Elite Gerindra: Utang Rp50 Miliar Bukan Konsumsi Publik, Biarkan Anies dan Sandi yang Selesaikan

Dasco menilai masalah utang piutang tersebut biarkan Anies dan Sandi yang menyelesaikannya.

Twitter
Ketua Harian DPP Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad mengatakan, utang Rp50 miliar Anies Baswedan kepada Sandiaga Uno, bukan konsumsi publik. 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Ketua Harian DPP Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad mengatakan, utang Rp50 miliar Anies Baswedan kepada Sandiaga Uno, bukan konsumsi publik.

Dasco menilai masalah utang piutang tersebut biarkan Anies dan Sandi yang menyelesaikannya.

"Menurut saya juga ya hal yang bukan buat konsumsi publik sebenernya."

Baca juga: Immanuel Ebenezer: Saya Yakin Ganjar Ingin Jadi Presiden YouTube Indonesia, Bukan Presiden RI

"Karena kan itu kan perjanjian antara mereka ya, biarin aja mereka yang selesaikan. Kalau saya enggak tahu," kata Dasco saat ditemui di kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (10/2/2023).

Sebelumnya, Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Sandiaga Uno menegaskan Anies Baswedan tetap sahabatnya, meskipun isu utang Rp50 miliar menjadi sorotan.

Menurutnya, persoalan ini tidak akan mengubah hubungan baiknya dengan Anies Baswedan, yang telah dianggapnya sebagai sahabat.

"Alhamdulillah baik, kami bersahabat dan tentunya sebagai seorang sahabat yang sekarang tugasnya saya di kementerian," ujar Sandiaga Uno usai menghadiri acara satu abad Nahdlatul Ulama (NU) di Sidoarjo, Jawa Timur, Selasa (7/2/2023).

Sandiaga mengaku masih fokus bertugas sebagai Menparekraf untuk membangkitkan ekonomi, serta menjaga dan mengawal momentum dari kebangkitan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

Di sisi lain, kata Sandiaga, pihaknya juga telah memutuskan menutup pembicaraan terkait soal utang Anies Baswedan kepada dirinya pada Pilkada DKI Jakarta 2017.

"Ya setelah saya salat istikharah, setelah saya menimbang, berkonsultasi dengan keluarga, saya tidak ingin melanjutkan pembicaraan mengenai ini."

Baca juga: Cak Imin Usul Jabatan Gubernur Dihapus, Ketua Komisi II DPR: Kenapa PKB Setuju Bentuk Empat DOB?

"Dan lebih baik nanti para pihak yang mengetahui untuk bisa menyampaikan."

"Tapi dari saya cukup sekian, dan saya ingin fokus kepada menatap masa depan," tuturnya.

Sandiaga kini hanya ingin fokus menatap masa depan, yaitu Pemilu 2024.

Baca juga: Gabung Gerindra, Ferdinand Hutahaean Meyakini Prabowo Subianto Benteng NKRI dan Pancasila

"Saya ingin fokus kepada menatap masa depan."

"Kontestasi demokrasi tinggal sebentar lagi, mari kita tatap masa depan yang penuh rasa suka cita, gembira dan kesatuan dan persatuan bangsa kita," paparnya. (Fersianus Waku)

Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved