Berita Jakarta
Keluarga Jelaskan Penyakit Batu Ginjal yang Dialami Amanda hingga Tak Hadir di Sidang Mario Dandy
Tak lama setelah dinyatakan DBD, Arinta menuturkan keponakannya, Amanda mengalami sakit di bagian perutnya, sakit pinggang, hingga sariawan
Penulis: Nurmahadi | Editor: Feryanto Hadi
Laporan Reporter Wartakotalive.com, Nurmahadi
WARTAKOTALIVE.COM, PASAR MINGGU- Tante Amanda alias APA, yakni Arinta sebut awal mula keponakannya terkena penyakit batu ginjal, hingga harus menjalani perawatan di rumah sakit.
Menutur Arinta, penyakit batu ginjal yang dialami APA, berawal dari penyakit DBD (Demam Berdarah Dengue).
Disampaikan Arinta, keponakannya itu dibawa ke RS Puri Cinere pada 14 Mei 2023, untuk menjalani opname, karena Amanda mengalami DBD.
Hasilnya, Amanda dinyatakan positif DBD hingga membuat dia harus dirawat.
Baca juga: Dukung JPU Jemput Paksa Amanda, Kuasa Hukum Mario Dandy dan Shane Lukas: Kebenaran Harus Dimunculkan
Tak lama setelah dinyatakan DBD, Arinta menuturkan keponakannya, Amanda mengalami sakit di bagian perutnya, sakit pinggang, hingga sariawan di seluruh mulutnya.
"Lalu dokter kan observasi dilakukan lah CT Scan dan sebagainya, lalu ditemukan batu ginjal di ginjal sebelah kanan, makanya sakitnya di sebelah kanan," ujarnya kepada awak media, di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (27/6/2023).
Menurut Arinta, peralatan batu ginjal berupa ESWL pada Amanda di RS Puri Cinere tak ada sehingga tindakan ESWL dilakukan di RS Mayapada Hospital, Lebak Bulus, Jakarta Selatan.
Setelah dilakukan ESWL di RS Mayapada lajut Arinta, Amanda kembali ke RS Puri Cinere untuk dirawat pasca operasi hingga akhirnya dia keluar dari RS pada 7 Juni 2023 lalu.
"Menurut dokter ini sudah sembuh tapi Amanda masih mengeluh kenapa kok pinggangnya masih sakit. Dokter mengatakan oh itu biasa karena luka kan bekas operasi sakit, nanti ilang kok lama-lama, akhirnya kita keluar," ujarnya.
"Baru 3 hari di rumah tanggal 10 Juni itu Amanda teriak-teriak kesakitan pada saat dia kencing, kesakitan lalu demam tinggi 39 derajat akhirnya kita larikan lagi ke RS, nah di RS diperiksa lab lagi tapi katanya gak apa-apa," sambungnya.
Baca juga: Amanda akan Dijemput Paksa, Keluarga Tidak Terima Minta Kondisi Kesehatatan Diperiksa
Selain itu, pihak keluarga kemudian mencari opsi lain untuk memeriksa Amanda di Lab RS Pondok Indah.
Hasilnya, batu ginjal masih bersarang di tubuh Amanda. Diperkirakan, pasca ditembak laser atau ESWL, serpihan batu itu menyangkut pada bagian saluran kemih.
"Serpihannya itu ada yang nyangkut di saluran kemih, nah itu yang menimbulkan infeksi yang membuat Amanda teriak-teriak kesakitan kalau kencing," paparnya.
Lebih lanjut, Arinta menuturkan, pihaknya akan terbuka bila Jaksa hendak memeriksa Amanda, hanya saja Jaksa harus membuat surat resminya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/Anastasia-Pretya-Amanda-atau-APA.jpg)