Promo

Berburu Pakaian dan Tas Bermerek di Pasar Baru Harga Mulai Rp 5.000 hingga 2 Juta

Tren thrifting atau belanja pakaian bekas untuk berburu barang branded dengan harga miring, lokasinya di Pasar Baru

Wartakotalive/Nuri Yatul Hikmah
Toko yang menjual pakaian bekas bermerek ada di Pasar Baru, Jakarta Pusat 

"Kalau saya kebetulan barang sortiran, kebanyakan dikirim semua," jelas Rommy. 

Pedagang tas-tas branded, kaus, dan serba-serbi celana itu mengaku, harga yang dipasarkan olehnya bervariasi, mulai dari belasan ribu hingga jutaan rupiah.

"Saya ini juan fashion aja, barang-barang branded. Kayak tas LV, Dior, ori ini. Kalau ori saya bilang ori, enggak ya saya bilang enggak," kata dia.

"Tapi kalau kaus, cepe (Rp 100.000) enam shay," imbuhnya. 

Pria yang sudah berjualan sejak 2018 itu mengaku tak merasa tersaingi meski banyak pedagang yang juga berjualan barang serupa.

Menurutnya, perihal rezeki sudah ada yang mengaturnya.

"Engga ngerasa kesaingi, namanya juga pasar. Tukang sayur juga sebelah-sebelahan, malah makin banyak, makin asik," jelas dia. 

Rommy berujar, barang-barang thrifting di Pasar Baru itu sengaja dibanderol dengan harga murah, agar mengundang minat pembeli.

"Karena kalau kemahalan bingung juga, udah seken mahal lagi," ujarnya sembari bergurau.

Diungkap Rommy, thrifting Pasar Baru tersebut hanya buka mulai pukul 10.00 WIB hingga 18.00 WIB. 

Sementara itu, salah satu pengunjung thrifting Pasar Baru, Ratu (23) mengaku sengaja datang lantaran penasaran sekaligus menemani temannya yang sangat antusias memburu pakaian impor bekas. 

"Tertarik aja sih, kalau emang ada yang bagus manarik, cuma ya agak milih-milih karena kan pakaian bekas," ujar Ratu saat ditemui.

Ratu mengaku, ia sempat tergiur dengan harga murah yang ditawarkan para penjual thrifting, terlebih jika harga tersebut dikenakan untuk barang-barang branded.

"Tergiur harga iya, apalagi yang bermerek, terus harganya jatuh banget kan jadi lumayan banget ke kami," kata dia.

Kendati begitu, Ratu mengaku enggan membeli baju-baju tersebut lantaran takut tak higenis.

Menurutnya, baju-baju bekas tersebut tak terjamin kebersihannya.

Selain itu, tak ada yang bisa menjamin asal muasal barang tersebut.

"Takut, karena kami enggak tahu, itu bekas apa, terus kondisi bajunya seudah dipakai apakah bersih atau enggak. Lebih ke kebersihannya aja sih, jadi saya enggak beli, takut," tandasnya. (m40)

 

Baca berita Wartakotalive.com lainnya di Google News

Sumber: Warta Kota
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved