Minggu, 26 April 2026

Hari Kartini

Peringati Hari Kartini, Sequis Ajak Perempuan Indonesia Perlu Jaga Kesehatan dan Berasuransi

Di Hari Kartini ini, dr Debora Aloina Ita Tarigan menyarankan agar perempuan Indonesia memberikan perhatian khusus soal kesehatan

Istimewa
Peringati Hari Kartini: Sequis Mengajak Perempuan Indonesia Menjaga Kesehatan dan Berasuransi 

“Kesehatan perempuan perlu dilindungi dengan asuransi kesehatan yang bagus. Karena pengobatan penyakit kritis membutuhkan biaya besar dan bisa berlangsung dalam jangka panjang. Sehingga perempuan Indonesia perlu melakukan antisipasi menjaga kestabilan keuangan keluarga melalui asuransi kesehatan dari kerugian ekonomi (loss of income) yang juga bisa berdampak ke masyarakat secara umum,” sebut Fourrita.

Fourrita berbagi tips menentukan produk asuransi kesehatan yang sesuai kebutuhan yang dapat dipertimbangkan oleh para perempuan Indonesia, yakni:

-Pahami dengan baik asuransi kesehatan yang ditawarkan  

Sebelum membeli asuransi kesehatan, sebagai calon nasabah perlu betul-betul memahami penjelasan dari agen asuransi. Misalnya, apa saja manfaat yang ditawarkan, mana saja penyakit yang ditanggung dan tidak ditanggung (pengecualian), bagaimana proses klaim dan cara mengajukan klaim serta cara pembayaran premi.

-Pilih produk asuransi kesehatan sesuai kebutuhan

Pilihlah asuransi yang sesuai dengan kebutuhan dan besarnya risiko hidup. Bila orang tua atau keluarga memiliki riwayat penyakit kritis sebaiknya pilih asuransi kesehatan yang memberikan perlindungan dari penyakit kritis.

Baca juga: Bertepatan dengan Hari Kartini, Persib Bandung Gelar Program Sauyunan Bertajuk #LapanganUntukBerbagi

- Pastikan kemampuan finansial memungkinkan untuk membayar premi

Semakin banyak manfaat asuransi yang ditambahkan akan memengaruhi besaran biaya premi. Untuk itu, pastikan dahulu manfaat asuransi apa yang dibutuhkan kemudian pastikan juga dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari tanpa berutang, dan Anda mampu menyisihkan dana secara konsisten untuk membayar premi setidaknya 10 persen dari penghasilan. 

“Tidak perlu memaksakan memilih produk yang nantinya akan memberatkan keuangan keluarga. Nantinya, seiring meningkatnya pendapatan,  perkiraan kebutuhan masa depan, dan tren kenaikan biaya rumah sakit maka Anda dapat meninjau kembali apakah perlu melakukan penyesuaian pada polis asuransi,” sebut Fourrita.

Baca juga: Asri Welas Cium Tangan Suami Setiap Berpergian, Upaya Menghargai dan Menghormati Perjuangan Kartini

-Pilih asuransi yang memiliki jaringan rumah sakit yang luas

Perusahaan asuransi yang memiliki jaringan rumah sakit yang luas akan memudahkan nasabahnya menjangkau fasilitas kesehatan yang dekat dengan tempat tinggal, kantor, atau jika ia harus berada di luar kota. Adapun Sequis saat ini memiliki lebih dari 500 jaringan rumah sakit di Indonesia dan luar negeri. 

-Perhatikan masa tunggu penyakit

Asuransi kesehatan biasanya memiliki persyaratan masa tunggu untuk beberapa penyakit tertentu. Ketahui dahulu apakah Anda memiliki penyakit bawaan, infokan kepada perusahaan asuransi sebelum Anda diproteksi agar mereka dapat mempertimbangkan risiko yang kita miliki karena hal ini berhubungan dengan daftar  penyakit yang termasuk dalam masa tunggu agar tidak menjadi masalah di kemudian hari jika terkena risiko sakit atau saat mengajukan klaim.

-Sistem pembayaran klaim dengan cashless. 

Pembayaran pengobatan di rumah sakit dengan sistem cashless akan memudahkan pasien dan keluarganya saat membutuhkan pengobatan di rumah sakit.Cukup menunjukkan kartu kepesertaan asuransi kesehatan lalu tagihan rumah sakit akan dialihkan ke pihak perusahaan asuransi selama pengobatan yang dibutuhkan sesuai dengan ketentuan polis.

Sumber: WartaKota
Halaman 2/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved