Ramadan
Ini Perbedaan Cara Makan Kurma Kering dan Kurma Basah Saat Puasa Ramadan
Kurma menjadi salah satu makanan takjil yang sangat baik dicerna. Namun hati-hati dengan kalorinya, maka itu harus disesuaikan untuk konsumsinya
Penulis: Dian Anditya Mutiara | Editor: Dian Anditya Mutiara
Kalau yang basah memang sudah matang, sudah masanya tetapi kurmanya itu (disimpan) lima hari setelah dipetik.
Contohnya seperti ruthob dan sukari.
Kurma ini cocok untuk buka puasa karena lebih cepat dicerna. Sehingga saat shalat magrib sudah punya tenaga
➡️ Kurma Segar
Kurma segar merupakan jenis kurma yang baru dipetik dan langsung dijual.
Kurma segar memiliki tekstur seperti kurma basah, tetapi sedikit lebih kering.
Selain itu, kurma segar memiliki cita rasa manis di awal tetapi pada aftertasenya terasa sepat.
Kandungan kalori pada kurma segar lebih sedikit dibandingkan kurma kering.
Dalam 100 gram kurma segar mengandung 142 kalori.
Baca juga: 4 Fakta Menarik Konsumsi Susu Kurma Ala Artis Ternama Seperti yang Dilakukan Keluarga Raffi Ahmad
Keunggulan Kurma Basah dan Kering
Berdasarkan kandungan gizinya, baik kurma yang dikeringkan maupun kurma basah memiliki keunggulan masing-masing.
Jadi, Anda bebas memilih mana yang lebih sesuai dengan kebutuhan Anda.
Kurma yang dikeringkan mengandung kalsium dan zat besi yang lebih banyak, tapi kurma basah mengandung lebih banyak vitamin C.
Selain itu, kandungan karbohidrat dan serat pada kurma kering jauh lebih besar dibanding kurma segar.
Dalam 100 gram kurma, baik jenis yang basah maupun yang kering, memiliki sekitar 50 – 75 gram karbohidrat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/Kurma-Khalas.jpg)