Bisnis

Wagub Kaltim Minta ASPPHAMI Berkontribusi Aktif dalam Pembangunan IKN dalam Penanganan Rayap

Wagub Kaltim minta ASPPHAMI berperan aktif pada pembangunan di Ibu Kota Nusantara khususnya dalam penanganan rayap.

dok. ASPPHAMI
Asosiasi Perusahaan Pengendalian Hama Indonesia (ASPPHAMI) menyelenggarakan seminar bertajuk “Urgensi Penanganan Rayap di Ibu Kota Nusantara” yang diselenggarakan oleh pada Rabu (7/12/22) di Hotel Arosa, Jakarta Selatan. Seminar ini resmi dibuka oleh Wakil Gubernur Kalimantan Timur (Wagub Kaltim) Hadi Mulyadi. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Wakil Gubernur Kalimantan Timur (Wagub Kaltim) Hadi Mulyadi resmi membuka acara seminar bertajuk “Urgensi Penanganan Rayap di Ibu Kota Nusantara” yang diselenggarakan oleh Asosiasi Perusahaan Pengendalian Hama Indonesia (ASPPHAMI) pada Rabu, (7/12/2022) lalu di Hotel Arosa, Jakarta Selatan.

Seminar tersebut dihadiri 150 peserta dari berbagai kalangan seperti pemangku jabatan pemerintahan, peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) hingga pelaku bisnis yang terlibat dalam ranah konstruksi.

Menurut Hadi, meskipun diiringi banyak pro-kontra, pemindahan ibu kota merupakan warisan penting untuk generasi mendatang.

"Terutama bila melihat APBN yang alokasi dananya 60 persen berputar di pulau Jawa, 20 persen di Sumatra dan sisanya di Indonesia Timur, maka pemindahan ibu kota menjadi keputusan strategis untuk pemerataan ekonomi sehingga terciptanya keadilan pembangunan,” ungkap Hadi.

Terkait hal tersebut, orang nomor dua di Kaltim ini juga meminta ASPPHAMI untuk berperan aktif pada pembangunan di Ibu Kota Nusantara (IKN) khususnya dalam penanganan rayap.

Hadi juga sering melihat bangunan hancur diserang rayap sebab sejak awal tidak dilakukan pencegahan berupa anti rayap pra-konstruksi.

Sementara pembangunan yang diharapkan di IKN adalah pembangunan yang sejalan dengan misi Pak Presiden yaitu smart city, eco friendly dan liveable sehingga bisa menjadi kota terbaik di dunia.

"Oleh karena itu, proteksi bangunan dari kerusakan akibat serangan rayap menjadi mandatori yang harus dilaksanakan dengan maksimal,” ungkap Hadi.

Ia menambahkan, bahwa Dinas PUPR harus memperhatikan aspek anti rayap dalam komponen penganggaran secara khusus agar langkah proteksi ini menjadi kesadaran kolektif yang didukung oleh semua stakeholder.

Di samping itu, Ketua Umum DPP ASPPHAMI, Drs. H Muallif ZA mengatakan, pemerintah telah secara proaktif dan berkesinambungan dalam mendukung ASPPHAMI melalui regulasi dan penetapan SNI anti rayap.

“Berdasarkan regulasi yang ada, selanjutnya tinggal bagaimana kita dapat mengintegrasikan upaya pencegahan rayap ini kepada semua pihak agar menjadi bagian dari komitmen untuk menciptakan pembangunan yang berkelanjutan,” ujarnya.

Muallif mengatakan, bahwa IKN sebenarnya adalah pintu gerbang atau momentum yang sangat baik untuk mengenalkan metode penanganan rayap yang sesuai SNI.

Seperti kita ketahui, Indonesia yang memiliki iklim tropis merupakan surga bagi keberadaan rayap. Apalagi kawasan IKN yang mulanya hutan dan banyak pepohonan selama ini telah menjadi sumber makanan rayap, kemudian habitatnya harus terganggu karena adanya pembangunan.

"Terlebih tak bisa dipungkiri sebagian besar bangunan akan menggunakan material kayu yang sangat disukai rayap. Maka kemungkinannya rayap tetap berada di sana untuk menggerogoti bangunan dan akan menimbulkan kerugian ekonomi yang tak sedikit,” jelasnya.

Selain seminar ini, untuk terus menggaungkan langkahnya, ASPPHAMI akan meluncurkan program talk show pada platform media sosialnya yang akan berkolaborasi dengan para pakar dan pelaku bisnis termasuk pihak-pihak terkait sehingga sosialisasi, edukasi, dan promosi tentang pentingnya proteksi bangunan dari serangan rayap benar-benar dapat dipahami dengan jelas oleh masyarakat.

Selanjutnya, Ketua Pelaksana acara seminar, Abdul Rahman juga berharap bahwa ke depannya akan lebih banyak lagi diskusi publik yang mengangkat tema ini agar upaya penanganan rayap dapat disertai dengan wawasan yang baik pula tentang rayap.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved