Pelecehan terhadap jurnalis

Ada Pelecehan kepada Video Journalist Kompas.com Usai Pemeriksaan Yasin Limpo, KPK Minta Maaf

Petugas KPK diduga kuat melakukan pelecehan secara verbal kepada jurnalis wanita usai pemeriksaan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo.

Editor: Rusna Djanur Buana
Warta Kota/Rangga Baskoro
ilustrasi kasus pelecehan 

"Bukan gua!" kelit petugas berbadan tegap yang memakai kemeja biru gelap lengan pendek itu.

Petugas tersebut kemudian mendapat perlawanan dari jurnalis yang mengerumuninya.

“Lu ngomong (kalimat tak pantas),” kata wartawan lainnya.

Namun, petugas itu justru kembali berkilah.

Ia justru mengatakan "Hei kalau sudah di KPK sudah biasa."

Jurnalis Kompas.com itu pun berkali-kali menangis dan merasa begitu emosi. Wartawan yang lain pun menenangkan dan memberi dukungan karena sudah berani bersuara.

Baca juga: Ada 3 juta Penumpang KRL Selama Musim Mudik Lebaran, Diprediksi Terjadi Kasus Pelecehan Seksual

Cekcok sempat terjadi. Salah satu fotografer pun ikut marah dan meneriaki petugas tersebut. Keributan hampir terjadi namun dilerai.

Namun, petugas itu justru terkesan tidak menunjukkan rasa bersalah bahkan seperti menantang, alih-alih meminta maaf.

Selang beberapa jam kemudian, Juru Bicara Penindakan dan Kelembagaan KPK, Ali Fikri mengatakan, pihaknya meminta maaf kepada para wartawan.

Pelaksana Tugas (Plt) Juru Bicara Penindakan KPK Ali Fikri
Pelaksana Tugas (Plt) Juru Bicara Penindakan KPK Ali Fikri (Tribunnews.com)

Ali juga menyatakan, KPK akan menggelar pertemuan, mempertemukan para awak media dengan petugas tersebut. 

“Pada prinsipnya kami meminta maaf kepada teman-teman, kalau kemudian ada kejadian di luar yang tidak dimungkinkan.

Setelah ini kami akan melakukan pertemuan dengan teman-teman jurnalis, kemudian dengan petugas KPK itu sendiri,” tambahnya.

Dihubungi terpisah, jurnalis Kompas.com itu menyesalkan tindakan itu. Ia juga meminta agar KPK dapat menjatuhkan tindakan tegas kepada petugas tersebut.

“Aku kaget dan marah banget. Aku desak-desakan demi kerjaan terus ada orang yang dengan gampangnya ngomong hal negatif kayak begitu,” ujarnya, Selasa (20/6/2023).

Emosinya tidak begitu saja selesai setelah memutuskan untuk bersuara dan melawan laki-laki tersebut bersama wartawan lainnya.

Baca juga: Cegah Pelecehan, MRT Jakarta Sediakan Gerbong Khusus Perempuan Pada Jam Sibuk

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved