Ramadan
Buat Pekerja Lapangan yang Berpuasa di Bulan Ramadan Ingin Tetap Bugar? Ini Tips dari Ahli Gizi
Puasa di bulan Ramadan bagi pekerja lapangan tentu sangat berat. Namun, ada tips bugar nig dari ahli gizi, yuk disimak...
Penulis: Nuri Yatul Hikmah | Editor: Valentino Verry
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Di tengah kewajiban umat muslim menjalankan ibadah puasa saat bulan suci Ramadan, masyarakat tetap menjalankan aktivitas dan rutinitas seperti biasanya.
Mereka tetap bekerja dan mengais rupiah demi menghidupi keluarganya.
Kendati begitu, tak semua pekerjaan bisa dilakoni dengan duduk di dalam ruangan.
Ada pula orang yang bekerja di luar ruangan atau biasa disebut pekerja lapangan.
Misalnya saja tukang bangunan. Orang dengan pekerjaan mulia itu, harus siap berada di bawah terik matahari dan melakukan pekerjaan berat apapun kondisinya, termasuk saat bulan Ramadan.
Lantas, bagaimana cara para pekerja menjaga kondisi tubuh agar tetap segar selama berpuasa?
Wartakotalive.com berkesempatan berbincang dengan salah satu Dokter sekaligus Ahli Gizi Masyarakat, Tan Shot Yen yang membagikan sederet tips asupan makanan yang bisa dikonsumsi masyarakat agar tetap aktif selama Ramadan.
Baca juga: Tips Bugar Selama Ramadan 1442 H, Gelandang Persib Febri Hariyadi Jaga Makan, Minum, dan Pola Tidur
Menurut Dokter Tan, para pekerja harus memahami terlebih dahulu konsep makan di bulan Ramadan agar tetap prima beraktivitas.
"Selama konsep makan di bulan Ramadhan dipahami benar, saya rasa akan baik-baik saja bagi semua lapisan, termasuk pekerja kasar atau ekonomi pas-pasan," ujar dr. Tan saat dihubungi Wartakotalive.com, Rabu (29/3/2023).
Konsep makan tersebut adalah mengonsumsi makanan lengkap saat waktu sahur, yang tidak perlu mewah tetapi termasuk empat sehat lima sempurna.
Baca juga: Mengais Rejeki Jadi Tukang Ojek Perahu, Lupi Tetap Tunaikan Puasa Meski Panas Menyengat
Menurutnya, dalam satu piring makan sahur, setiap orang seyogyanya mengonsumsi makanan pokok seperti nasi atau karbohidrat lainnya, lauk pauk, sayuran, serta buah-buahan.
Sehingga, kata Tan, menu warung makan biasa pun tidak masalah, selama unsur-unsur itu terpenuhi.
"Menu warteg pun bisa, yang perlu dihindari tentu asupan-asupan yang hanya membuat perut kenyang atau memuaskan dahaga tapi 'Pukul belakang'," jelas Tan.
Tan menjelaskan, pukul dahaga adalah ketika seseorang mengonsumsi minuman yang mengandung kafein dan bersifat diuretik.
Baca juga: Tips Sehat Puasa Ramadan Bagi Pekerja Kuli, Hindari Makanan Berlebihan Santan dan Gula
"Kopi, teh, bikin dehidrasi. Seperti sunah Nabi, yang terbaik tentu air," ucap Tan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/Pelatihan-tukang-bangunan.jpg)