Breaking News:

Formula E

KPK Pastikan Belum Ada Tersangka di Kasus Dugaan Korupsi Formula E Jakarta 2022

Pernyataan itu sekaligus merespons isu Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan telah ditetapkan sebagai tersangka.

Editor: Yaspen Martinus
fiaformulae.com
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) belum menetapkan tersangka dalam kasus dugaan korupsi penyelenggaraan balapan mobil listrik alias Formula E di Jakarta. 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) belum menetapkan tersangka dalam kasus dugaan korupsi penyelenggaraan balapan mobil listrik alias Formula E di Jakarta.

Pernyataan itu sekaligus merespons isu Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan telah ditetapkan sebagai tersangka.

Bahkan, kata Wakil Ketua KPK Alexander Marawata, belum ada peningkatan proses perkara dari penyelidikan ke penyidikan.

Baca juga: Bilang TNI Seperti Gerombolan, MKD Besok Panggil Effendi Simbolon

"Tidak benar, jadi belum ada penetapan tersangka atau peningkatan status dari proses penyelidikan ke penyidikan untuk kasus Formula E," kata Alexander saat jumpa pers di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (14/9/2022).

Alex menegaskan, sejauh ini belum ada pihak manapun yang ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK dalam kasus dugaan korupsi penyelenggaraan Formula E.

Diperiksa 11 Jam Soal Formula E, Anies Baswedan: Senang Sekali Bisa Kembali Membantu KPK

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sama sekali tidak membahas soal dugaan kasus korupsi di penyelenggaraan balapan Formula E, usai diperiksa KPK, Rabu (7/9/2022) malam.

Anies Baswedan diklarifikasi KPK soal penyelidikan dugaan korupsi dalam penyelenggaran ajang Jakarta E-Prix 2022 atau Formula E di DKI Jakarta.

Namun, saat menyampaikan keterangan kepada awak media, Anies Baswedan sama sekali tidak membahas kasus yang sedang diselidiki KPK itu.

Ia hanya bicara terkait usahanya membantu KPK dalam menjalankan tugas.

"Gini, saya ingin sampaikan senang sekali bisa kembali membantu KPK dalam menjalankan tugasnya."

"Kami selalu berusaha untuk bisa membantu KPK, bahkan sebelum ketika bertugas di pemerintahan," ucap Anies di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan.

Baca juga: Putri Candrawathi Tak Ditahan, Deolipa Surati Kapolri Minta Kabareskrim dan Dirtipidum Dicopot

Anies kemudian bercerita ketika bertugas di kampus, pihaknya selalu menjadikan mata kuliah antikorupsi sebagai mata kuliah wajib.

"Ketika kami bertugas di kampus, kami menjadikan mata kuliah antikorupsi menjadi mata kuliah wajib, dan satu-satunya kampus yang menjadikan itu mata kuliah wajib," tutur bekas Rektor Universitas Paramadina itu.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved