Polisi Tembak Polisi

LPSK Cabut Hak Perlindungan, Icad Tak Dapatkan Perlakuan Khusus Selama Mendekam di Rutan Bareskrim

LPSK Cabut Hak Perlindungan, Icad Tak Dapatkan Perlakuan Khusus Selama Mendekam di Rutan Bareskrim Mabes Polri

Penulis: Ramadhan L Q | Editor: Dwi Rizki
Akun YouTube Kompas TV
Bharada Richard Eliezer atau Bharada E di acara Rosi di Kompas TV, Kamis (9/3/2023) malam. Bharada E yang akrab disapa Icad mengaku kaget dan sangat tak menyangka banyak masyarakat yang mendukungnya bicara jujur di sidang kasus pembunuhan Brigadir J atau Yosua Hutabarat. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Ahmad Ramadhan menegaskan tidak ada perlakuan khusus terhadap Richard Eliezer atau Bharada E di Rutan Bareskrim Mabes Polri, Jakarta Selatan.

Hal tersebut disampaikannya merujuk langkah pencabutan hak perlindungan oleh Lembaga Perlindungan Saksi Korban (LPSK) terhadap pria yang akrab disapa Icad itu.

"Saya sampaikan, tidak ada perlakuan khusus. Perlakuan terhadap Bharada E di dalam sama dengan perlakuan tahanan maupun narapidana yang dititipkan," ujarnya, saat konferensi pers di Mabes Polri, Jakarta Selatan pada Senin (13/3/2023).

"Jadi, tidak ada perlakuan istimewa, tidak ada perlakuan khusus (untuk Eliezer)," sambung Ramadhan.

Baca juga: Dikabarkan Jadi Staf Mensos Risma, Ini Status Tasdi-Sopir Truk yang Pernah Bikin Megawati Menangis

Baca juga: Kisah Tasdi, Sopir Truk Idola Megawati yang Jadi Bupati-Kena OTT KPK dan Kini Jadi Staf Mensos Risma

Ia menuturkan, Polri saat ini mempunyai kewajiban menjaga kesehatan Eliezer sebagai warga tahanan titipan dari Rumah Tahanan Salemba.

Pasalnya, saat ini Eliezer juga menjadi tanggung jawab Polri.

"Artinya pengamanan, perlindungan, penjagaan dilakukan oleh Polri," kata dia.

Ramadhan turut mengungkap kondisi Eliezer di rutan Salemba dalam keadaan sehat.

"Saat ini, kondisi yang bersangkutan sehat wal afiat," tuturnya. 

LPSK Cabut Hak Perlindungan terhadap Bharada E

LPSK secara resmi mengumumkan mencabut Hak Perlindungan terhadap Richard Eliezer atau RE.

Bharada E dianggap telah melanggar perjanjian setelah tampil dalam sebuah wawancara ekslusif yang ditayangkan di salah satu stasiun televisi.

Syahrial M Wiryawan selaku tenaga ahli LPSK menegaskan, RE dinyatakan melanggar persetujuan perlindungan yang telah ditandatangani sejak 15 Agustus 2022 lalu.

"Tanpa persetujuan LPSK maka hal tersebut telah bertentangan dengan Pasal 30 ayat 2 huruf C, UU Nomor 13 Tahun 2006, tentang perlindungan saksi dan Korban serta perjanjian perlindungan dan pernyataan kesediaan yang telah di tandatangani oleh saudara RE," kata Syahrial, saat release di gedung LPSK, Ciracas, Jumat (10/3/2023).

Baca juga: Bharada E Susun Skripsi Kuliah Hukum dari Balik Jeruji Besi

Konferensi pers pemberhentian perlindungan terhadap Bharada E di gedung LPSK Ciracas, Jakarta timur, Jumat (10/3/2023).
Konferensi pers pemberhentian perlindungan terhadap Bharada E di gedung LPSK Ciracas, Jakarta timur, Jumat (10/3/2023). (Warta Kota/Rendy)
Halaman
1234
Sumber: Warta Kota
BERITATERKAIT
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved