Formula E

Muhammad Taufik: Keuangan Formula E Beda dengan Sumbangan Masjid yang mesti Diumumkan!

Politisi Partai Gerindra Muhammad Taufik melihat permintaan PDIP dan PSI soal transparani keuangan Formula E sebagai sesuatu yang aneh.

Warta Kota/Anggi Lianda Putri
Politisi Partai Gerindra Muhammad Taufik mengatakan tuntutan fraksi DPDIP dan PSI DPRD DKI soal transparansi keuangan Formula E adalah sesuatu yang aneh, karena BPK yang berwenang memeriksa. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Anggota DPRD DKI Jakarta Muhammad Taufik menilai, laporan keuangan dari turnamen Formula E yang digelar pada 4 Juni 2022 lalu tidak perlu diungkap ke publik.

Soalnya pengelolaan anggaran yang dilakukan PT Jakarta Propertindo (Jakpro) tersebut akan diaduit oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Provinsi DKI Jakarta.

“Sekarang ada nggak kewajiban ungkap kepada publik? Kan sudah ada lembaganya yang mengaudit, yaitu BPK,” ujar Taufik dari Fraksi Gerindra DPRD DKI Jakarta, Kamis (8/9/2022).

Hal itu diungkapkan Taufik, untuk menanggapi koleganya dari Fraksi PDIP dan PSI yang mempertanyakan transparansi pengelolaan keuangan turnamen Formula E.

Dia lalu membandingkan, pengelolaan keuangan Formula E bukan seperti yang ada di masjid, karena kerap diumumkan sebelum pelaksanaan salat Jumat.

“Ukuran transparan apa sih? Memang mesti diobrak-obrak ada aturannya membuka itu. Memang tromol (pengumuman sumbangan) masjid, pendapatannya sekian begitu? Kan sudah ada lembaganya, BPK yang memiliki hak untuk melakukan penilaian atas keuangan pemerintahan,” jelas mantan Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta ini.

Dalam kesempatan itu, Taufik mengapresiasi kehadiran Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang memenuhi panggilan KPK soal Formula E.

Baca juga: Datang Sendirian ke Kantor KPK, Anies Baswedan Ingin Tepis Prasangka Negatif soal Formula E

Hingga kini, Taufik masih beranggapan bahwa KPK akan bersikap objektif dalam menyelidiki dugaan korupsi terhadap laporan tersebut.

“Kan dalam rangka penjelasan, ya nggak apa-apa, bagus dong dipanggil. Kita sudah melihat semua secara kasat mata, bahwa penyelenggaraan itu sukses," ujarnya.

"Saya melihat bahwa KPK perlu memanggil Pak Anies dalam rangka penjelasan supaya lebih terang, KPK pasti objektif dan kita nggak boleh suuzon (berburuk sangka),” imbuhnya.

Baca juga: Gilbert Simanjuntak Minta Anies Baswedan Beri Penjelasan Pengelolaan Keuangan Pelaksanaan Formula E

Diberitakan sebelumnya, Fraksi PDI Perjuangan DPRD DKI Jakarta menagih laporan pertanggungjawaban turnamen Formula E yang digelar pada 4 Juni 2022 lalu.

Beberapa bulan setelah acara itu digelar, pihak pelaksana turnamen yaitu PT Jakarta Propertindo (Jakpro) tidak kunjung memberikan laporan keuangan terkait acara tersebut.

Wakil Sekretaris Fraksi PDI Perjuangan DPRD DKI Jakarta Wa Ode Herlina mengatakan, PT Jakpro tidak menjelaskan pengeluaran anggaran untuk Formula E saat rapat Pertanggungjawaban Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (P2APBD) tahun 2021 beberapa waktu lalu.

Bahkan, kata dia, Direktur Utama PT Jakpro Widi Amanasto juga tidak menjelaskan laporan keuangan secara transparan.

Anies Baswedan memenuhi panggilan KPK untuk diperiksa terkait dugaan penyelewengan dana anggaran Formula E, Rabu (7/9/2022). Ia tiba sambil mengacungkan jempolnya ke awak media.
Anies Baswedan memenuhi panggilan KPK untuk diperiksa terkait dugaan penyelewengan dana anggaran Formula E, Rabu (7/9/2022). Ia tiba sambil mengacungkan jempolnya ke awak media. (Warta Kota/ Indri Fahra Febrina)

“Saat ini penyelenggaraan Formula E sudah selesai dilaksanakan, tapi tidak ada laporan keuangan, rugi/laba kepada kami,” ujar Wa Ode saat rapat paripurna penyampaian laporan hasil pembahasan Banggar terhadap Raperda tentang P2APBD tahun 2021 pada Selasa (6/9/2022).

Seperti diketahui, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memenuhi undangan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk menjalani pemeriksaan terkait penyelenggaraan Formula E Jakarta. Anies tiba sekitar pukul 09.26 WIB.

Dia yang berseragam dinas kemeja putih itu langsung masuk ke dalam gedung dan hanya melemparkan senyum sambil mengucapkan terima kasih ke arah wartawan.

Anies mengatakan, kedatangannya ke KPK untuk membaurkan kemajuan dan gagasan penyelenggaraan Formula E.

“Ini adalah upaya membaurkan kemajuan dan gagasan soal formula E, agar KPK dapat mendudukannya dalam sistem hukum dan pertanggungjawaban sebuah kebijakan,” kata Anies di Gedung KPK, Jakarta Selatan pada Rabu (7/9/2022).

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved