Kendaraan Listrik

Kendaraan Listrik Makin Marak, Komunitas Minta PLN Buat SPKLU Lintas Pantura

PLN Jakarta Raya menyediakan sebanyak 26 titik SPKLU di Jakarta dengan 38 charger kendaraan listrik.

Wartakotalive/Nuri Yatul Hikmah
Angga Wahyudi, Perwakilan Komunitas GRID; Arwani Hidayat, Ketua Komunitas KOLEKSI; Doddy B. Pangaribuan, General Manager PLN UID Jakarta Raya; Hendro Sutono, Perwakilan Komunitas Kosmik; dan Anthony Jaya, Chairman IONIK Owner Club di acara Afternoon EV Rides and Coffee Talks di Taman Kota Plataran Senayan. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA – Penggunaan kendaraan listrik mulai dari sepeda, motor, mobil, maupun bus, sudah marak digunakan oleh sejumlah orang untuk menjalankan aktivitas sehari-hari, termasuk untuk perjalanan touring antar kota.

Menyokong hal tersebut, Perusahaan Listrik Negara (PLN) Unit Induk Distribusi (UID) Jakarta Raya, telah menyediakan sebanyak 26 titik SPKLU di Jakarta dengan 38 charger kendaraan listrik.

Meski begitu, sejumlah komunitas yang memiliki kendaraan listrik, mengeluhkan minimnya Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) pada kota-kota lain, di luar Jakarta. 

Perwakilan Komunitas Kendaraan Listrik GRID, Angga Wahyudi mengatakan, minimnya SPKLU membuat pengguna kendaraan listrik memanfaatkan berbagai tempat umum untuk melakukan isi ulang, seperti pom bensin dan musala.

Baca juga: PLN Disjaya Permudah Pemilik Kendaraan Listrik, Siapkan 3.000 MW di SPKLU dan Charger Berjalan

"SPKLU masih tersebarnya di Jakarta saja kebanyakannya. Nah kalau udah keluar (Jakarta), itu minim sekali SPKLU-nya," ujar Angga saat sesi Talk Show di acara Afternoon EV Rides and Coffee Talk, di Hutan Kota Plataran Senayan, Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin (12/5/2022).

Komunitas kendaraan listrik minta PLN menyediakan charger di jalur Pantura
Komunitas kendaraan listrik minta PLN menyediakan charger di jalur Pantura (Wartakotalive/Nuri Yatul Hikmah)

Hal yang sama juga dikatakan oleh Anthony Jaya selaku Chairman IONIK Owner Club, saat sesi Talk Show berlangsung. 

Menurut Anthony, PLN perlu membangun SPKLU lintas kota yang jumlahnya setara dengan yang ada di DKI Jakarta.

"Menurut saya untuk meningkatkan keyakinan masyarakat adalah dengan pengadaan SPKLU antar kota," ujar Anthony saat ditemui.

"SPKLU di Jakarta sebenarnya sudah banyak sekali, tetapi mengapa di kota-kota lain tidak perlu segitu banyak?" tanya Anthony.

Baca juga: PLN Teken MoU dengan Optima Integra Tehnika Bangun Jaringan SPKLU dan SPBKLU untuk Kendaraan Listrik

Anthony memaparkan, 90 persen pengguna kendaraan listrik akan melakukan pengecasan hingga penuh (full) saat hendak beraktivitas. Sehingga, tidak perlu berhenti untuk mengisi bahan bakarnya. 

Namun, kata Anthony, saat pengguna pergi ke luar kota, maka kendaraan akan membutuhkan lebih banyak daya. Maka ketersediaan SPKLU di luar Jakarta sangat dibutuhkan.

Anthony mencontohkan, saat libur Natal 2022 dan tahun baru 2023 (Nataru) nanti, tentu masyarakat lebih banyak berpergian.

Apabila hanya disediakan satu charger pada SPKLU di tempat-tempat umum, maka antreanya akan sangat panjang dan lama.

Mengingat, durasi waktu pengisian bahan bakar listrik, berbeda dengan bahan bakar minyak (BBM), yang bisa terisi penuh dalam hitungan detik. 
 
"Jadi bukan dari frekuensi jarak SPKLU-nya harus pendek. Tetapi di setiap SPKLU harus ada beberapa unit charger," jelas Anthony. 

Baca juga: ALVA Serah Terima Motor Listrik ALVA One ke 10 Konsumen Pertama di ALVA Experience Center

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved