Komunitas

Kumpul dan MRANTI Kolaborasi Startup Malaysia dan Indonesia di Global Market-Fit Programme Indonesia

Kumpul.id dan Malaysian Research Accelerator for Technology and Innovation bekerjasama memberi pengalaman terkait isu, value dan dampak startup.

Dokumentasi Kumpul
Kumpul.id dan Malaysian Research Accelerator for Technology and Innovation (MRANTI) bekerjasama memberi pengalaman terkait isu, value dan dampak ekosistem startup Indonesia ke startup Malaysia, Minggu (27/11/2022). Kerjasama itu ditandai dengan program kolaborasi Global Market-Fit Programme Indonesia 2022. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Kumpul.id terus memberdayakan ekosistem startup Indonesia.

Kumpul.id dan Malaysian Research Accelerator for Technology and Innovation (MRANTI) bekerjasama memberi pengalaman terkait isu, value dan dampak ekosistem startup Indonesia ke startup Malaysia.

Kerjasama itu ditandai dengan program kolaborasi Global Market-Fit Programme Indonesia 2022.

Kumpul.id dan Malaysian Research Accelerator for Technology and Innovation (MRANTI) bekerjasama memberi pengalaman terkait isu, value dan dampak ekosistem startup Indonesia ke startup Malaysia, Minggu (27/11/2022). Kerjasama itu ditandai dengan program kolaborasi Global Market-Fit Programme Indonesia 2022.
Kumpul.id dan Malaysian Research Accelerator for Technology and Innovation (MRANTI) bekerjasama memberi pengalaman terkait isu, value dan dampak ekosistem startup Indonesia ke startup Malaysia, Minggu (27/11/2022). Kerjasama itu ditandai dengan program kolaborasi Global Market-Fit Programme Indonesia 2022. (Dokumentasi Kumpul)

"Kolaborasi ini menarik, karena kolaborasi global bisa berkembang menjadi lebih kuat bersama, serta terhubung dengan ekosistem startup terutama di regional Asia Pasifik," kata Faye Wongso, co-founder dan CEO dari Kumpul.id.

Kumpul.id mengundang startup Malaysia terpilih yaitu Qmed Asia, IoT SATA, Fuciphagus, LOLA Application, GPS Fleet, Shoppegram, dan Ngeam Engineering Works dalam kegiatan Validation Trip ke Indonesia.

Tidak hanya melanjutkan mentoring dan business matching yang dilaksanakan online sejak September 2022, Validation Trip ini mengajak startup Malaysia terpilih bertemu dengan calon partner maupun kolaborator untuk bersinergi dengan bisnis dan ekosistem di Indonesia.

Baca juga: Sama-sama Gemar IT dan Teknologi, Tiga Pemuda Ini Dirikan Perusahaan Startup di Hari Sumpah Pemuda

Baca juga: Jokowi: 80-90 Persen Startup Gagal karena Tidak Lihat Kebutuhan Pasar dan Kehabisan Dana

Rangkaian Global Market-Fit Programme Indonesia diakhiri melalui Demo Day yang bertepatan dengan program diskusi panel dan speed dating, yaitu IN-Connect: Global Innovation and Technolgy Trend.

Dilaksanakan di XenSpace, Jakarta Selatan, Demo Day mengundang peserta startup Malaysia terpilih melakukan pitching di hadapan para venture capitalist, investor dan penggerak industri Indonesia lainnya.

Diskusi panel mengundang pembicara dari beragam bidang, yaitu Kamalia Aziz selaku Global Innovation Xchange dari MRANTI, Lauren Adams selaku Australian Trade and Investment Commissioner, dan Faye Wongso.

Kumpul.id dan Malaysian Research Accelerator for Technology and Innovation (MRANTI) bekerjasama memberi pengalaman terkait isu, value dan dampak ekosistem startup Indonesia ke startup Malaysia, Minggu (27/11/2022). Kerjasama itu ditandai dengan program kolaborasi Global Market-Fit Programme Indonesia 2022.
Kumpul.id dan Malaysian Research Accelerator for Technology and Innovation (MRANTI) bekerjasama memberi pengalaman terkait isu, value dan dampak ekosistem startup Indonesia ke startup Malaysia, Minggu (27/11/2022). Kerjasama itu ditandai dengan program kolaborasi Global Market-Fit Programme Indonesia 2022. (Dokumentasi Kumpul)

"Industri kita sudah berkembang lebih maju dalam segi teknologi, dan beragam startup (Malaysia) yang hadir di Indonesia dan kami di MRANTI memberi dukungan untuk bisa dapatkan akses pasar lebih luas, tidak hanya di Malaysia," kata Kamalia Aziz.

"Kami sudah bekerjasama dengan KUMPUL selama dua tahun ini untuk memberikan akses ke pasar Indonesia, dan dampak ini yang kami ingin realisasikan secara berkala," lanjutnya.

Terkait perbedaan inovasi pada teknologi yang ada di tiap negara Asia Pasifik, Australia memiliki pasar dan teknologi yang lebih matang.

Baca juga: Dukung Inovasi Energi Bersih, PLN Gelar Program Pengembangan Startup PLN Elevation: Watts Up!

Baca juga: Bangkitkan Ekonomi Digital, Kemenkominfo Gelar Ignition 1000 Startup Digital 2022

Menurut Lauren Adams, ada hal yang bisa diperhatikan untuk mendukung tren teknologi ini untuk terus berkembang di tiap negara, salah satunya adalah peran para penggerak industri di tiap negara.

"Perusahaan-perusahaan besar bisa ambil peran dalam mendukung beragam teknologi yang bermunculan," kata Lauren Adams.

Selain investasi ke inovasi teknologi yang bisa menyelesaikan permasalahan sehari-hari, lanjutnya, juga kepada enterprise dan infrastruktur teknologi modern.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved