Pilpres 2024

Legislator Nasdem Bilang Usia 21 Tahun Harusnya Bisa Jadi Capres, Asal Jangan Cuma Lulus SMA

Namun menurutnya, penurunan batasan usia itu tidak serta merta semua orang bisa mencalonkan diri menjadi presiden dan wakil presiden.

Editor: Yaspen Martinus
istimewa
Politisi Partai Nasdem Hillary Brigitta Lasut mengatakan, usia minimum pencalonan presiden seharusnya mengikuti ketentuan hukum, yakni selama orang tersebut bisa bertanggung jawab secara hukum atas apa yang diperbuatnya. 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Politisi Partai Nasdem Hillary Brigitta Lasut mengatakan, usia minimum pencalonan presiden seharusnya mengikuti ketentuan hukum, yakni selama orang tersebut bisa bertanggung jawab secara hukum atas apa yang diperbuatnya.

Artinya, anak muda bisa mencalonkan diri menjadi pemimpin negeri.

“Selama hukum bilang dia sudah mampu untuk melakukan tindakan hukum secara cakap dan semua tindakannya pidana perdata."

"Semuanya aturan hukum dia bilang sudah legal sudah bisa dipertanggungjawabkan, berarti dia sudah bisa mencalonkan diri,” katanya dalam diskusi Disposisi oleh Prodewa dan Total Politik bertajuk 'Dilema Pilpres 2024: Presidential Threshold dan Syarat Minimal Usia Capres-Cawapres,' di Jakarta Pusat, Sabtu (1/10/2022).

Namun menurutnya, penurunan batasan usia itu tidak serta merta semua orang bisa mencalonkan diri menjadi presiden dan wakil presiden.

“Tetapi jangan sampai usia 21 aja, lulusan SMA, terus belum ada pengalaman kerja entah dari mana."

Baca juga: Raja OTT KPK Minta Febri dan Rasamala Mundur Bela Ferdy Sambo, Banyak Kasus yang Bisa Ditangani

"Cuma karena dia keturunan dewa, mungkin titisan dari atas dapat Honoris Causa dari mana, terus dia jadi presiden,” tuturnya.

Hillary beralasan, jika hanya dengan latar belakang SMA, maka dikhawatirkan belum cukup kemampuan untuk memimpin negeri.

“Jadi saya pribadi kalau bisa memang 21 ya 21, tapi kalau bisa jangan lulusan SMA."

Baca juga: Putri Candrawathi Ditahan, Kuasa Hukum Keluarga Brigadir Yosua Bersyukur Polisi Tunjukkan Supremasi

"Karena gimana abang-abang mahasiswa di sini mau berdemonstrasi kepada mereka yang tidak pernah jadi mahasiswa.”

“Itu bakal jadi ribet banget urusan,” tuutr anggoat Komisi I DPR tersebut. (Naufal Lanten)

Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved