Memilih Damai

3 Capres Paling Top Hasil Survei Litbang Kompas: Prabowo, Ganjar, dan Anies Baswedan Kuasai 60 %

Tiga capres 2024 paling top yang menguasai 60 persen responden Prabowo Subianto, Ganjar Pranowo, dan Anies Baswedan.

Istimewa
Lembaga Party Watch (Parwa) Institute menggelar diskusi bertajuk "Prabowo, Ganjar, Anies: Siapa Unggul 2024?" pada Selasa (15/11/2022). Ketiga tokoh yakni Anies Baswedan, Ganjar Pranowo hingga Prabowo Subianto, merupakan sosok capres yang kerap muncul di lembaga survei 

WARTAKOTALIVE.COM, KEBAYORAN BARU - Peneliti Litbang Kompas, Yohan Wahyu menginformasikan hasil survei kepemimpinan nasional di Indonesia atau terkait Capres 2024.

Hal tersebut disampaikan saat Talkshow Series Memilih Damai dengan tema 'Membedah Genealogi Presiden dari Masa ke Masa'.

Diketahui, talkshow digelar di Auditorium Arifin Panigoro, Universitas Al-Azhar Indonesia, Kecamatan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (8/12/2022).

"Terkait dengan hasil survei kepemimpinan nasional, masih didominasi dengan nama-nama yang selama ini juga beredar di lembaga survei yang lain ya," ujar Yohan dalam pemaparannya.

Yohan menyebutkan nama seperti Prabowo Subianto, Ganjar Pranowo, dan Anies Baswedan memang menjadi tiga nama yang menguasai 60 persen lebih total suara responden, berdasarkan survei Litbang Kompas. 

Survei lembaga penelitian lain juga menempatkan Anies, Ganjar, dan Prabowo sebagai top three. Baca selengkapnya.

Artinya di bawah tiga nama tersebut, memang banyak nama-nama yang bermunculan, tapi selisihnya cukup jauh dengan tiga nama teratas tadi. 

"Apabila melihat dengan saksama, ada satu historis yang mempelajari mengupas dari mana sih rekrutmen jalur kepemimpinan Indonesia," ucap Yohan.

Pemilihan ketiganya juga bukan atas pertimbangan identitas kedaerah atau SARA, tetapi karena kemampuan yang bersangkutan. Baca selengkapnya. 

Putri Wakil Presiden RI I Bung Hatta, Meutia Hatta, juga berpesan kepada para calon pemimpin bangsa ke depan. Baca selengkapnya.

Lebih lanjut Yohan menjelaskan, kalau ditelusuri saat dimulai periode kematangannya tahun 1940 sampai 1960. 

Di sana muncul Bung Karno dan Bung Hatta. Menurut Yohan, mereka adalah generasi-generasi yang dibangun dari rekrutmen berdasarkan pendidikan. 

"Jadi kalau dulu elit politik itu tidak sekadar bangsawan dan keturunan, tapi aspek pendidikan itu menjadi elit baru," jelas Yohan.

Peneliti Litbang Kompas, Yohan Wahyu, dalam acara Talkshow Series Memilih Damai dengan tema 'Membedah Genealogi Presiden dari Masa ke Masa', di Auditorium Arifin Panigoro, Universitas Al-Azhar Indonesia, Kecamatan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (8/12/2022). 
Peneliti Litbang Kompas, Yohan Wahyu, dalam acara Talkshow Series Memilih Damai dengan tema 'Membedah Genealogi Presiden dari Masa ke Masa', di Auditorium Arifin Panigoro, Universitas Al-Azhar Indonesia, Kecamatan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (8/12/2022).  (Wartakotalive.com/Leonardus Wical Zelena)

Baca juga: Prabowo, Ganjar dan Anies Konsisten Pimpin Hasil Survei, Begini Analisa Peneliti Litbang Kompas

Jadi memang kata Yohan, hadirnya Soekarno Hatta yang membuat kemudian banyak tokoh-tokoh bermunculan berbasis intelektual akademis.

Halaman
1234
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved