KPK Siap Fasilitasi Lukas Enembe Berobat Jika Sudah Berstatus Tahanan, tapi Tak ke Luar Negeri

Wakil Ketua KPK Alexander Marwata mengatakan, pihaknya siap memfasilitasi keperluan Lukas Enembe, setelah menjadi tahanan.

Editor: Yaspen Martinus
KOMPAS.com/Ihsanuddin
Gubernur Papua Lukas Enembe harus memendam keinginannya berobat ke luar negeri, karena dicekal oleh Ditjen Imigrasi atas permintaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Gubernur Papua Lukas Enembe harus memendam keinginannya berobat ke luar negeri, karena dicekal oleh Ditjen Imigrasi atas permintaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Wakil Ketua KPK Alexander Marwata mengatakan, pihaknya siap memfasilitasi keperluan Lukas Enembe, setelah menjadi tahanan.

"Kami sebenarnya bisa memfasilitasi yang bersangkutan, tapi ya itu tadi, statusnya harus jadi tahanan KPK," kata Alexander saat konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (14/9/2022).

Jika Lukas Enembe mau menjalani pengobatan, KPK akan berkoordinasi dengan pihak dokter Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) atau RSCM.

Namun, kata Alex, pengobatan itu tidak harus di luar negeri, melainkan bisa dilakukan di Indonesia.

Sebab, Alex meyakini dokter di Indonesia mampu memberikan perawatan untuk Lukas Enembe.

Baca juga: Bilang TNI Seperti Gerombolan, MKD Besok Panggil Effendi Simbolon

"Saya yakin, Indonesia tidak kekurangan dokter yang hebat yang bisa mendeteksi penyakit."

"Ketika penyakitnya bisa diobati di Indonesia, kenapa harus ke luar negeri?" Papar Alex.

Namun jika dokter di Indonesia tak sanggup, bakal dikeluarkan rekomendasi untuk berobat ke luar negeri.

Baca juga: UPDATE Covid-19 Indonesia 14 September 2022: 21 Pasien Meninggal, 3.938 Orang Sembuh, 2.799 Positif

"Ini pasti kita fasilitasi, tentu kita akan mengawal yang bersangkutan ya. Kami tetap menghormati hak asasi tiap tahanan yang kami tahan. Kami menghormati hak-hak tersangka yang kami tahan," bebernya.

Atas hal itu, Alex memastikan dengan penetapan Lukas Enembe sebagai tersangka, maka kebutuhan yang bersangkutan tidak akan terabaikan.

Bahkan jika memang harus dirawat inap, KPK akan melakukan pembantaran ke rumah sakit.

Baca juga: Mahfud MD Sebut Identitas Hacker Bjorka Teridentifikasi, Polri Bilang Tim Gabungan Masih Bekerja

"Jadi enggak perlu khawatir setelah penetapan tersangka dan ditahan akan terlantar."

"Ya kalau perlu kita bantarkan kalau yang bersangkutan dilakukan rawat inap. Ini hak tersangka yang perlu kami sampaikan," terang Alex.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved