Pilpres 2024
Dukungan untuk Anies Baswedan di Pilpres 2024 Mulai Merambah ke Wilayah Perkampungan di Jawa Barat
Dukungan untuk bakal calon presiden (Capres) 2024, Anies Baswedan, mulai merambah ke kampung-kampung di Jawa Barat.
Mou itu menandai NasDem, Demokrat, dan PKS resmi memutuskan mendukung Anies Baswedan maju calon presiden di Pilpres 2024.
Di Jakarta, bacaleg dari tiga partai pendukung sudah mulai memasang foto Anies Baswedan dalam poster maupun spanduk sosialisasi mereka.
Mereka cukup percaya diri dan menatap optimistis dukungan partainya kepada sosok Anies Baswedan.
Apalagi, dalam berbagai survei, elektabiltas Anies Baswedan di Jakarta menempati urutan tertinggi dibandingkan sosok potensial lain, semisal Ganjar Pranowo dan Prabowo Subianto.
Survei terbaru Poltracking Indonesia menunjukkan elektabilitas Anies Baswedan sebagai calon presiden (capres) tertinggi di tiga provinsi dari lima provinsi yang disurvei. Tercatat, Anies unggul di DKI Jakarta, Banten, dan Jawa Barat.
Dalam simulasi 3 Capres terkuat di DKI Jakarta, elektabilitas Anies Baswedan 49.6 persen, unggul jauh dari Ganjar Pranowo dengan 27.5 persen, dan Prabowo Subianto sebesar 15.7 persen

Bacaleg Nasdem, Grevilma Kurniati Pertiwi mengakui, diusungnya Anies Baswedan sebagai bacapres, khususnya oleh partai Nasdem, memberikan keuntungan tersendiri baginya yang mencalonkan diri sebagai Anggota DPRD DKI Jakarta pada pemilu 2024 mendatang.
Diketahui, Grevilma yang karib disapa Mpok Wilma ini, akan bertarung di Daerah Pemilihan 7 meliputi Kecamatan Pesanggrahan, Kebayoran Lama, Kebayoran Baru, Cilandak dan Setiabudi
Faktor Anies Baswedan sebagai calon presiden yang diusung pertama kali secara terbuka oleh Nasdem tentunya sangat signifikan dan menguntungkan para caleg dalam melakukan sosialisasi,"
"Khususnya di dapil 7 yang merupakan lokasi dari tempat tinggal bacapres, khususnya di kawasan Lebak Bulus, Kecamatan Cilandak," ujar Mpok Wilma kepada Warta Kota di Jakarta, Kamis (30/3/2022)
Mpok Wilma yang juga dosen di Universitas Indonesia menambahkan, dalam ilmu politik, ada istilah Efek Ekor Jas (EEJ) atau coat-tail effect.
Yaitu secara umum merujuk pada kecenderungan kandidat popular dalam satu level pemerintahan dapat menyebabkan pemilih memilih kandidat dari partai yang sama dengan kandidat populer tersebut untuk level pemerintahan yang lain.
"Penelitian-penelitian ilmiah mengenai EEJ sebenarnya berdasarkan riset pemilu serentak dalam sistem presidensial dua partai seperti misalnya pemilu di Amerika," terang Mpok Wilma.
Dari konsep ini, kata dia, dapat diambil kesimpulan adanya keterikatan yang sejalan antara kekuatan elektoral seorang calon presiden dengan partai politik pendukungnya.
Tim Sinkronisasi Prabowo-Gibran Tegaskan Pemangkasan Makan Bergizi Rp 7.500 Cuma Isu |
![]() |
---|
Gibran Mundur dari Wali Kota Solo, Mardani Ali Sera Sebut Perlu Banyak Menyerap dan Siapkan Diri |
![]() |
---|
Menko PMK Muhadjir Sebut Transisi Pemerintahan Jokowi ke Prabowo Sudah Dibahas Dalam Rapat Kabinet |
![]() |
---|
AHY Dukung Prabowo Tambah Pos Kementerian dan Tak Persoalkan Berapa Jatah Menteri untuk Demokrat |
![]() |
---|
Prabowo-Gibran Ngopi Santai di Hambalang, Gerindra: Sangat Mungkin Bahas Format dan Formasi Kabinet |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.