Senin, 27 April 2026

Polusi Udara

Polusi Udara Bikin Warga Tangerang Sakit ISPA, Arief Wismansyah: Akibat Asap Kendaraan dan Pabrik

Sama seperti Jakarta, kualitas udara di Kota Tangerang juga buruk akibat polusi. Yang terjadi, ribuan orang sakit ISPA.

Penulis: Gilbert Sem Sandro | Editor: Valentino Verry
warta kota/gilbert sem sandro
Wali Kota Tangerang Arief Wismansyah menyatakan asap dari pabri dan kendaraan membuat kualitas udara memburuk. Saat ini ribuan warga Tangerang sakit ISPA. 

WARTAKOTALIVE.COM, TANGERANG - Kualitas udara yang buruk di wilayah Jabodetabek menjadi sorotan masyarakat dalam beberapa bulan terakhir.

Banyaknya kawasan industri yang terdapat di sekitar wilayah penyanggah Ibu Kota DKI Jakarta, disebut menjadi penyebab masalah buruknya kualitas udara saat ini.

Hal ini terbukti di wilayah Tangerang Raya yang sempat menduduki lima peringkat tertinggi kualitas udara terburuk di Indonesia, berdasarkan laman resmi IQAir.com.

Baca juga: Polusi Udara, Nikita Willy Terapi Garam Anaknya, Hermawan Saputra: Waspada Belum Ada Penelitian

Berdasarkan pantauan Wartakotalive.com pada situs IQAir.com Indeks kualitas udara (AQI) di Kota Tangerang sempat mencapai 153 poin.

Disebutkan, polutan utama udara di Kota Tangerang ialah PM 2,5. Berdasarkan situs BMKG, PM 2,5 adalah partikel udara yang berukuran lebih kecil dari 2,5 mikron (mikrometer).

Situs IQAir menyatakan konsentrasi polutan PM 2,5 di Kota Tangerang mencapai 59 µg/m⊃3;. Jumlah tersebut 11,8 kali lipat di atas ambang panduan Badan Kesehatan Dunia (World Health Organization atau WHO).

Menyikapi hal tersebut Wali Kota Tangerang, Arief Wismansyah mengatakan, buruknya kualitas udara di Kota Tangerang itu disebabkan oleh polusi yang dihasilkan oleh kendaraan dan asap pabrik industri.

Baca juga: Tekan Ancaman Polusi Udara, 18 Water Mist Dipasang di Apartemen Kalibata City

"Berdasarkan data yang dilaporkan, polusi udara ini terjadi karena dua faktor, sebesar 63 persen berasal dari asap kendaraan, 37 persennya dari industri," ujar Arief Wismansyah, Selasa (12/9/2023).

Sementara itu Bupati Tangerang, Ahmed Zaki Iskandar mengatakan, faktor lain buruknya kualitas udara disebabkan akibat maraknya kegiatan pembakaran sampah di masyarakat secara ilegal.

Terlebih, wilayah Kabupaten Tangerang yang belum diguyur hujan dalam beberapa bulan terakhir, membuat pencemaran udara semakin parah.

"Aksi membakar sampah yang marak dilakukan masyarakat, ditambah hujan yang belum juga turun beberapa waktu ini, membuat polusi udara cukup parah," ucap Ahmed Zaki Iskandar.

Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar akan memberi sanksi tegas pada masyarakat yangs suka bakar sampah secara ilegal, karena hal itu memicu polusi udara.
Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar akan memberi sanksi tegas pada masyarakat yangs suka bakar sampah secara ilegal, karena hal itu memicu polusi udara. (warta kota/gilbert sem sandro)

Guna menekan tingginya polusi udara yang terjadi saat ini, Pemkot dan Pemkab Tangerang telah mengambil sejumlah langkah.

Mulai dari menggencarkan penanaman pohon di berbagai wilayah, meminta masyarakat memaksimalkan penggunaan alat transportasi umum yang telah tersedia, hingga mengeluarkan Surat Edaran (SE) larangan membuang dan membakar sampah sembarangan.

Buruknya kualitas udara yang terjadi saat ini berpotensi menimbulkan berbagai penyakit pada pernafasan manusia, diantaranya ialah Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA).

Menteri Kesehatan (Menkes) RI, Budi Gunadi Sadikin bahkan mengungkapkan, angka penyakit ISPA yang melanda masyarakat Indonesia meroket pesat.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved