskan “Horesh Yaron,” nama permukiman kontroversial Israel di Tepi Barat Palestina yang diduduki.
Pihak Israel disebut terkejut bahwa koordinasi Hamas tersebut berhasil membobol Israel.
“Kami tahu tentang drone, kami tahu tentang jebakan, kami tahu tentang serangan siber dan kekuatan laut… Yang mengejutkan adalah koordinasi antara semua sistem tersebut,” kata pensiunan kolonel Israel, Michael Milshtein, dikutip dari AP News.
BERITA VIDEO: Israel Ultimatum PBB Evakuasi 1,1 Juta Warga Gaza 1x24 Jam
Israel Serukan Warga Gaza Utara Pindah ke Gaza Selatan
Di sisi lain, Israel memerintahkan warga Gaza Utara untuk mengungsi ke Gaza Selatan.
Diperkirakan ada 1,1 juta warga Gaza Utara yang harus pindah ke Gaza Selatan.
Israel hanya memberikan waktu 1x24 jam untuk pengungsi tersebut pindah ke Gaza Selatan pada Jumat (13/10/2023).
Pasalnya, Israel mengaku akan meratakan Gaza Utara yang mereka klaim telah dikuasi oleh Hamas.
Organisasi Human Rights Watch buka suara terkait perintah Israel itu.
Organisasi Human Rights Watch khawatir instruksi Israel yang meminta warga Gaza Utara pindah ke Selatan ialah upaya pengusiran.
Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) tidak yakin bahwa upaya perpindahan besar-besaran itu akan tercapai mengingat waktunya hanya 1x24 jam.
Baca juga: Israel Tidak Berhenti Kirim Rudal, Palang Merah Dunia Ingatkan Gaza Bakal Menjadi Kamar Mayat
Baca juga: Seruan Perpindahan 1,1 juta Pengungsi Gaza Disebut Mirip dengan Nakba
Baca juga: Bang Onim Cerita Serangan Bom Israel Makin Sering Saat Adzan Subuh hingga Isya di Gaza
Dikutip dari Tribunnews.com Direktur Israel dan Palestina di Human Rights Watch Omar Shakir menilai bahwa perintah migrasi tersebut mengingatkan dengan peristiwa Nakba.
Omar menilai bahwa perintah itu seperti representasi perpindahan massal yang belum terjadi selama beberapa dekade terakhir.
Peristiwa tersebut juga mengingatkan dengan sejarah Nakba di mana Israel membantai warga Arab secara besar-besaran dan warga Palestina terusir dari negaranya sendiri.
“Ini sama saja dengan membuat lebih dari 1 juta warga Palestina mengungsi dalam skala yang belum pernah kita lihat sejak Nakba,” kata Omar Shakir dalam sebuah postingan di media sosial.
Nakba mengacu pada pengusiran paksa lebih dari 700.000 warga Palestina menjelang berdirinya negara Israel.
“Komunitas internasional harus bertindak untuk mencegah bencana ini. Sejarah tidak akan berbaik hati kepada mereka yang tetap diam,” lanjutnya, dikutip dari The Guardian.
BERITA VIDEO: Lolos Dari Serangan Rudal Israel, Masjid Hasil Desain Ridwan Kamil Masih Tegak Berdiri di Kota Gaza
Palang Merah Dunia Ingatkan Gaza Bakal Menjadi Kamar Mayat
Sementara itu, Komite Internasional Palang Merah Dunia buka suara tentang masa depan Gaza dalam perang Palestina-Israel.
Palang Merah Dunia mengingatkan bahwa Gaza akan berubah menjadi kamar mayat jika Israel tidak kunjung menghentikan serangan rudal.
Hal itu diungkapkan Komite Internasional Palang Merah dunia di tengah krisis listrik dan air di Gaza yang sengaja diputus oleh pihak Israel.
Dikutip dari Tribunnews.com pada Jumat (18/10/2023), saat ini situasi Palestina semakin memprihatinkan.
Situasi Gaza yang terus-terusan dihajar bom Israel membuat rumah sakit di Gaza segera "berisiko berubah menjadi kamar mayat" sepenuhnya.
Hingga hari kelima pasca-serangan pejuang Hamas Palestina ke wilayah pendudukan Israel, IDF, pasukan pertahanan Israel terus membombardir wilayah tersebut.
Baca juga: Palang Merah Dunia: Gaza Akan Berubah Jadi Kamar Mayat Bila Israel Tidak Berhenti Kirim Rudal
Baca juga: Lewat PBB, Israel akan Serang Gaza Perintahkan Warga Sipil Mengungsi ke Wilayah Selatan
Para pejabat kesehatan Palestina mengatakan pada Rabu (11/10/2023) bahwa layanan kesehatan di Jalur Gaza, tempat Hamas berkuasa, kini telah memasuki “tahap kritis”.
Hal itu ditandai oleh hampir habisnya obat-obatan, konsumsi medis, dan bahan bakar.
“Rumah sakit sepenuhnya sibuk dengan kemampuan klinis mereka, dan korban luka serta pasien harus dirawat karena semakin intensifnya agresi Israel,” kata Kementerian Kesehatan Palestina dalam sebuah unggahan di Facebook.
Setelah serangan mendadak Hamas pada Sabtu, Israel membalas dengan melancarkan serangan udara mematikan di Gaza yang telah merobohkan bangunan tempat tinggal dan masjid.
Sebelumnya Menteri Pertahanan Israel Yoav Gallant mengumumkan pada Senin bahwa ia telah memerintahkan "pengepungan total" terhadap Jalur Gaza
Listrik, makanan, dan bahan bakar akan diputus dari daerah kantong penduduk yang sudah miskin tersebut.
BERITA VIDEO: Palang Merah Dunia: Gaza Akan Berubah Jadi Kamar Mayat Bila Israel Tidak Berhenti Kirim Rudal
Pemutusan sumber listrik, air, dan bahan bakar di Palestina ini bisa menyebabkan bencana kesehatan yang serius dan bahaya bagi korban luka karena perang.
“Pemutusan listrik, air, dan bahan bakar yang terus menerus dilakukan pendudukan Israel menimbulkan bahaya bagi kehidupan korban luka dan pasien serta menyebabkan bencana kesehatan dan lingkungan yang serius,” kata Kementerian Kesehatan Palestina.
Seorang relawan Indonesia melaporkan bahwa mayoritas korban dari serangan Israel di Jabalia ialah wanita dan anak-anak.
Hal itu bahkan membuat rumah sakit tidak mampu lagi menampung mayat-mayat yang terkena rudal Israel tersebut.
Bahkan salah satu korban anak-anak usia enam tahun terpaksa diletakan di halaman rumah sakit lantaran rumah sakit tidak bisa lagi menampung korban.
Saat ini Israel mengerahkan 300.000 pasukan cadangan untuk melakukan pembalasan dengan membombardir Jalur Gaza, menargetkan markas Hamas dan merusak ratusan bangunan sipil.
Hingga Kamis (13/10/2023) jumlah korban tewas dari perang Israel Palestina sudah mencapai 2.750 korban jiwa dan 10.159 korban luka.
Israel Bakal Serang Gaza
Di sisi lain, militer Israel memerintahkan evakuasi bagi ratusan ribu warga sipil yang tinggal di Kota Gaza, pada Jumat (13/10).
Perintah ini, yang dikeluarkan pada hari ketujuh perang Hamas-Israel, mengarahkan warga Kota Gaza untuk menuju ke wilayah selatan Jalur Gaza, sebuah wilayah pesisir yang sempit.
Israel menyatakan bahwa militan Hamas bersembunyi di terowongan di bawah kota tersebut.
Sementara itu, PBB secara terpisah menerima informasi dari militer Israel akan adanya perintah “evakuasi dalam waktu 24 jam” bagi 1,1 juta penduduk di seluruh kawasan utara Gaza, yang mencakup Kota Gaza.
“PBB menganggap mustahil evakuasi semacam ini bisa dilakukan tanpa adanya risiko korban jiwa yang lebih banyak lagi,” kata juru bicara PBB Stephane Dujarric dikutip dari VOA.
Baca juga: Tentara Israel Blak-blakan Mengaku Gagal Lindungi Warga dari Serangan Hamas
Ia juga mengatakan bahwa perintah evakuasi itu disampaikan kepada PBB pada tengah malam.
Perintah evakuasi yang diterima untuk seluruh bagian utara Gaza ini juga berlaku bagi staf PBB dan ratusan ribu orang yang kini berlindung di sejumlah sekolah PBB dan fasilitas lainnya.
Seorang pejabat PBB lainnya mengatakan bahwa pihaknya tengah berusaha mendapatkan klarifikasi dari pejabat tinggi Israel terkait perintah evakuasi yang lebih luas ini.
Perintah ini menjadi isyarat akan adanya serangan darat yang masif dari Israel, walaupun militer Israel belum mengonfirmasi hal tersebut.
Pada Kamis (12/10), militer Israel sebut tengah mempersiapkan operasi militer.
Baca juga: Bang Onim Cerita Serangan Bom Israel Makin Sering Saat Adzan Subuh hingga Isya di Gaza
Meski demikian, kepanikan telah terjadi di Gaza sejak Jumat pagi.
Populasi keseluruhan Jalur Gaza mencapai 2,3 juta jiwa, menurut laporan kantor berita AP.
Target anak dan wanita
Bukan lagi menyasar Hamas, Israel kini sasar kamp pengusian di Jabalia, Palestina. Mayoritas korban tewas merupakan wanita dan anak-anak.
Video runtuhan kamp pengusian Jabalia viral di media sosial pada Kamis (12/10/2023).
Dari video yang dibagikan Al Jazeera seorang pria Palestina menjelaskan sejumlah anak-anak masih tertimpa di reruntuhan bangunan.
Seorang relawan Indonesia melaporkan bahwa mayoritas korban dari serangan Israel di Jabalia ialah wanita dan anak-anak.
Hal itu bahkan membuat rumah sakit tidak mampu lagi menampung mayat-mayat yang terkena rudal Israel tersebut.
Bahkan salah satu korban anak-anak usia enam tahun terpaksa diletakan di halaman rumah sakit lantaran rumah sakit tidak bisa lagi menampung korban.
Evakuasi dari bangunan runtuh juga terus dilakukan. Sejumlah korban hidup yang tertimpa bangunan terlihat meminta tolong dievakuasi dari reruntuhan.
Dikutip dari Tribunnews.com Israel meluncurkan serangan udara ke kamp pengungsi Palestina, Jabalia, di Gaza.
Kementerian Dalam Negeri Gaza mengatakan sedikitnya 45 warga Palestina tewas dalam serangan itu.
Puluhan lainnya terluka setelah Israel membombardir kamp pengungsian mereka.
Baca juga: VIDEO : Zionis Israel Serang Dua Bandara Internasional di Suriah dengan Rudal, Perang Melebar!
Bangunan itu dipenuhi puluhan orang yang mengungsi dari pemboman besar-besaran dari wilayah lain di Jalur Gaza.
Juru bicara Kementerian Dalam Negeri Gaza, Eyad Bozum, mengatakan jumlah korban tewas kemungkinan akan bertambah karena pekerja pertahanan sipil masih mengumpulkan jenazah dari reruntuhan dan menghitung jumlah korban tewas.
Para korban termasuk anggota dari dua keluarga, yang diidentifikasi sebagai Shihab dan Abu Hemdan, menurut laporan Anadolu Agency.
“Petugas medis memindahkan jenazah 44 warga Palestina ke kamar mayat setelah serangan Israel,” kata seorang sumber kepada Anadolu Agency.
Anak-anak dan orang tua termasuk di antara mereka yang tewas.
(Wartakotalive.com/DES/Tribunnews.com)
Baca berita Wartakotalive.com lainnya di Google News
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/Video-latihan-Hamas-sebelum-serang-Israel-Sabtu-7102023.jpg)