Sabtu, 2 Mei 2026

Berita Nasional

Respon Huzaifa Dadang Soal Tim 9 PB PGRI Disebut Oknum Perusak Organisasi

Ketua PB PGRI Huzaifa Dadang merespon pernyataan Ketua Departemen Kominfo PB PGRI Wijaya Winarya mengenai Tim 9 PB PGRI.

Tayang:
Editor: PanjiBaskhara
Istimewa
Ketua PB PGRI Huzaifa Dadang merespon pernyataan Ketua Departemen Kominfo PB PGRI Wijaya Winarya mengenai Tim 9 PB PGRI. Logo: PGRI 

WARTAKOTALIVE.COM - Ketua PB PGRI Huzaifa Dadang akui menyayangkan pernyataan Ketua Departemen Kominfo PB PGRI Wijaya Winarya.

Dimana, jelas Huzaifa Dadang, Wijaya Winarya menyebut apabila Tim 9 dari PB PGRI sebagai oknum yang tidak bertanggung jawab.

Bahkan, kata Wijaya Winarya, jelasnya, disebut Tim 9 PB PGRI adalah oknum merusak dan meruntuhkan kewibawaan organisasi PGRI.

"Tim 9 itu bukan oknum, sebab didalamnya ada sekjen, dua ketua, dan enam ketua departemen. Apakah ini disebut oknum?" katanya Dadang dalam keterangannya, Selasa (20/6/2023).

Baca juga: Kisruh Mosi Tidak Percaya Muncul di Tubuh Organisasi PB PGRI, Huzaifa Dadang: Tinggal Jawab Saja

Baca juga: Pengurus PGRI Provinsi dan Kabupaten/Kota Membuat Mosi Tidak Percaya, Ini Respon Tim Sembilan

Baca juga: Belasan Pengurus Provinsi Kompak Sebut PGRI Sedang Tidak Baik-baik Saja: Kami Punya Banyak Bukti

Dadang masih ingat paparan Ketua Umum PB PGRI Unifah Rosyidi dalam Rakornas PGRI pada 15 Juni lalu.

Dimana pada awal paparannya, ketua umum tampilkan illustrasi sangat inspiratif yaitu seekor kucing yang tengah bekaca dan melihat bayangannya sebagai seekor harimau.

Ketika itu, kata Dadang, ketua umum dengan penuh semangat dan nada biacara yang bergetar menahan emosi dengan lantang mengatakan berulang-ulang kata 'ngaca'.

Dadang menilai, ilustrasi dibarengi dengan kata 'ngaca' itu disampaikan ketua umum untuk menyindir pihak-pihak yang tidak sejalan dengannya di internal PGRI, khususnya berkaitan dengan mosi tidak percaya.

"Sindiran itu jelas merupakan sikap penghinaan yang ditujukan kepada pembuat mosi tidak percaya maupun sebagian pengurus PB PGRI yang tidak termasuk kelompok pemuja-pemuji alias Tim 9" tegasnya.

Akan tetapi, lanjutnya, setelah menyimak paparan Unifah Rosyidi, pihaknya berfikir bahwa sebenarnya ilustrasi penghinaan ketua umum justru lebih pantas ditujukan kepada pihak yang mengeluarkan pers rilis yakni Wijaya Winarya.

Dadang menegaskan, apabila Wijaya Winarya belum lama bergabung sebagai pengurus di PB PGRI dengan posisi hanya sebagai ketua departemen.

Wijaya, disebut Dadang, dengan lancangnya menuding Tim 9 sebagai oknum perusak organisasi.

"Apakah 'si kucing ini; (Wijaya) tidak sadar bahwa di Tim 9 itu ada sekjen, 2 orang ketua PB dan 6 orang ketua departemen yang mungkin lebih pantas disebut harimau di depan si kucing itu."

"Bukan hanya dari posisinya di PB PGRI, tapi juga dari sisi pendidikan, pengalaman organisasi atau birokrasi" jelasnya Dadang.

Dadang menambahkan, masih dengan analogi ketua umum soal kucing dan harimau, sepertinya, kata Dadang, Wijaya tumbuh pesat hingga lupa diri, bahkan tidak sadar kalau dia telah salah asuh oleh majikannya.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved