Pilpres 2024

113 Ninik Mamak Pemangku Adat Sumatera Barat Siap Menangkan PBB dan Prabowo Subianto di Pemilu 2024

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto menjadi calon presiden pilihan para Ninik Mamak Pemangku Adat Sumatera Barat.

Editor: PanjiBaskhara
Dok Humas PBB
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto menjadi calon presiden pilihan para Ninik Mamak Pemangku Adat Sumatera Barat. Foto: Ketua Umum Partai Gerindra sekaligus Capres Koalisi Indonesia Maju (KIM) berpidato pada acara Konsolidasi Zona III Partai Bulan Bintang (PBB) di Hotel Pangeran Beach, Padang, Sumatera Barat, Sabtu (9/9/2023). 

Apalagi, pertemuan kedua tokoh nasional itu diadakan pasca kepergian Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Abful Muhaimin Iskandar menyeberang ke kubu Anies Baswedan. 

“Pilihan sikap tersebut juga dipengaruhi dengan posisi Gus Muhaimin di Koalisi Perubahan dan Perbaikan,” tutur Singgih.

Maka dari itu, Singgih meyakini saat ini pilihan Yenny Wahid untuk memberikan dukungan lebih condong ke arah Prabowo Subianto, dibandingkan Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan

Karenanya, tak mengherankan jika Yenny berkunjung ke Prabowo terlebih dahulu dibandingkan Ganjar Pranowo.

"Sehingga opsi dukungan politik Mbak Yenny terbatas pada Pak Prabowo, sehingga tidak mengagetkan pertemuan itu terjadi" ujar Singgih.

Sebelumnya, dari pertemuan diadakan di Jalan Kertanegara IV itu, Prabowo Subianto dan Yenny Wahid sepakat menatap Pilpres 2024 dengan penuh suka cita.

Mereka berharap tidak ada lagi gesekan di antara masyarakat lantaran berbeda pandangan politik.

Tidak hanya itu, Yenny juga membocorkan perihal dukungan yang akan diberikan bersama Gusdurian. 

Yenny mengaku, di dalam jaringan Gusdurian hingga kiai-kiai Nahdlatul Ulama (NU) tak sedikit yang menaruh simpati besar terhadap Prabowo Subianto.

"Saya tambahin, bahwa banyak kiai-kiai NU yang punya simpati besar untuk Pak Prabowo" kata Yenny Wahid.

Kesamaan Visi Misi

Prabowo Subianto, salah satu Calon Presiden (Capres) yang dinilai memiliki visi memajukan Indonesia ke arah yang lebih baik di masa depan.

Oleh karena itu, putri Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Yenny Wahid mengakui adanya kesamaan visi dengan Prabowo Subianto.

Sehingga, membuat Yenny Wahid menaruh harapan kepada Prabowo Subianto untuk memimpin Indonesia di masa yang akan datang.

Hal tersebut dikatakan oleh Pengamat Politik Citra Institute, Yusak Farchan, Jumat (8/9/2023).

Ia mengatakan adanya kesamaan visi itu berpeluang besar membuat Yenny Wahid dan jaringan Gusdurian beri dukungannya kepada Prabowo Subianto.

Kesamaan visi menjadi indikator bahwa Yenny Wahid menaruh harapan kepada Prabowo Subianto.

"Begitu juga Prabowo Subianto menaruh harapan terhadap dukungan NU-Gusdurian" kata Yusak.

Yusak melanjutkan, kedua figur itu memang saling membutuhkan.

Hal itu lantaran Prabowo Subianto membutuhkan dukungan suara dari Gusdurian pasca ditinggalkan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Muhaimin Iskandar atau Cak Imin.

Pun, Yenny yang mempunyai hubungan tidak baik dengan Cak Imin berpotensi melabuhkan dukungannya kepada Prabowo maupun Capres PDIP, Ganjar Pranowo.

"Jadi memang saling membutuhkan" ujar Yusak.

Sebelumnya, dalam pertemuan yang berlangsung di Jakarta, baik Prabowo dan Yenny sama-sama menginginkan Pilpres 2024 berjalan lancar dan aman.

Namun, Yenny mengungkap, khusus Pilpres 2024, ia inginkan sosok pemimpin yang bisa mengetahui dan paham dunia geopolitik serta memiliki kemampuan strategic thinking.

Menurut Yenny, saat ini Capres di Indonesia yang mempunyai kemampuan memahami dunia geopolitik dan strategic thinking hanya dimiliki Prabowo Subianto.

"Pemimpin indonesia ke depan harus mengerti dinamika geopolitik, orang yang harus mempunyai kemampuan strategic thinking."

"Saya rasa orang seperti Pak Prabowo punya kemampuan seperti itu" pungkas Yenny Wahid.

Isyarat Yenny Wahid Dukung Prabowo Subianto di Pilpres 2024

Prabowo Subianto dinilai sebagai Capres yang memiliki kemampuan kepemimpinan berskala internasional.

Atas figurnya yang kerap malang melintang di dunia internasional itu, membuat putri Putri Presiden ke-4 RI Alm Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Zannuba Ariffah Chafsoh alias Yenny Wahid kepincut memberi pertanda dukungan kepada Prabowo Subianto jelang Pilpres 2024.

Direktur Eksekutif Kajian Politik Nasional (KPN), Adib Miftahul akui, adanya pernyataan dari Yenny Wahid yang menilai Indonesia harus dipimpin oleh pemimpin yang paham mengenai geopolitik merujuk pada figur Prabowo Subianto.

"Saya kira ini merupakan dukungan kepada Prabowo ketika statement Yenny Wahid mengatakan Indonesia harus dipimpin oleh orang yang mengerti geopolitik" kata Adib, Jumat (8/9/2023).

Adib melanjutkan, pernyataan tersebut juga sebelumnya sudah diungkap mantan kader PDIP, Budiman Sudjatmiko.

Beberapa waktu lalu, Budiman memang mengatakan Indonesia harus dipimpin oleh pemimpin yang mempunyai keahlian strategis.

"Saya kira sama lah dengan apa yang dikatakan oleh Budiman" imbuh Adib.

Sebelumnya, pada pertemuan di Jalam Kertanegara IV tersebut, Yenny Wahid sempat mengatakan, pemimpin selanjutnya yang harus memimpin Indonesia adalah figur yang menguasai permasalahan nasional hingga internasional, terutama dinamika geopolitik.

Tidak hanya itu, Yenny membeberkan, Presiden Indonesia berikutnya harus meneruskan program-program yang sudah digagas oleh pemimpin sebelumnya.

Karena itu menurutnya, ciri pemimpin Indonesia di masa yang akan datang, sedikit banyak sudah tersemat di dalam diri Prabowo Subianto.

"Pemimpin kedepannya harus meneruskan program-program dari pemimpin sebelumnya. Salah satu tantangan yang dihadapi bangsa kita ke depan dalam kerangka dinamika politik yang sedang berlangsung" kata Yenny Wahid.

"Pemimpin Indonesia kedepan harus mengerti dinamika geopolitik, orang yang harus mempunyai kemampuan strategic thinking. Saya rasa orang seperti Pak Prabowo punya kemampuan seperti itu" ujar Yenny Wahid.

Perbedaan Pertemuan antara Yenny Wahid dengan Ganjar Pranowo dan Prabowo Subianto

Putri Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Zannuba Ariffah Chafsoh alias Yenny Wahid bertemu Bacapres dari Koalisi Indonesia Maju (KIM), Prabowo Subianto, Kamis (7/9/2023).

Tak hanya Yenny Wahid, istri Gus Dur, Sinta Nuriyah Wahid juga menyusul kemudian meski tak singgah ke rumah Prabowo Subianto. 

Sebelum bertemu dengan Prabowo Subianto, ternyata Yenny Wahid dan Sinta Nuriyah juga sudah pernah bertemu dengan Bacapres PDIP, Ganjar Pranowo.

Diketahui, pertemuan antara Sinta Nuriyah dan Yenny Wahid dengan Ganjar Pranowo tersebut itu terjadi pada 13 Agustus 2023 lalu.

Lalu, apa perbedaan antara pertemuan Yenny Wahid dengan Prabowo Subianto dengan pertemuan Yenny Wahid dengan Ganjar Pranowo?

Berikut ulasannya:

Ganjar bertemu Sinta Nuriyah dan Yenny Wahid

Momen pertemuan Ganjar Pranowo dengan keluarga Gus Dur itu diunggah Ganjar Pranowo di akun Instagramnya, 14 Agustus 2023.

Ganjar Pranowo datang ke kediaman Sinta Nuriyah di Ciganjur, Jakarta Selatan, Minggu (13/8/2023), sekitar pukul 19.30 WIB. 

Pertemuan tersebut berlangsung sekitar 30 menit.

Dalam video yang diunggah Ganjar Pranowo, tampak Yenny Wahid menyambut Ganjar Pranowo.

Ganjar Pranowo mengenakan kemeja batik cokelat, celana panjang hitam dan peci hitam.

Sementara Yenny Wahid mengenakan jaket putih bergaris hitam.

"Bajunya garis-garis," kata Ganjar Pranowo saat disambut Yenny Wahid.

"Lho, katanya hitam putih," respons Yenny Wahid.

Keduanya kemudian berbincang.

Tak lama kemudian, Sinta Nuriyah pun datang.

Begitu Sinta Nuriyah datang, Ganjar lantas mencium tangan istri Gus Dur tersebut. 

"Apa kabar," tanya Sinta Nuriyah.

Bersamaan dengan itu, putri Yenny Wahid rupanya tengah berulang tahun.

Ganjar pun turut memberikan ucapan selamat ulang tahun untuk cucu Gus Dur. 

Ganjar pun kemudian mengobrol santai dengan Sinta Nuriyah dan Yenny Wahid. 

Ganjar Pranowo bersama Sinta Nuriah dan Yenny Wahid di Jakarta, Minggu (14/8/2023) malam.
Ganjar Pranowo bersama Sinta Nuriah dan Yenny Wahid di Jakarta, Minggu (14/8/2023) malam. (Ist)

 

Di antaranya mereka mengenang sosok almarhum KH Maimum Zubair. 

Dalam momen tersebut, Ganjar juga dijamu oleh Sinta Nuriyah

Di akhir pertemuan, Sinta Nuriyah kemudian memberi pesan dan nasihat kepada Ganjar.

Di antaranya, Ganjar diminta untuk mengingat masyarakat bawah dan juga banyak bertirakat. 

"Pesan saya, jaga kesehatan lahir batin. Ingat yang di bawah. Ingat yang di atas itu Tuhan, yang di bawah itu masyarakatnya. Itu yang di tengah. Jangan yang di tengah. Jangan banyak-banyak makannya dan banyak tirakatnya."

"Apabila dia terpilih sebagai pimpinan negara, dia selalu amanah, selalu menjaga kepentingan rakyat, selalu menjaga kemanusiaan dan keadilan karena itu yang diajarkan Gus Dur," kata Sinta Nuriyah. 

Dalam kesempatan itu, Yenny juga menyatakan siap untuk menemani Ganjar apabila nantinya hendak ke makam Gus Dur. 

Setelah itu, Ganjar kemudian berpamitan.

Dikutip dari Kompas.com, Ganjar mengaku sengaja datang bersilaturahmi ke kediaman Sinta Nuriyah. 

"Ya silaturahmi, beberapa kali diundang haul enggak bisa, apalagi pas Covid-19," kata Ganjar ditemui di lokasi.

Pertemuan Yenny Wahid dengan Prabowo

Yenny Wahid bertemu dengan Prabowo di kediaman Prabowo di Kertanegara, Jakarta Selatan. 

Putri Gus Dur itu datang sekitar pukul 17.00 WIB. 

Ia terlihat mengenakan jaket hitam kuning. 

Keduanya kemudian bertemu dan berdiskusi secara tertutup. 

Di tengah pertemuan itu, Sinta Nuriyah tiba di rumah Prabowo. 

Sinta Nuriyah tiba sekitar pukul 18.00 WIB. 

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto berbincang dengan Yenny Wahid dan mantan ibu negara Shinta Nuriyah Abdurrahman Wahid di Jalan Kertanegara 4, Jakarta Selatan, Rabu (6/9/2023). Diketahui, Yenny Wahid menyatakan Prabowo Subianto menjadi Bacapres prioritas untuk mendapat dukungan dari Gusdurian. Yenny menyatakan sudah ada kesamaan visi setelah melakukan komunikasi dengan Prabowo. Tribunnews/Jeprima
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto berbincang dengan Yenny Wahid dan mantan ibu negara Shinta Nuriyah Abdurrahman Wahid di Jalan Kertanegara 4, Jakarta Selatan, Rabu (6/9/2023). Diketahui, Yenny Wahid menyatakan Prabowo Subianto menjadi Bacapres prioritas untuk mendapat dukungan dari Gusdurian. Yenny menyatakan sudah ada kesamaan visi setelah melakukan komunikasi dengan Prabowo. Tribunnews/Jeprima (Tribunnews/JEPRIMA)

 

Prabowo kemudian menyambut Sinta Nuriyah dan menyalaminya. 

Prabowo, Yenny dan Sinta kemudian berbincang, namun tidak jelas apa yang diperbincangkan. 

Setelah itu, ketiganya mengambil posisi untuk berfoto di hadapan awak media.

Berdasarkan pantauan, Sinta hanya singgah sebentar dan tidak masuk ke kediaman Prabowo.

Prabowo dan Yenny Wahid kemudian memberikan keterangan pers. 

Yenny mengaku datang ke kediaman Prabowo untuk memenuhi undangan Prabowo. 

"Saya datang ke sini untuk memenuhi undangan beliau karena sudah lama dijanjikan akan diajak ngopi bareng," kata Yenny, dikutip dari KompasTV. 

Putri dari Presiden ke-4 RI Abdurahman Wahid alias Gus Dur, Yenny Wahid dan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto usai pertemuan di Rumah Kertanegara, Jakarta, Rabu (6/9/2023).
Putri dari Presiden ke-4 RI Abdurahman Wahid alias Gus Dur, Yenny Wahid dan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto usai pertemuan di Rumah Kertanegara, Jakarta, Rabu (6/9/2023). (Tribunnews.com/ rizki sandi saputra)

 

Yenny kemudian mengatakan hubungannya dengan Prabowo sudah berlangsung lama sejak lama.

Terlebih Yenny Wahid juga bertemu dengan jodohnya saat berkampanye untuk Prabowo pada 2009.

"Jadi hubungannya ini hubungan hati, melampau ajang politik 5 tahunan," kata Yenny Wahid.

(Wartakotalive.com/Tribunnews.com/Daryono)

Sumber: Warta Kota
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved