Kamis, 14 Mei 2026

Kesehatan

Punya Karakteristik Unik, Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko Kesehatan Pada Anak

Dampak dari cuaca ekstrem akibat perubahan iklim mempengaruhi kondisi kesehatan masyarakat, khususnya pada kelompok rentan yakni anak-anak. 

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Mochammad Dipa | Editor: Mochamad Dipa Anggara
Wartakotalive.com/Mochammad Dipa
Karakteristik unik pada anak yang membuat mereka merupakan kelompok rentan terhadap kondisi kegawatdaruratan kesehatan akibat perubahan iklim. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Perubahan iklim mengakibatkan terjadinya cuaca ekstrem yang berdampak negatif berupa kerusakan lingkungan serta mempengaruhi kesehatan manusia secara langsung, khususnya pada kelompok rentan yakni anak-anak. 

Ketua Satgas Bencana IDAI Dr. Kurniawan Taufiq Khadafi, M. Biomed, SpA(K) yang juga dokter spesialis anak mengatakan, ada karakteristik unik pada anak yang menjadikan anak rentan terhadap kondisi kegawatdaruratan kesehatan akibat perubahan iklim.

“Anak itu bukan dewasa mini. Dimana proses yang ada pada anak itu sebagian besar proses tubuhnya berbeda dengan dewasa,” ujar dr. Khadafi saat media briefing IDAI dengan topik Dampak Perubahan Iklim pada Kesehatan Anak secara daring, Selasa (2/5/2023).

Dr. Khadafi kembali menjelaskan, bahwa ada sejumlah karakteristik unik pada anak yang membuat mereka merupakan kelompok rentan terhadap kondisi kegawatdaruratan akibat perubahan iklim.

1. Anak banyak menghirup udara

Menurut dr. Khadafi, anak-anak lebih banyak menghirup udara dan terlihat dari frekuensi napas anak lebih banyak dibandingkan orang dewasa.

“Dengan banyak menghirup udara, memudahkan anak menghirup bahan yang sifatnya berbahaya di udara dan ini menyebabkan akan rentan terkena penyakit,” jelasnya.

2. Aktif bermain di luar

Seperti diketahui, kebanyakan anak-anak memiliki rutinitas di luar rumah dengan bermain bersama dengan teman sebayanya. 

Lalu, saat melakukan aktivitas ini mereka memegang barang-barang yang kemungkinan kotor. 

Mereka juga sangat mudah untuk memasukkan sesuatu ke mulut. Alhasil, anak-anak akan sangat mudah terinfeksi penyakit.

“Pada anak yang usianya lebih besar, mereka banyak bermain di luar rumah, anak-anak eksplorasi bermain dengan bahan-bahan yang kotor dan mudah memasukkan ke dalam mulut. Ini kelihatannya simpel, tetapi kita akan melihat itu adalah salah satu sifat anak yang dampak dari perubahan iklim akan masuk dalam situasi seperti ini,” ungkap dr. Khadafi. 

3. Tidak mampu mengekspresikan keluhan

Faktor lainnya yang membuat anak-anak rentan terkena penyakit adalah mereka tidak mampu mengungkapkan dan mengekspresikan keluhan.

“Ketika anak itu sudah dalam keadaan sakit kadang kala kita tahunya sudah berada dalam fase lanjut oleh karena keluhan awal tidak diungkapkan secara jelas oleh anak,” ujar dr. Khadafi.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved