Berita Nasional

Jokowi Minta Masyarakat Tak Takut dengan A1 karena Bisa Dimanfaatkan untuk Kembangkan Sektor Pangan

Presiden Jokowi menyebut saat ini hampir semua negara membicarakan mengenai perkembangan artificial intelligence (AI).

Penulis: Desy Selviany | Editor: Sigit Nugroho
YouTube.com/Sekretariat Presiden
Presiden Jokowi menyebut saat ini hampir semua negara membicarakan mengenai perkembangan artificial intelligence (AI). 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Presiden Jokowi menghadiri Sidang Terbuka Dies Natalis ke-60 Institut Pertanian Bogor (IPB), di Kampus IPB, Bogor, Jawa Barat, Jumat, (15/9/2023).

Pada kesempatan itu, Presiden Jokowi mengimbau masyarakat Indonesia tidak alergi dan takut dengan artificial intelligence (AI).

Pasalnya, AI tidak punya rasa dan hati sehingga tidak bisa menggantikan manusia seutuhnya.

Menurut Presiden Jokowi, saat ini hampir semua negara membicarakan mengenai perkembangan AI.

Pasalnya, perkembangan teknologi tersebut sangat cepat dan belum ada regulasi untuk mengaturnya.

Mayoritas negara takut dengan AI, karena belum ada regulasinya sementara terus berkembang pesat.

Baca juga: Kunjungan Presiden Jokowi Bertepatan Momen Hari Jadi Karawang, Wabup: Ini Keberkahan

"Karena kemarin waktu di G7 di G20 waktu di ASEAN Summit semuanya berbicara mengenai AI, takut sekali semua negara mengenai AI, regulasinya belum ada aturan mainnya belum ada, AI-nya terus lari, berubah ubah terus, semua dibicarakan," kata Jokowi seperti dikutip Tribun Techno.

Oleh karena itu, ujar Presiden Jokowi, perlu mempersiapkan diri terhadap perkembangan teknologi tersebut.

Perlu ada langkah antisipasi terhadap dampak yang ditimbulkan dari perkembangan AI.

Meski demikian Presiden Jokowi meminta untuk tidak alergi terhadap perkembangan teknologi tersebut.

AI bisa dimanfaatkan untuk mengembangkan sektor pangan.

Baca juga: Tahun ke-10 Berdiri di Indonesia, Ralali Hadirkan Fitur Artificial Intelligence di Bisnis B2B Online

Presiden Jokowi meyakini kecanggihan teknologi seperti AI tidak akan bisa mengalahkan manusia.

Sebab menurut Presiden Jokowi, AI hanya memiliki chip yang mengendalikannya, sementara manusia punya hati dan rasa.

"Teknologi tak akan bisa mengalahkan manusia karena mesin itu hanya punya chip, mesin hanya punya chip, tapi manusia punya hati, punya rasa, mesin nggak punya. Dan saya percaya bahwa ciptaan Allah SWT akan selalu lebih unggul dan lebih mulia," papar Presiden Jokowi.

BERITA VIDEO: Jangan Cari Kambing Hitam, Rocky Gerung Sebut Konflik Rempang Makin Memanas karena Ambisi Jokowi

Halaman
1234
Sumber: Warta Kota
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved