Bayi Tertukar
Heboh, Bayi Tertukar di Kabupaten Bogor, Siti Mauliah Baru Sadar saat Menyusui, Ini Kisahnya
Warga Ciseeng, Kabupaen Bogor, dihebohkan kasus bayi tertukar dari warganya, yakni pasutri Muhammad Tabrani dan Siti Mauliah.
WARTAKOTALIVE.COM, BOGOR - Kasus bayi tertukar kembali terjadi, kali ini dialami oleh pasangan Muhammad Tabrani (52) dan Siti Mauliah (37).
Warga Ciseeng, Kabupaten Bogor ini, sedih karena butuh waktu setahun untuk memastikan bahwa bayi mereka benar tertukar.
Kepastian bahwa bayi yang dirawat bukan anak kandung Tabrani dan Siti setelah melewat fase tes DNA.
Hasilnya fix, bayi itu bukan anak kandung pasutri yang berbeda usia 15 tahun ini.

Tabrani dan Siti lantas berjuang untuk mencari darah dagingnya.
Perjuangannya menemukan hasil, diketahui anak kandung itu berada di tangan seorang ibu berinisial B, yang juga warga Kabupaten Bogor.
Namun, ibu B ini tak percaya begitu saja, dia enggan melakukan tes DNA.
Ibu B ini meminta seluruh bayi yang lahir di hari yang sama di RS Sentosa, di kawasan Kemang, Kota Bogor, juga tes DNA.
Mengingat perjuangannya tak mudah, Tabrani dan Siti akhirnya mengandeng kuasa hukum, dan memilih melapor ke polisi.
Baca juga: Keji! Bayi Hasil Hubungan Gelap Mertua dan Mantan Menantu Dibuang ke Sungai dalam Keadaan Hidup
Ini kisah bayi yang tertukar tersebut:
Sebagai wanita yang mengandung hingga melahirkan, Siti Mauliah sudah feeling, bayi yang diserahkan kepadanya bukanlah bayi yang ada dalam rahimnya selama sembilan bulan.
Siti Mauliah mengaku ada perbedaan usai menyusui anaknya saat hari kedua setelah melahirkan.
Siti sudah mengutarakan rasa yang mengganjal kepada suaminya, namun sang suami tak menaruh kecurigaan apapun.
"Sehari semalem itu kan sama saya, pas mau pulang dari RS itu fisiknya udah beda, saya bertanya sama suami karena beda," ucapnya.
Baca juga: Terekam CCTV, Wanita Bermobil Buang Bayi Laki-laki di Atas Meja Warung di Cakung Jaktim
"Kata suami engga mungkin rumah sakit salah," imbuhnya saat dijumpai TribunnewsBogor.com, Kamis (10/8/2023).
Saat mengurus administrasi kepulangan, Siti Mauliah kembali merasa curiga lantaran gelang yang melekat pada bayinya bukan atas namanya.
Namun, rumah sakit meyakinkan bahwa itu anak dari Siti Mauliah.
"Tapi udah tau bukan (atas namanya) tetap dibuka terus, katanya disuruh simpen, yaudahlah pulang," terangnya.
Lalu keesokan harinya, dua orang perawat dari rumah sakit tersebut mendatangi rumah untuk mempertanyakan gelang tersebut.
Baca juga: Bayi Berkaki Enam Lahir di Lombok, Dokter Ungkap Fakta Penyebab dan Siapkan 8 Spesialis
Kedua perawat tersebut mengatakan ingin mengambil gelang untuk keperluan suatu program.
"Itu pagi-pagi dia nyusul gelang, alasanya buat kunjungan jonhson.
Itu gelang harus ketemu, sampe keluarga saya semua ikut nyari, dia pulang itu harus bawa gelang," katanya.
Setelah beberapa hari akhirnya gelang itu pun berhasil ditemukan dan dikembalikan ke rumah sakit.
Saat mengembalikan gelang tersebut, sebenarnya Siti Mauliah kembali menanyaka apakah bayinya tertukar lantaran gelang tersebut bukan atas namanya.
Tapi, lagi-lagi pihak rumah sakit mengatakan bahwa anaknya tidak tertukar.
"Katanya cuma gelangnya aja yang ketuker," ujarnya.
Akhirnya Siti Mauliah pun kembali pulang ke rumahnya dengan menyimpan rasa kejanggalan.
Yakin anaknya tertukar, Siti Mauliah terus mencoba mencari keberadaan bayinya dengan meminta alamat pasien yang ada di gelang tersebut.
"Saya minta alamat berhubung hati saya gundah terus si bayi ini bukan anak saya walaupun sama saya dirangkul tapi hati saya engga nerima," ucapnya.
"Saya minta alamat gelang itu ke rumah sakit, ketemu, langsung saya susul ke rumah pasien B," imbuhnya.
Akan tetapi, atas nama pasien ada di gelang tersebut bersikukuh bahwa anaknya tidak tertukar.
Siti Mauliah pun meminta kejelasan kepada pihak rumah sakit yang kemudian menyarankan untuk melakukan tes DNA di Cempaka Putih, Jakarta Pusat.
Dari hasil tes DNA tersebut, Siti Mauliah mengungkapkan bahwa anak yang dirawatnya tersebut bukan anak biologisnya.
Rasa janggal yang selama ini ia rasakan pun akhirnya terungkap dengan hasil tes DNA yang menunjukan tidak ada kecocokan dengannya.
Siti Mauliah, pasien B atau pasien yang ada di gelang tersebut dan rumah sakit melakukan mediasi untuk mencari titik terang.
Akan tetapi, mediasi tersebut belum membuahkan hasil.
Pasalnya, pasien B masih enggan untuk melakukan tes DNA.
Hingga kini Siti Mauliah masih berjuang untuk mencari keberadaan anak kandungnya.
"Mungkin kalau engga ada suster ke sini saya engga janggal dan gelisah, berhubung suster ke rumah saya makin mengganjal dan gelisah," ucapnya.
"Kalau suster engga datang ke rumah saya juga engga akan tahu," pungkasnya.
Dilaporkan ke Polres Bogor
Kuasa hukum Siti Mauliah, Rusdy Ridho mengatakan, awalnya Siti Mauliah melahirkan anak laki-laki di Rumah Sakit Sentosa yang berada di Jalan Raya Kemang, Desa Pondok Udik, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor.
Usai melahirkan pada 18 Juli 2022, Siti Mauliah merasa bayinya tertukar dengan anak orang lain.
"Satu tahun yang lalu klien saya lahiran secara sesar, kemudian hari pertama masih megang bayi yang dia lahirkan, kemudian hari kedua ketika dikasih udah beda secara feeling ketika menyusui," kata kuasa hukum Siti Mauliah, Rusdy Ridho saat dikonfirmasi TribunnewsBogor.com, Kamis (10/8/2023).
Dugaan bayi tertukar setelah pihak Rumah Sakit Sentosa datang ke rumah Siti di Ciseeng, Kabupaten Bogor menanyakan gelang yang menempel pada bayi tersebut.
"Biasanya gelang itu disimpen, ini dikasih, pas dilihat gelangnya itu atas nama pasien yang lain," tuturnya.
Kecurigaan Siti dan suaminya semakin menguat jika bayi yang bersamanya selama setahun tersebut bukanlah anak kandungnya.
Namun, saat itu pihak rumah sakit membantah jika telah melakukan kelalaian dan jika hanya gelang nama saja yang tertukar bukan bayinya.
"Jadi semenjak itu klien kami mencari kebenaran informasi, tapi pihak rumah sakit mengatakan hanya gelang saja yang tertukar," ucapnya.
Kemudian, pihak Siti Mauliah pun meminta kepada Rumah Sakit Sentosa agar bayi yang selama ini dirawatnya untuk dilakukan tes DNA pada dua bulan lalu.
"Jadi valid hasil DNA itu bukan anak dari ibu Siti. Jadi sekarang itu bayi yang ada di ibu siti bukan anak dia," terangnya.
Menurutnya, saat ini kasus tersebut sudah dilaporkan ke aparat kepolisian.
"Kami sudah laporakan juga ke unit PPA Polres Bogor, katanya sampai saat ini masih tahap penyelidikan," kata dia.
Sementara itu, hingga berita ini dimuat, TribunnewsBogor.com telah mencoba melakukan konfirmasi kepada pihak rumah sakit.
Baca berita Wartakotalive.com lainnya di Google News
bayi tertukar
bayi
Kabupaten Bogor
Siti Mauliah
Muhammad Tabrani
menyusui
RS Sentosa
ibu kandung
Warga Ciseeng
Polres Bogor
Hasil Tes DNA soal Kasus Bayi Tertukar di Cempaka Putih Sudah Keluar, Begini Fakta yang Terjadi |
![]() |
---|
Bayi Tertukar di RS Sentosa, Orangtua Sulit Bonding, Dian: Dia Masih ASI, tak Bisa Langsung Distop |
![]() |
---|
Kasus Bayi Tertukar, RS Sentosa tak Mau Beri Ganti Rugi, Siti Mauliah: Sulit Memaafkan Kedua kali |
![]() |
---|
Kasus Bayi Tertukar, Dian dan Suami Sesali RS Sentosa Beri Alamatnya pada Siti Mauliah |
![]() |
---|
RS Sentosa Setengah Hati Ganti Rugi Bayi Tertukar, Hotman Paris: Bawa Uang Satu Truk, Pasti Beres |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.