Rabu, 22 April 2026

Berita Jakarta

Kasus ISPA di DKI Jakarta Tembus 100 Ribu Orang, Heru Budi Minta Warga Waspada

Dinas Kesehatan DKI Jakarta mencatat ada sekitar 100.000 warga setempat yang mengalami Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA).

Penulis: Fitriyandi Al Fajri | Editor: Feryanto Hadi
Healthhub
Ilustrasi anak sedang terserang infeksi saluran pernapasan atas (ISPA). 

"Berdasarkan hasil pemantauan kualitas udara oleh Pemprov DKI rata-rata konsentrasi bulanan PM 2.5 tertinggi terjadi di bulan Juli sepanjang tahun 2023 sebesar 48,72 mikrogram per meter kubik dan terendah terjadi di bulan Februari sebesar 16,98," ungkapnya. 

Upaya beralih ke transportasi umum 

Sementara itu, Akademisi Teknik Sipil Unika Soegijapranata, Djoko Setijowarno mengatakan, pemerintah telah meresmikan LRT Jabodebek untuk menekan angka kemacetan di Jakarta dan perbaiki kualitas udara.

Selama satu bulan pasca di resmikan Presiden Joko Widodo, PT LRT Jabodebek menetapkan tarif satu kilometer pertama Rp 5.000 dan Rp 700 untuk setiap kilometer berikutnya. 

Tarif untuk jarak terjauh sebesar Rp 27.500 dan rencananya beberapa bulan setelah pengoperasian akan ada harga khusus untuk menarik sebanyak mungkin masyarakat menggunakannya LRT Jabodebek.

"Melihat stuktur tarif, layanan LRT Jabodebek ditujukan untuk kelompok masyarakat menengah ke atas," ucapnya.

Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) memastikan bahwa pembaharuan software operasi LRT Jabodebek sudah hampir rampung dan siap dilakukan uji coba terbatas bersama penumpang. 
Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) memastikan bahwa pembaharuan software operasi LRT Jabodebek sudah hampir rampung dan siap dilakukan uji coba terbatas bersama penumpang.  (dok. Direktorat Jenderal Perkeretaapian)

Djoko melihat, tujuan pemerintah menetapkan tarif tersebut supaya warga menengah ke atas bisa beralih dari kendaraan pribadi ke angkutan umum.

"Sehingga dapat mereduksi kemacetan lalu lintas di jalan. Selain itu, setidaknya dapat membantu pula mereduksi polusi udara yang terjadi sekarang," tegasnya. 

Di sisi lain, kelompok masyarakat menengah ke bawah sudah disediakan KRL Jabodetabek dengan tarif yang lebih murah. 

Menurutnya, Tarif LRT Jabodebek lebih tinggi dari tarif KRL lantaran prasarana dan sarana kereta tersebut semuanya baru.

"Tapi pemerintah harus mengupayakan, ongkos transportasi warga yang menggunakan angkutan umum tidak lebih dari Rp 50 ribu untuk pergi dan pulang beraktivitas," terangnya. 

Selama satu bulan ini, PT LRT Jabodebek menerapkan tarif sebesar Rp 5.000 dan diharapkan semua masyarakat beralih.

Sebab, masyarakat yang bekerja di Jakarta rata-rata tinggal di Bekasi, Bogor, Depok dan Tangerang harus mengeluarkan ongkos untuk kendaraan pribadi sekira Rp 75.000 sampai Rp 100.000.

"Pemerintah juga sudah sediakan layanan Bus JR Connection, cukup laris bertarif Rp 20 ribu sekali perjalanan berhenti di pusat Kota Jakarta, seperti Kawasan Blok M dan Monas," kata Djoko. (m26)

 

Baca Wartakotalive.com berita lainnya di Google News

Sumber: WartaKota
Halaman 3/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved