Minggu, 7 Juni 2026

Polisi Tembak Polisi

Kata Pengacara, ‘Tangan’ Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi Bersih dari Darah Brigadir J

Pengacara keluarga Ferdy Sambo, Arman Hanis, tak terima kliennya disebut turut menembak almarhum Brigadir J.

Tayang:
Editor: Valentino Verry
Capture video
Arman Hanis, pengacara Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi, meluruskan opini yang berkembang bahwa klienny aturut menembak almarhum Brigadir J. Menurutnya, itu tak benar. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Arman Hanis, pengacara keluarga Ferdy Sambo, meluruskan opini yang berkembang di masyarakat bahwa kliennya sadis.

Menurut Arman, saat eksekusi almarhum Brigadir J, Ferdy Sambo tak ikut menembak.

Bahkan, Arman mengatakan laporan Komnas HAM salah, yang menyatakan istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi ikut menembak.

Menurut Arman, dalam rekonstruksi pembunuhan Brigadir J, terlihat jelas bahwa kedua kliennya tak melakukan penembakan.

Keterangan tersangka dan alat bukti yang ada juga tidak menyebut Putri Candrawathi ikut menembak Brigadir J.

Bantahan tersebut disampaikan Arman menanggapi pernyataan Komnas HAM bahwa Putri juga melakukan penembakan kepada Brigadir J di rumah dinas Ferdy Sambo di Duren Tiga, Jakarta Selatan.

"Kami jelas membantah dugaan tersebut," ujar Arman dikutip dari Kompas.com, Minggu (11/9/2022).

Arman menegaskan bahwa terpampang jelas dalam rekonstruksi pembunuhan Brigadir J bahwa Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi tak melakukan penembakan.

Baca juga: Putri Candrawathi Tidak Ditahan, Kamaruddin Sebut Ada Persekongkolan Komisi III dan Polri

Selain itu, keterangan tersangka dan alat bukti yang ada juga tidak menyebut Putri Candrawathi ikut menembak Brigadir J.

"Hal itu juga jelas terlihat pada saat rekonstruksi," ujarnya.

"Klien kami atau Pak FS juga tidak menembak," lanjut Arman.

Meskipun berdasarkan video animasi resmi Polri, Sambo ditampilkan menembak Brigadir J usai Bharada Richard Eliezer alias Bharada E.

Baca juga: Naikkan Laporan Palsu Pelecehan Putri Candrawathi ke Penyidikan, AKBP Jerry Raymond Siagian Dipecat

Kesaksian Bharada E 

Bharada E alias Richard Eliezer mengungkap orang terakhir menembak Brigadir J alias Nofriansyah Yosua Hutabarat adalah Ferdy Sambo.

Kesaksian Bharada E itu disampaikan saat menjalani pemeriksaan uji kebohongan menggunkan lie detector atau alat pendeteksi kebohongan.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved