Warta Kampus
Mahasiswa FTUI Rancang TODerse, Sistem Berbasis Digital untuk Transportasi di Kawasan Berkonsep TOD
Aplikasi ini memiliki beberapa fitur, yaitu integrated scheduling (penjadwalan terintegrasi) untuk dapat memperkirakan waktu keberangkatan dan tiba
"Dalam merancang aplikasi TODerse, digunakan metode Waterfall yang merupakan salah satu metode pendekatan terhadap Software Development Life Cycle (SLDC)," bunyi keterangan Tim Gazebian.
Baca juga: Terbaru dari FTUI, Buka 3 Peminatan Baru Program Magister Terkait Produksi Energi Bersih Terbarukan
Melalui metode ini, sebuah aplikasi dapat langsung merilis seluruh fitur yang ada secara langsung saat aplikasi sudah berjalan secara fungsional.
Adapun metode Waterfall ini, yaitu pertama Requirement, tahapan pemenuhan kebutuhan, dengan mengumpulkan informasi terkait data dan keperluan aplikasi.
Kedua Design, tahap perancangan berbagai data yang telah didapat pada tahap sebelumnya.
Ketiga Implementation, tahapan membuat software TODerse, seperti tahap programming dan dokumentasi program.
Keempat Integration and Testing, tahap pengujian terkait kesesuaian aplikasi dengan desain awal serta pengoperasian fitur.
Kelima maintenance, yaitu mengembangkan aplikasi berdasarkan evaluasi yang ada
Dekan FTUI, Prof. Dr. Heri Hermansyah, ST., M.Eng., IPU., menyampaikan apresiasi terhadap gagasan solutif dari para mahasiswa FTUI ini
“TODerse menjadi rancangan aplikasi yang inovatif juga solutif sebagai bentuk optimalisasi kawasan TOD untuk mengatasi kemacetan. Pengembangan aplikasi ini sangat diharapkan dapat signifikan, karena dapat menjadi solusi aplikatif bagi masyarakat khususnya yang tinggal di perkotaan. Saat ini TODerse masih dalam tahap penyempurnaan dan penjajakan mitra-mitra untuk pengembangan aplikasi.”
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/aplikasi-inovatif-terintegrasi-untuk-mengatasi-kemacetan.jpg)