Berita Jakarta
Kasus ISPA di DKI Jakarta Tembus 100 Ribu Orang, Heru Budi Minta Warga Waspada
Dinas Kesehatan DKI Jakarta mencatat ada sekitar 100.000 warga setempat yang mengalami Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA).
Penulis: Fitriyandi Al Fajri | Editor: Feryanto Hadi
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono mengungkap, kasus Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA) di Ibu Kota mengalami kenaikan. Kasus ini naik karena adanya perubahan musim, termasuk polusi udara di Jakarta.
“Iya ada kenaikan, tapi tetap ditangani oleh Puskesmas tapi ISPA-nya kan masih ringan,” ujar Heru di Balai Kota DKI pada Selasa (29/8/2023).
Heru mengatakan, penyampaian dari Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin memang benar, kasus ISPA di Jakarta naik. Berdasarkan data yang dia punya, ada kenaikan di kisaran 24-31 persen.
“Khususnya balita, jadi kami mengimbau anak-anak kecil kalau keluar rumah bisa menggunakan masker,” kata Kepala Sekretariat Presiden RI ini.
Baca juga: Ini Lokasi Penemuan Jasad Imam Masykur di Sungai Citarum Karawang usai Dibuang Oknum Paspampres
Diberitakan sebelumnya, Dinas Kesehatan DKI Jakarta mencatat ada sekitar 100.000 warga setempat yang mengalami Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA).
Meski demikian, Dinkes memastikan bahwa kejadian itu bukan karena polusi udara yang saat ini ramai diperbincangkan.
“(ISPA) lebih pengaruh ke (perubahan) iklim,” ujar Kepala Seksi Surveilans Epidemiologi dan Imunisasi Dinkes DKI Jakarta Ngabila Salama pada Selasa (15/8/2023).
Ngabila mengatakan, dampak polusi udara biasanya lebih banyak mengarah ke penyakit kronis atau penyakit tidak menular.
Mulai dari radang paru, penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), asma dan penyakit sirkulasi darah seperti hipertensi dan jantung.
Baca juga: Minimalkan Polusi, Dinas LH Lakukan Hujan Buatan, Uji Emisi hingga Ajak Warga Naik Transportasi Umum
“Oleh karena itu untuk mengantisipasi sebaiknya kalau keluar dari ruangan tertutup menuju ruangan terbuka menggunakan masker. Selama musim pancaroba ini, jaga imunitas kita tetap baik dengan makan yang cukup dan bergizi juga berolahraga,” katanya.
Berdasarkan data yang dia punya, kasus ISPA DKI Jakarta dari Januari sampai Juni berada di kisaran 100.000 kasus.
Rinciannya, Januari ada 102.609 kasus; Februari 104.638 kasus; Maret 119.734 kasus; April 109.705 kasus; Mei 99.130 kasus dan Juni 102.475 kasus.
“Tidak ada kenaikan kasus ISPA yang bermakna sejak bulan April sampai Juli 2023,” ucapnya.
Dinas LH Lakukan Hujan Buatan
Dinas Lingkungan Hidup (LH) DKI Jakarta menyatakan faktor meteorologi turut mempengaruhi kualitas udara Jakarta saat memasuki musim kemarau beberapa waktu lalu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/anak-ispa1411.jpg)