Pj Gubernur DKI Jakarta

Antisipasi Cuaca Ekstrem, Heru Budi Hartono akan Berkoordinasi dengan BPBD dan BNPB

Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi Hartono akan berkoordinasi dengan BNPB dan BPBD merespon ada ancaman cuaca ekstrem hingga tahun depan.

Warta Kota/Leonardus Wical Zelena Arga
Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi Hartono akan berkoordinasi dengan BNPB dan BPBD merespon ada ancaman cuaca ekstrem hingga tahun depan. 

WARTAKOTALIVE.COM, PULOGADUNG - Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi Hartono merespon adanya prediksi cuaca ekstrem yang akan berlangsung berlangsung hingga tahun depan.

"Ya nanti dilihat situasinya. Jadi dalam waktu dekat saya akan koordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), bahkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB)," ujar Heru, Rabu (7/12/2022).

Saat ditemui di Pegasus Hall, Jakarta International Equastrian Park (JIEP) Pulomas, Kecamatan Pulogadung, Jakarta Timur, Heru menyampaikan koordinasi tersebut terkait dengan hal-hal yang harus dilakukan untuk menghadapi cuaca ekstrem.

Ia mengatakan kalaupun nanti diterapkan Work From Home (WFH), sifatnya adalah lokal saja.

Baca juga: Bom Bunuh Diri di Polsek Astana Anyar Bandung, Penjagaan Polres Metro Bekasi Diperketat

Heru menjelaskan bersifat lokal artinya tergantung dari masing-masing perusahaan, dan sesuai dengan situasi ke depan.

"Mudah-mudahan bisa aman dan cuaca tetap bersahabat," ucap Heru.

Diberitakan sebelumnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta menginformasikan bahwa cuaca ekstrem di ibu kota masih akan berlanjut hingga tahun depan.

Apalagi potensi terbesar terjadi cuaca ekstrem tersebut akan berlangsung pada Januari hingga Februari 2023.

"Dan memang Januari sampai Februari tahun depan kan potensinya besar, karena ada gejala La Nina," pungkas Kepala BPBD DKI Jakarta, Isnawa Adji saat dihubungi, Senin (7/11/2022).

Baca juga: PAM Jaya Gandeng Kementerian PUPR Penuhi Target Pemenuhan Air Bersih 100 Persen Tahun 2030

Adanya cuaca ekstrem tersebut, muncul wacana imbauan Work From Home (WFH) oleh Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi Hartono. Di mana WFH tersebut dapat dilakukan saat hujan melanda DKI Jakarta.

"Kalau menurut saya, memang belum ada ketentuan tertulis ya. Tetapi kalau saya menyikapinya, yang tahu WFH atau enggak kan pemilik-pemilik gedung kantor (pimpinan perusahaan)," kata Isnawa.

Isnawa pun menjelaskan saat DKI Jakarta hujan deras lalu macet total di mana-mana, hal itu yang membuat orang-orang tidak bisa pulang hingga berjam-jam.

"Apalagi kalah ada genangan banjir di mana-mana, terus terkadang banyak pohon tumbang. Pasti akan bikin macet," tandas Isnawa. (m36)

Baca berita Wartakotalive.com lainnya di Google News.

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved