Polisi Tembak Polisi
Terungkap, Adik Brigadir J Datangi Rumah di Saguling Sesaat Sebelum Pembantaian, Tapi Diusir
Reza Hutabarat adik Brigadir J sempat datangi rumah Ferdy Sambo di Saguling sesaat sebelum Brigadir J dibantai oleh Ferdy Sambo Cs di Duren Tiga
Penulis: Budi Sam Law Malau | Editor: Budi Sam Law Malau
Pertanyaannya, kata Kamaruddin, mengapa pembantaian menjadi di rumah dinas. "Apakah dibantai dulu di Saguling baru mayatnya dibawa ke Duren Tiga?," kata Kamaruddin.
Karenanya Kamaruddin meyakini bahwa perencanaan pembunuhan yang dilakukan Ferdy Sambo di Duren Tiga sangat terencana.
Baca juga: Penampakan Para Tersangka Obstruction of Justice Kasus Brigadir J, Kompak Pakai Rompi Merah
"Disinilah perencanaannya. Yakni PC (istri Ferdy Sambo-red) mengajak Brigadir J ke rumah Duren Tiga. Kemudian Ferdy Sambo mempersiapkan sarung tangan. Agar ketika saat dia menembak tidak terkena amunisi tangannya untuk supaya tidak ada sidik jari. Itu perencanaan, berarti dia dalam keadaan sadar berencana untuk membunuh atau menghilangkan nyawa orang lain," kata Kamaruddin.
Bahkan, menurut Kamaruddin, diduga Ferdy Sambo memasang peredam di senjata apinya, agar tidak terdengar tetangga ketika menembak Brigadir J.
"Artinya sudah direncanakan dengan sangat matang. Bahkan kalau kita mundur lagi, pengancaman sudah terjadi 19 Juni, kemudian 21 Juni lanjut 7 Juli. Artinya sudah ada perencanaan-perencanaan pembunuhan terhadap Yosua secara matang," ujarnya.
Kamaruddin mengatakan ada kegiatan lain yang tak lazim di rumah Saguling, saat pembantaian terhadap Brigadir J terjadi.
"Ada kegiatan di rumah Saguling yang tidak lazim sore itu. Apa kegiatannya? Seorang satpam atau sekuriti swasta mencuci rumah pada sore hari itu, mencuci sampai dengan banyak air. Dan sejak adik almarhum berkunjung ke rumah Saguling, baru pertama kali kejadian itu, sore-sore rumah dicuci. Ada apa di rumah Saguling sehingga Satpam mencuci rumah itu?," kata Kamaruddin.(bum)