Bansos Jakarta

Cici Suarsih Sedih Pemerintah tak Peduli pada Warga Penghuni Kolong Tol Penjaringan, Bansos Nihil

Pemprov DKI Jakarta harus lebih peka pada warganya, karena ternyata yang miskin banyak yang tak dapat bansos.

Penulis: M. Rifqi Ibnumasy | Editor: Valentino Verry
warta kota/m rifqi ibnu masy
Cici Suarsih, penghuni rumah bedeng di kolong tol Penjaringan, Jakarta Utara, sedih Pemprov DKI Jakarta sudah tak peduli. Ini dibutikan dengan ketiadaan bansos, padahal mereka sangat butuh. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Di balik kemegahan ibu kota, jeratan kemiskinan masih dirasakan Cici Suarsih (50) dan puluhan warga lainnya penghuni Kolong Tol Penjaringan, Jakarta Utara.

Sudah puluhan tahun mereka tinggal dan menetap di bawah kolong tol Jalan Inspeksi Kali Duri, Muara Karang RT 06/RW 16 atau dikenal dengan nama Tol Air Baja.

Suasana kediaman Cici tak sama dengan rumah pada umumnya, hanya susunan bedeng-bedeng berbahan dasar triplek dan seng.

Bahkan, saat kendaraan besar melintas di atasnya seisi ruangan bergetar serta butiran debu berjatuhan seperti sedang terjadi gempa bumi.

Bedeng huniannya pun hanya berukuran sekitar 3 X 4 meter persegi, itu pun dipenuhi oleh perkakas rumah dari peralatan dapur hingga pakaian menjadi satu.

Baca juga: KPK Diminta Turun Tangan Selidiki Dugaan Korupsi Bansos DKI Tahun 2020 Sebesar Rp 2,85 triliun

"Aduh sudah bertahun-tahun (tinggal di kolong tol), enggak kehitung ya sejak dibangun jalan tol ini aja, sekitar tahun 1996," kata Cici di lokasi, Kamis (16/2/2023).

Untuk memenuhi kebutuhannya, Cici dan suami kerja serabutan, kadang berjualan saat ada pertandingan kicau burung di wilayahnya.

Tak ada penghasilan pasti baginya, terkadang ia bisa mengantongi uang kisaran Rp 70 ribu hingga Rp 80 ribu saja dari hasil berjualan.

Cici pun mengaku hanya mendapatkan bantuan sosial saat pandemi Covid-19 saja, selebihnya ia hanya bisa pasrah menerima keadaan.

Baca juga: Dipilih Jokowi Jabat Sekda DKI, NasDem Minta Joko dan Pj Gubernur DKI Fokus Tekan Angka Kemiskinan

"KTP saya Jakarta, sejak lahir saya di Jakarta," ungkapnya.

"Dari pengurus RWA sih pernah foto-foto rumah sampai dapur, tapi sampai sekarang nggak pernah turun bantuannya paling Dapat bantuan waktu Corona saja," sambungnya.

Cici berharap agar pemerintah segera memberikan bantuan untuk warga penghuni kolong tol agar dapat bangkit dari jeratan kemiskinan.

"Pemerintah kurang memperhatikan kami yang tinggal kolong tol, padahal kami juga warga Jakarta," tutup Cici.

Tak Menerima Bantuan Sosial

Ini suasana bedeng di kolong tol Penjaringan atau tol Air Baja, Jakarta Utara.
Ini suasana bedeng di kolong tol Penjaringan atau tol Air Baja, Jakarta Utara. (warta kota/m rifqi ibnu masy)

Selain Cici, jerat kemiskinan juga dialami Yudi Susanto (65). Seorang manula itu menghabiskan masa tuanya dengan memulung barang-barang bekas di sekitaran Penjaringan.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved