Selasa, 5 Mei 2026

Reshuffle Kabinet

Terus Ditanya Soal Reshuffle Kabinet, Jokowi: Yang Jelas Hari Ini Rabu Pon

Jokowi mengatakan, rapat internal membahas operasi pasar untuk mengendalikan harga beras.

Tayang:
Biro Pers Setpres
Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali tidak menjawab tegas soal isu reshuffle kabinet yang disebut-sebut akan dilakukan pada Rabu (1/2/2023) hari ini. 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali tidak menjawab tegas soal isu reshuffle kabinet yang disebut-sebut akan dilakukan pada Rabu (1/2/2023) hari ini.

“Saya udah sampaikan kemarin kan, tadi malem sudah saya sampaikan, masa saya sampaikan lagi."

"Yang jelas hari ini Rabu Pon,” kata Jokowi usai menghadiri Mandiri Investment Forum di Fairmont, Jakarta, Rabu (1/2/2023).

Baca juga: Siap Jika Diminta Gantikan Mentan Syahrul Limpo? Buwas: Jangan Gitu Lah, Enggak Ada Pikiran Gitu

Sebelumnya, Jokowi menjelaskan alasan dua menteri asal Partai NasDem tidak ikut rapat internal di Istana Kepresidenan, Jakarta, kemarin.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo absen saat membahas masalah beras, dan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya tak hadir saat membahas masalah kehutanan, Selasa (31/1/2023).

“Ya mungkin pas ke luar kota,” kata Presiden di Djakarta Theater, Jakarta, Selasa (31/1/2023).

Baca juga: Siap Jika Diminta Gantikan Mentan Syahrul Limpo? Buwas: Jangan Gitu Lah, Enggak Ada Pikiran Gitu

Jokowi mengatakan, rapat internal membahas operasi pasar untuk mengendalikan harga beras.

Oleh karena itu, yang hadir rapat utamanya adalah Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan, Kepala Badan Urusan Logistik Budi Waseso (Buwas), dan Kepala Badan Pangan Naisonal Arief Prasetyo.

“Oh, yang langsung operasional lapangan memang. Operasional lapangan mengenai operasi pasar. Operasi pasar urusannya Bulog,” jelas Jokowi.

Baca juga: MK Tolak Uji Materi Nikah Beda Agama, Peran Negara Tindaklanjuti Penafsiran Lembaga Keagamaan

Wartakotalive sebelumnya mengatakan, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo diisukan bakal dicopot, di tengah rumor reshuffle kabinet pada Rabu Pon besok.

Apalagi, Syahrul juga tak diundang Jokowi membahas persoalan beras di Istana Kepresidenan pada hari ini.

Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso (Buwas) sempat ditanya awak media, apakah bersedia jika ditunjuk Jokowi menggantikan posisi Syahrul.

"Jangan mungkin-mungkin, enggak boleh, enggak boleh gitu."

"Pekerjaan saya ini pekerjaan yang lagi susah. Jangan gitu lah, enggak ada pikiran gitu," kata Buwas di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (31/1/2023).

Buwas menambahkan, reshuffle kabinet merupakan kewenangan Presiden Jokowi. Dia diundang ke Istana murni hanya membahas soal beras yang kini harganya terus meningkat.

Baca juga: Susul Koalisi Perubahan, PKB-Gerindra Bakal Deklarasikan Capres pada Maret 2023

"Jangan tunjuk-tunjuk, enggak ada tunjuk-tunjuk. Saya kira itu kewenangan Pak Presiden."

"Saya kira tadi khususnya saya jelaskan itu kepentingan penyaluran beras yang sekarang beras masih naik. Karena itu menyumbang inflasi tinggi. Ini enggak boleh terjadi," paparnya

Buwas mengaku tak tahu alasan Syahrul tak diundang Jokowi. Menurutnya, keputusan itu merupakan kewenangan Jokowi.

"Loh, jangan tanya saya dong, kan saya enggak tahu," ucap Buwas.

Namun begitu, Buwas menyatakan tidak diundangnya Syahrul, bisa saja karena materi yang dibahas Jokowi adalah operasi pasar. Leading sector dalam hal ini adalah Kementerian Perdagangan (Kemendag).

"Ini kan operasi yang dimaksud Pak Presiden tadi, ini bagaimana melaksanakan operasi pasar."

"Operasi pasar kan stabilisasinya ada di Kemendag nih, Bulog pelaksananya. Badan pangan nasional yang pegang regulasinya itu."

"Ya itu aja mungkin (alasannya). Jadi jangan ke mana-mana pikirannya," beber Buwas.

Buwas menambahkan, Syahril tak diundang karena Kementerian Pertanian hanya fokus pada produksi.

"Karena Mentan kan produksinya. Yang itu tadi kan yang diutamakan Presiden kan pendistribusiannya, ya kita bertiga yang tanggung jawab pendistribusiannya ini," terangnya.

Buwas menegaskan, Presiden Jokowi pun tidak membahas soal reshuffle saat dirinya diundang ke istana.

"Enggak enggak (reshuffle)," ucapnya. (Taufik Ismail)

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved