Tarif Integrasi JakLingko Diklaim Lebih Efisien dan Kurangi Beban Pengeluaran Penumpang

Tidak hanya siapkan sarana dan prasarana angkutan umum, Pemerintah DKI Jakarta juga menyediakan tarif integrasi angkutan umum Rp 10.000 per orang.

Warta Kota/Leonardus Wical Zelena Arga
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta, Syafrin Liputo saat ditemui di Lapangan Buperta Cibubur, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur, pada Rabu (9/11/2022). 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Tidak hanya menyiapkan sarana dan prasarana angkutan umum, Pemerintah DKI Jakarta juga menyediakan tarif integrasi angkutan umum sebesar Rp 10.000 per orang.

Tarif untuk tiga moda yakni Transjakarta, MRT Jakarta dan LRT Jakarta ini dikelola oleh BUMD DKI Jakarta, PT JakLingko Indonesia.

Kehadiran tarif integrasi ini bisa meringankan beban biaya masyarakat untuk naik angkutan umum.

Berdasarkan kajiannya, sekitar 30 persen pendapatan bulanan masyarakat itu dihabiskan untuk naik angkutan umum.

“Tentu ini sangat besar, dan dengan kami melakukan integrasi secara utuh ditambah lagi dengan adanya tarif integrasi JakLingko, tiga moda yang sebelumnya jika ditotal rata-rata maksimum sebesar Rp 22.500, saat ini cukup Rp 10.000 maksimum,” ujar Kepala Dinas Perbubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo berdasarkan rekaman suara yang diterima pada Jumat (2/12/2022).

Baca juga: Julian Jacob Lamar Mirriam Eka, Malah Didoakan Warganet Bercerai Jika Mereka Benar Menikah

“Jadi kalau naik MRT pindah ke Transjakarta, masyarakat yang tadinya naik MRT dari Lebak Bulus ke Bundaran HI harus bayar Rp 14.000, kemudan melanjutkan dengan Transjakarta ke Kota Tua Rp 3.500 jadi Rp 17.500 maka dengan tarif integrasi mereka biayanya menjadi murah maksimum Rp 10.000 per orang,” lanjutnya.

Tidak hanya efisien dari sisi biaya, masyarakat juga bisa mendapat kepastian waktu jika naik angkutan umum.

Waktu kedatangan MRT Jakarta sudah terjadwal, dan jalur Transjakarta selalu disterilkan dari kendaraaan pribadi oleh petugas lalu lintas di lapangan.

“Masyarakat dia tidak akan bisa memprediksi kapan waktu saya sampai. Akhirnya dia harus menyiapkan waktu yang lebih panjang, menuju titik tertentu atau berangkat dua jam sebelumnya, karena dia sudah tahu akan menghadapi jalan yang padat dan macet,” katanya.

Syafrin berharap, sejumlah manfaat itu bisa membuat masyarakat yang lain sadar untuk beralih naik kendaraan umum.

Baca juga: Selesai Tukangi Timnas Belgia, Roberto Martinez: Kontrak Saya Habis, Bukan Mengundurkan Diri

Apalagi penggunaan kendaraan umum juga mendukung langkah pemerintah dalam meningkatkan kualitas lingkungan dengan menekan emisi gas buang kendaraan pribadi.

“Secara total dengan terjadi pengurangan penggunaan kendaraan pribadi maka tentu kualitas lingkungan kita akan baik karena polusi udara akan turun,” ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, mayoritas warga di Provinsi DKI Jakarta bisa mengakses transportasi publik.

Berdasarkan kajian yang dilakukan Dinas Perhubungan DKI Jakarta hingga Oktober 2022, sekitar 86 persen penduduk Jakarta dari 11,6 juta orang bisa menjangkau angkutan umum yang disediakan pemerintah.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved