Asuransi Kesehatan

Maknai Sumpah Pemuda dengan Kesehatan Tubuh dan Finansial

Gaya hidup masa kini tanpa disadari mengancam kesehatan kita sehingga perlunya asuransi untuk tetap menjaga kesehatan finansial

Istimewa
Head of Digital Channel Sequis, Antonius Tan mengatakan perlunya asuransi kesehatan ditengah gaya hidup perkotaan yang mengancam kesehatan 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Senior Manager Medical Underwriter Sequis dr Fridolin Seto Pandu mengatakan anak muda saat ini perlu memberikan perhatian serius soal gangguan kesehatan karena faktor gaya hidup.

Sebab perkembangan teknologi membuat banyak anak muda enggan bergerak dan semuanya dapat dipesan secara online termasuk segala macam kuliner. Tanpa disadari kebiasaan dan gaya hidup itu mengancam kesehatan kita.

Salah satu cara untuk memperhatikan kesehatan diantaranya bisa dengan cermat menghitung beberapa hal.

Baca juga: Bikin Jakarta Sehat Finansial, OCBC NISP Buka Financial Fitness GYM di Pantai Indah Kapuk

Diantaranya berapa banyak minuman kemasan dikonsumsi dalam seminggu? Berapa gelas air putih yang diminum dalam sehari? Kapan terakhir berolahraga? Bagaimana jam tidur Anda dan apakah rutin melakukan medical checkup?

“Penyakit gaya hidup tergolong Penyakit Tidak Menular (PTM), yakni penyakit yang bukan disebabkan oleh infeksi kuman, virus, bakteri, jamur atau bakteri. PTM ada yang tidak disadari atau kerap disebut penyakit dalam senyap, seperti hipertensi, kolesterol, dan diabetes," kata Fridolin dalam siaran pers yang diterima Wartakotalive.com, Jumat (28/10/2022).

Penderitanya kata Fridolin sering merasa tidak ada keluhan dan hanya gejala ringan sehingga tidak diidentifikasi sebagai penyebab penyakit kritis.

Baca juga: Kinerja Dinilai Punya Prospek Finansial, PT Prodia Widyahusada Raih Penghargaan Saham Terbaik 2022

Pada masa lalu, menurut Fridolon, penyakit diabetes, hipertensi, kolesterol, gagal ginjal, stroke identik mengancam kesehatan mereka yang lanjut usia.

"Namun, sekarang, PTM sangat dekat dengan orang muda," ujarnya.

Fridolin menjelaskan dalam beberapa kasus gangguan kesehatan, gejala ringan dapat meningkat menjadi penyakit kritis, seperti gagal ginjal kronis dan kanker.

Beberapa penyakit kritis, katanya ada yang menunjukkan gejala sistemik dan memberikan rasa tidak nyaman pada tubuh, seperti mual, muntah, sering sakit kepala, sering gatal-gatal, anemia, sulit bernafas, sulit tidur, dan sebagainya.

"Sayangnya, gejala ini sering diabaikan dan tidak segera memeriksakan diri ke dokter. Ada juga yang setelah didiagnosis tapi niat untuk memperbaiki gaya hidup sangat kecil," katanya.

Selain itu kata dia banyak yang berasumsi dengan melakukan pengobatan sendiri.

“Gejala ringan bila dibiarkan bisa berisiko meningkatkan gejala yang lebih parah. Misalnya, bagi penderita gagal ginjal kronis, jika rasa tidak nyaman diabaikan maka gejala lainnya dapat terjadi, seperti susah berkemih, urin berbusa dan berdarah," ujarnya.

Banyaknya kasus PTM yang sudah terjadi pada orang muda dan publik figur, papar Fridolin seharusnya menjadi pelajaran betapa gaya hidup jika kebablasan dapat membawa pada penderitaan seumur hidup bahkan berisiko meninggal dunia.

Halaman
123
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved