Kesehatan
Punya Karakteristik Unik, Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko Kesehatan Pada Anak
Dampak dari cuaca ekstrem akibat perubahan iklim mempengaruhi kondisi kesehatan masyarakat, khususnya pada kelompok rentan yakni anak-anak.
Penulis: Mochammad Dipa | Editor: Mochamad Dipa Anggara
Sementara satu poin lainnya adalah dampak kesehatan pada anak akibat bencana alam terkait perubahan iklim.
Dr. Khadafi menjelaskan, dampak langsung perubahan iklim terhadap kesehatan anak terjadi karena perubahan suhu bumi yang ekstrem.
Kemudian, kejadian cuaca ekstrem yang berakibat pada kekeringan dan kebakaran hutan, banjir, ataupun proses presipitasi yang ekstrem juga dapat memengaruhi kesehatan anak-anak.
”Hasil penelitian di Kanada selama 30 tahun pengamatan sejak 1981-2010, terdapat hubungan yang kuat antara peningkatan suhu bumi yang ekstrem dengan kematian bayi mendadak. Kematian ini terjadi pada bayi berusia 3-12 bulan,” katanya.
Selain cuaca panas, suhu dingin bumi yang ekstrem juga sangat berisiko terutama pada bayi berusia 0-185 hari karena akan menyebabkan hipotermia hingga memicu kematian.
“Pada periode usia ini, bayi memang harus dijaga agar selalu dalam keadaan hangat,” papar dr. Khadafi.
Menurutnya, dalam situasi perubahan iklim seperti ini dibutuhkan bentuk upaya nyata dari semua pihak.
“Diperlukan upaya pencegahan yang nyata untuk mereduksi dampak perubahan iklim ini. Hal ini bisa dilakukan dengan menyebarkan ke banyak orang, sehingga dampak pada anak bisa diminimalisir,” ungkap Khadafi.
Sementara, Ketua Pengurus Pusat IDAI Piprim Basarah Yanuarso menambahkan perubahan iklim secara global secara spesifik sudah bisa dirasakan saat ini.
Piprim khawatir, perubahan iklim dapat memicu berbagai macam dampak buruk pada anak-anak sebagai salah satu kelompok rentan, utamanya yang berusia 0-18 tahun.
Dengan demikian, ia menyarankan sebisa mungkin anak-anak dapat menghindari perubahan cuaca seperti suhu panas yang terjadi baru-baru ini, dengan lebih banyak beraktivitas di dalam ruangan.
“Masalah perubahan iklim ini akan berbeda di tiap negara, yang empat musim dengan negara dua musim tentu saja berbeda. Tetapi pada prinsipnya anak adalah kelompok rentan, yang harus dilindungi, dan karakter anak adalah tumbuh juga berkembang. Perubahan iklim tidak boleh menghalangi mereka untuk bisa tumbuh dan berkembang dengan baik,” pungkas Piprim.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/Karakteristik-unik-anak-yang-menyebabkan-anak-anak-rentan-terkena-penyakit.jpg)