Jumat, 10 April 2026

Pemilu 2024

Erwin Aksa Minta Restu Kiai Hadapi Pileg 2024, Bahas Polusi Udara di Jakarta

Bakal calon legislatif (Bacaleg) DPR RI dari Partai Golkar Erwin Aksa menyambangi PWNU DKI Jakarta di Jalan Utan Kayu, Matraman, Jakarta Timur.

Penulis: Fitriyandi Al Fajri | Editor: Junianto Hamonangan
Istimewa
Bacaleg DPR RI dari Partai Golkar Erwin Aksa (kedua dari kiri) menyambangi para kiai di Kantor PWNU DKI Jakarta, Jalan Utan Kayu, Kecamatan Matraman, Jakarta Timur pada Kamis (7/9/2023). Kedatangannya ke sana untuk minta restu dan membahas soal polusi udara di Jakarta. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Bakal calon legislatif (Bacaleg) DPR RI dari Partai Golkar Erwin Aksa menyambangi PWNU DKI Jakarta di Jalan Utan Kayu, Kecamatan Matraman, Jakarta Timur, pada Kamis (7/9/2023).

Kedatangan Erwin ke sana guna meminta restu kiai untuk menghadapi Pileg pada 14 Februari 2024, sekaligus membahas isu-isu yang sedang hangat di Ibu Kota.

Erwin datang didampingi sang ayah yang juga sebagai politikus senior Partai Golkar, Aksa Mahmud.

Di Jakarta, Erwin akan bertarung di Dapil III Jakarta meliputi Jakarta Utara, Jakarta Barat dan Kepulauan Seribu.

Erwin mengungkapkan, kedatangannya ke sana hendak meminta doa dan arahan dalam pencalonan sebagai wakil rakyat di Parlemen Senayan.

Baca juga: Ammar Zoni Kecewa hingga Mengeluh Sidang Pembacaan Tuntutan Terkait Perkara Narkoba Kembali Ditunda

Baca juga: Kunjungi Kanwil BPN DKI, Ibnu Chuldun Bahas Pernyertifikatan Tanah Kantor Imigrasi

Dia memang terlahir dari darah Nahdlatul Ulama (NU), di mana sang ayah merupakan kader senior NU.

“Saya selama ini penonton jadi tim sukses mulu. Jadi saya ingin mencoba mensukseskan diri. Selama ini mensukseskan teman saja,” ujar Erwin Aksa di hadapan elit dan kader PWNU DKI Jakarta Kamis (7/9/2023).

Di dalam silahturahminya itu, Erwin mempunyai terobosan untuk menangani polusi udara Jakarta yang saat ini tak kunjung selesai.

Hal ini dia ungkap karena sebagai calon kandidat Legislatif Senayan dari Dapil Jakarta.

Menurut dia, Pemerintah DKI Jakarta harus berani mengeluarkan kebijakan dalam membatasi masuknya produk kendaraan bermotor di Ibu Kota.

Baca juga: Mobil Patroli Nyaris Serempet Mobil Delegasi KTT ASEAN Asal Laos, Ini Penjelasan Polda Metro Jaya

Sebab kendaraan menjadi salah satu biang kerok polusi udara.

“Tapi harus ada komitmen juga kendaraan bermotor mobil harus dikurangi, sudah banyak regulasi di negara maju bahwa jumlah mobil itu harus dikontrol Perlu keberanian, lihat aja dilampu merah menumpuk motor,” jelas Erwin.

Terpenting, kata dia, pusat ekonomi jangan menumpuk semua di Jakarta. Memang saat ini sudah merambah ke wilayah BSD, Tangerang, Banteng. “Pelan-pelan juga harus dibenahi,” lanjutnya.

Disamping itu menurut dia, buruknya polusi udara di Jakarta disebabkan masih minimnya ruang terbuka hijau di Jakarta. Jika banyak ruang terbuka hijau maka menjadi solusi pembersih udara.

“Polusi udara yang pertama DKI ini kekurangan ruang hijau apalagi di utara khususnya, taman nya kurang termasuk juga beberapa daerah,” imbuhnya.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved