Reshuffle Kabinet
Terus Ditanya Soal Reshuffle Kabinet, Jokowi: Yang Jelas Hari Ini Rabu Pon
Jokowi mengatakan, rapat internal membahas operasi pasar untuk mengendalikan harga beras.
"Jangan tunjuk-tunjuk, enggak ada tunjuk-tunjuk. Saya kira itu kewenangan Pak Presiden."
"Saya kira tadi khususnya saya jelaskan itu kepentingan penyaluran beras yang sekarang beras masih naik. Karena itu menyumbang inflasi tinggi. Ini enggak boleh terjadi," paparnya
Buwas mengaku tak tahu alasan Syahrul tak diundang Jokowi. Menurutnya, keputusan itu merupakan kewenangan Jokowi.
"Loh, jangan tanya saya dong, kan saya enggak tahu," ucap Buwas.
Namun begitu, Buwas menyatakan tidak diundangnya Syahrul, bisa saja karena materi yang dibahas Jokowi adalah operasi pasar. Leading sector dalam hal ini adalah Kementerian Perdagangan (Kemendag).
"Ini kan operasi yang dimaksud Pak Presiden tadi, ini bagaimana melaksanakan operasi pasar."
"Operasi pasar kan stabilisasinya ada di Kemendag nih, Bulog pelaksananya. Badan pangan nasional yang pegang regulasinya itu."
"Ya itu aja mungkin (alasannya). Jadi jangan ke mana-mana pikirannya," beber Buwas.
Buwas menambahkan, Syahril tak diundang karena Kementerian Pertanian hanya fokus pada produksi.
"Karena Mentan kan produksinya. Yang itu tadi kan yang diutamakan Presiden kan pendistribusiannya, ya kita bertiga yang tanggung jawab pendistribusiannya ini," terangnya.
Buwas menegaskan, Presiden Jokowi pun tidak membahas soal reshuffle saat dirinya diundang ke istana.
"Enggak enggak (reshuffle)," ucapnya. (Taufik Ismail)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/Jokowi-FIFA.jpg)