Pilpres 2024
Relawan Ganjar Pranowo Mania Bubarkan Diri, Elite PDIP: Mereka Punya Logika dan Alasan Sendiri
Pendiri GP Mania Immanuel Ebenezer menilai Ganjar miskin gagasan, sehingga menjadi alasan pembubaran GP Mania.
WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Politikus senior PDIP Hendrawan Supratikno enggan mencampuri urusan relawan Ganjar Pranowo (GP) Mania, yang membubarkan diri usai menarik dukungan kepada Gubernur Jawa Tengah tersebut.
Pendiri GP Mania Immanuel Ebenezer menilai Ganjar miskin gagasan, sehingga menjadi alasan pembubaran GP Mania.
"Itu urusan relawan. Mereka punya logika dan alasan sendiri. Bebas, ini demokrasi," kata Hendrawan saat dikonfirmasi, Jumat (10/2/2023).
Baca juga: Bubarkan GP Mania, Immanuel Ebenezer: Sosok yang Kita Harapkan Ternyata Tak Punya Gagasan dan Nyali
Anggota Komisi XI DPR ini mengaku tak tahu alasan relawan membubarkan diri.
"Apakah karena permintaan atau harapan sponsor, apa karena bacaan peta politik yang berubah, atau genderang tetabuhan agar pasar politik bertambah riuh, atau sekadar cari panggung media," tuturnya.
Namun, Hendrawan menegaskan pihaknya menghormati keputusan GP yang telah membubarkan diri.
"Apa pun motif yang mendorong, kita hormati pilihan mereka," ucapnya.
GP Mania Nilai Ganjar Pranowo Bukan Sosok Tepat Penerus Jokowi
Relawan Ganjar Pranowo (GP) Mania menarik dukungan kepada Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, sebagai bakal calon presiden (capres) 2024.
Sekjen GP Mania Akhmad Gojali Harahap mengungkapkan, alasan pihaknya membubarkan diri, kata dia, karena ada pertimbangan lebih jauh dari GP Mania dalam mendukung Ganjar Pranowo setelah dideklarasikan pada 2021 lalu.
"Setelah mengamati dan melihat dengan saksama fakta-fakta politik yang terjadi dalam dinamika politik nasional menjelang perhelatan demokrasi di Indonesia."
"Kami mempertimbangkan secara cermat untuk tidak lagi mendukung Ganjar Pranowo sebagai capres di 2024 mendatang," kata Gojali saat jumpa pers di Jakarta Selatan, Kamis (9/2/2023).
Alasan mendasar GP Mania bubar, katanya, karena Gubernur Jawa Tengah itu bukanlah sosok yang tepat menjadi penerus Joko Widodo (Jokowi) sebagai presiden.
"Alasan pembubaran GP Mania adalah, kami menyatakan Ganjar Pranowo diyakini bukan sosok yang tepat melanjutkan kepemimpinan pasca-Presiden Joko Widodo," jelas Gojali.
Baca juga: Jika Alat Bukti Cukup, Menkominfo Johnny G Plate Bisa Jadi Tersangka Kasus Korupsi Tower BTS
Ganjar Pranowo, menurut GP Mania, hingga kini belum mampu meyakini rakyat, bahkan partainya, untuk dijadikan sebagai capres 2024.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/immanuel-ebenezer-saat-mencopot-seluruh-spanduk-dan-atribut-ganjar-pranowo.jpg)