Berita Jakarta

Oknum Lurah di Jakarta Catut Nama Anies Baswedan Minta Sumbangan Zakat dan PMI

Oknum lurah di Jakarta berani catut nama Gubernur Anies Baswedan dengan meminta sumbangan untuk PMI dan zakat

Istimewa
Ilustrasi -Oknum Lurah di Jakarta mengatasnamankan Gubernur Anies Baswedan untuk minta sumbangan 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Oknum lurah di Jakarta mencatut nama Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat minta sumbangan kepada warga.

Pejabat eselon IV itu berdalih, telah mendapat perintah dari Gubernur Anies untuk mengumpulkan duit sekitar Rp 88 juta untuk zakat dan Rp 55 juta untuk donasi Palang Merah Indonesia (PMI).

Demikian dikatakan anggota Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) DPRD DKI Jakarta, Justin Adrian Untayana.

Pria yang juga menjadi anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta menyoroti adanya oknum lurah yang meminta-minta sumbangan saat warga tengah mengurus dokumen di kantor kelurahan.

Hal itu terungkap saat Justin mendapat aduan dari warga yang sedang mengurus surat keterangan di salah satu kantor kelurahan beberapa waktu lalu.

Baca juga: BKPSDM dan Inspektorat Kota Tangerang Periksa Oknum Lurah yang Lakukan Tindakan Pungli

Mendapat kabar itu, Justin bergegas mendatangi lurah untuk mengklarifikasi kebenarannya.

Kata Justin, lurah mengamini hal itu dan berdalih tindakannya merupakan perintah dari Gubernur DKI.

Justin Adrian Untayana, anggota DPRD DKI Jakarta dari partai PSI untuk periode  2019-2014 ungkap akan mudah beradaptasi, Senin (26/8/2019)
Justin Adrian Untayana, anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PSI  (TribunJakarta/Nur Indah Farrah Audina)

Dia harus mengumpulkan duit untuk kepentingan zakat dan donasi PMI.

Justin sangat menyayangkan fenomena ini, karena pelayan masyarakat dilibatkan untuk mengumpulkan sumbangan.

Dia menyatakan, Pemprov DKI harus menghapus stigma bahwa masyarakat yang mengurus dokumen di instansi pemerintah harus mengeluarkan duit di luar ketentuan yang ada.

Baca juga: Muhammad Taufik: Keuangan Formula E Beda dengan Sumbangan Masjid yang mesti Diumumkan!

“Zaman dulu masyarakat sudah sering menghadapi pungli, jangan lagi sekarang masyarakat ditagihkan sumbangan. Saya khawatir masyarakat akan merasa ini seperti pungli tapi dibungkus dengan judul sumbangan,” kata Justin berdasarkan keterangannya yang dikutip pada Jumat (23/9/2022).

Menurutnya, tugas Lurah sudah cukup berat untuk melayani populasi warga DKI yang sangat besar.

Karena itu, mereka hendaknya tidak dibebankan mencari uang dari masyarakat.

“Ini justru dikhawatirkan mendegradasi citra pelayan publik yang professional,” ucapnya.

Guna menyikapi hal ini, Justin bakal menyurati Gubernur Anies Basewedan secara khusus untuk menanyakan kebenaran perintah atau arahan yang menugaskan lurah mencari sumbangan dan mematok besaran yang harus didapat tersebut.

“Saya tidak menghalang-halangi niat baik siapapun untuk kegiatan sosial, akan tetapi sangat tidak elok bilamana pelayan masyarakat ditugaskan untuk mencari uang bahkan dipasang target pendapatan sumbangan,” katanya. (faf) 


 
 

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved