Senin, 13 April 2026

Pemilu 2024

Bawaslu DKI: Humas Harus Kreatif Dalam Mengelola Konten

Bawaslu DKI Jakarta menilai pentingnya peran humas sebagai wajah depan dari lembaga dalam menghadapi berita-berita hoaks.

Wartakotalive/Yolanda Putri Dewanti
Bawaslu DKI Jakarta menilai pentingnya peran humas sebagai wajah depan dari lembaga dalam menghadapi berita-berita hoaks. 

WARTAKOTALIVE.COM JATINEGARA - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) DKI Jakarta menggelar Rapat Teknis Pengelolaan Kehumasan, Peliputan, dan Dokumentasi serta Informasi Publik, Jumat (3/3/2023).

Koordinator Divisi Humas, Data dan Informasi Bawaslu DKI Jakarta, Sitti Rakhma menilai pentingnya peran humas dalam menghadapi berita-berita hoaks (berita bohong), di mana humas sebagai wajah depan dari lembaga menjadi sumber berita yang resmi dan terpercaya.

"Humas harus dapat mengemas suatu informasi menjadi lebih menarik bagi masyarakat. Dalam hal misalnya tentu konten kelembagaan melakukan sosialisasi agar informasi atau pesan yang ingin disampaikan oleh Bawaslu Provinsi DKI Jakarta bisa tersampaikan dengan masif juga termasuk bagaimana kami melawan berita hoaks (berita bohong)," ucap Rahma saat rapat teknis Bawaslu DKI Jakarta di Best Western Premier The Hive, Jatinegara, Jakarta Timur, Jumat (3/3/2023).

Pihaknya, kata dia, akan berupaya membuat konten-konten di media sosial (medsos) yang inovatif dan kreatif.

"Termasuk hari ini kami membuat misalnya menghadirkan narasumber terkait dengan pembuatan video-video kreatif yang bisa langsung diterima dan bisa viral di media sosial seperti instagram karena biasanya konten-konten yang viral itu juga bisa mengedukasi masyarakat," jelasnya.

Apalagi, jelang Pemilu 2024 mendatang medsoa akan digunakan sebagai salah satu alat tempur untuk kampanye.

Demi menciptakan konten-konten yang mengedukasi, pihaknya juga berkerja sama untuk memantau proses tahapan pemilu dengan menggunakan platform medsos.

"Kami bekerja sama sistemnya dengan Kominfo, bekerja sama dengan siber Polri, termasuk juga dengan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) itu kan jadi satu gugus tugas yang akan bersama-sama. Karena terkait dengan medsos yang diawasi Bawaslu itu lebih banyak akun medsos resmi yang di daftarkan ke KPU," ungkapnya.

"Biasanya kalau akun medsos resmi itu jarang melakukan aneh-aneh pasti kontennya positif karena sudah ada aturannya dan kami sudah mengawasi itu," tambah dia.

Kegiatan tersebut mengundang narasumber yakni Christo Tjandra (Content Creator) dan Siti Khofifah (Anggota Bawaslu Provinsi DKI Jakarta Periode 2017-2022).

Christo menuturkan pentingnya analisa konten untuk mengetahui konten
yang menarik perhatian bagi masyarakat.

"Selalu analisa konten yang telah di publikasikan dan evaluasi agar kami dapat mengetahui apakah konten yang
telah dibuat sesuai dengan target yang ingin dicapal," ucap pria yang berprofesi Professional Photo dan Videographer itu.

Sedangkan, Siti Khofifah menyampaikan materi mengenai manajemen pengelolaan humas lembaga.

"Kolaborasi dan sinergi dengan media sangat penting bagi humas lembaga untuk penyebaran informasi
yang lebih luas," jelas perempuan yang menjadi pemerhati Pemilu dan Akademisi itu.

Ketua Bawaslu Provinsi DKI Jakarta Munandar Nugraha secara resmi menutup kegiatan, beliau mengapresiasi kinerja kehumasan, khususnya Humas Bawaslu Provinsi DKl Jakarta yang dengan terobosan-terobosannya dalam mempublikasikan kerja-kerja pengawasan.

Baca juga: Bawaslu DKI Jakarta Ingatkan ASN Pemprov Harus Netral di Pemilu 2024

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved