Peristiwa
Umar Patek Menangis bertemu Keluarga Korban Bom JW Marriott, Minta Maaf agar Ringan di Yaumul Hisab
Mantan teroris Bom Bali I Umar Patek menangis saat minta maaf kepada keluarga korban. Dia menyesal dan berharap hal itu meringankannya di Yaumul Hisab
Penulis: Miftahul Munir | Editor: Rusna Djanur Buana
Umar Patek kemudian keluar dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Surabaya, Porong, Sidoarjo pada 7 Desember 2022.
Statusnya berubah dari narapidana menjadi klien pemasyarakatan. Dia wajib mengikuti program bimbingan dari Balai Pemasyarakatan (Bapas) Surabaya sampai 29 April 2030.
Jika dia kembali berulah, statusnya dicabut dan dia kembali dipenjara.
Sementara itu Ketua FKAAI, Suhail mengatakan pihaknya sudah dua kali menggelar kegiatan tragedi JW Marriott.
Pertama, memperingati 10 tahun tragedi bom bunuh diri yang berlangsung di Hotel JW Marriott Jakarta Selatan atau di lokasi kejadian.
"Nah sekarang kita sudah 20 tahun sebagai ulang tahun emasnya, istilahnya tragedi emas itu kita peringati. Semoga teror bom tidak pernah terjadi lagi," tuturnya di Plaza Semanggi, Sabtu (5/8/2023).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/Umar-Patek-Menangi-Minta-Maaf.jpg)