Polisi Tembak Polisi

Putri Candrawathi Tidak Ditahan, Kamaruddin Sebut Ada Persekongkolan Komisi III dan Polri

Kuasa hukum keluarga Brigadir J, Kamaruddin Simanjuntak menuding ada persekongkolan Polri dengan Komisi III yang membuat Putri Candrawathi tak ditahan

YouTube Kompas TV
Kuasa hukum Brigadir J, Kamaruddin Simanjuntak menyesalkan tidak ditahannya Putri Candrawathi, istri Irjen Ferdy Sambo, yang sudah ditetapkan menjadi tersangka pembunuhan berencana terhadap Brigadir J. Menurut Kamaruddin hal itu akibat persekongkolan antara Komisi III DPR dengan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Kuasa hukum keluarga Brigadir Yosua Hutabarat atau Brigadir J, Kamaruddin Simanjuntak menyesalkan tidak ditahannya Putri Candrawathi, istri Irjen Ferdy Sambo, yang sudah ditetapkan menjadi tersangka pembunuhan berencana terhadap Brigadir J.

Alasan Polri tidak menahan Putri Candrawathi adalah karena alasan kemanusiaan dimana Putri masih memiliki anak yang berusia 1,5 tahun atau balita.

Menurut Kamaruddin alasan kemanusiaan sangat klise. Karena banyak perempuan atau wanita lain yang juga tersangka dan hanya kasus pidana tidak berat dan memiliki balita tapi tetap ditahan oleh Polri.

"Lah ini membunuh, pembunuhan terencana. Habis itu memberi gratifikasi atau suap, kemudian membuat obstruction of justice, kemudian menyebarkan hoaks atau berita bohong, kok gak ditahan-tahan?. Nah inilah persekongkolan Komisi III DPR dengan Polri. Ini harus kita protes, karena erarti Komisi III ini bukan wakil rakyat, tapi dia wakilnya Putri Candrawathi atau Putri Ferdy Sambo," kata Kamaruddin dalam tayangan di akun YouTube Kompas TV, Sabtu malam.

Menurutnya persekongkolan antara Komisi III DPR dengan Polri yang membuat Putri Candrawathi tidak juga ditahan dan bebas berkeliaran meski telah ditetapkan menjadi pelaku pembunuhan berencana yang ancaman maksimalnya adalah hukuman mati.

"Harusnya ditahan, tetapi mereka menggunakan alasan kemanusiaan. Ya memang tersangka Putri itu manusia, bukan hewan, kan begitu. Jadi kalau dipakai alasan kemanusiaan, maka semua terdakwa dan tersangka itu manusia," katanya.

Baca juga: Satu dari 3 Kapolda yang Diduga Terlibat Kasus Ferdy Sambo, Sempat Temui Kamaruddin Simanjuntak

"Bahkan wanita-wanita lain yang sedang hamil dan baru melahirkan dan yang masih punya bayi, juga tetap ditahan. Kenapa yang lain tidak berlaku alasan kemanusiaan? Maka hukum itu harus berlaku umum, karena salah satu sifatnya begitu," ujar Kamaruddin.

Menurutnya jika Putri, tersangka pembunuhan mendapatkan diskresi tidak ditahan karena alasan kemanusiaan, maka para wanita lain atau ibu-ibu lain yang masih mempunyai anak di bawah 5 tahun, mulai dari Sabang sampai Merauke, harus juga mendapat perlakuan yang sama.

"Tapi kenapa banyak wanita yang hamil tua, sampai melahirkan di penjara? Mengapa alasan kemanusiaan tidak berlaku untuk mereka? Padahal perbuatan pidananya biasanya tidak terlampau berat dan bukan pembunuhan. Mereka biasanya pencurian karena kelaparan, atau ambil ranting pohon dari Perhutani, itu ditahan polisi loh," ujarnya.

Istri Irjen Ferdy Sambo, Putri Candrawathi mengakui bahwa dirinya disuruh untuk memindahkan dugaan peristiwa pelecehan seksual oleh Brigadir J dari Magelang ke Duren Tiga. Pengakuan Putri ini diungkapkannya saat diperiksa Komnas HAM, 20 Agustus 2022 lalu.
Istri Irjen Ferdy Sambo, Putri Candrawathi tidak juga ditahan polisi meski ditetapkan tersangka pembunuhan Brigadir J. Alasan tidak ditahannya karena alasan kemanusiaan dimana Putri masih memiliki balita berusia 1,5 tahun

Baca juga: Kamaruddin: Banyak Tersangka Lagi Hamil Tua Ditahan, Cuma Kan Mereka Duitnya Enggak Banyak

"Lah Putri ini membunuh, pembunuhan terencana. Kok gak ditahan-tahan? Nah inilah persekongkolan Komisi III dengan Polri. Ini harus kita protes," kata Kamaruddin.

Sebab kata Kamaruddin, ini berarti Komisi III bukan wakil rakyat. "Tapi dia wakilnya Putri Candrawathi atau Putri Sambo," ujar Kamaruddin.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo mengatakan, tidak ditahannya Putri Candrawathi dalam kasus ini adalah kewenangan penyidik.

Menurutnya penyidik beranggapan dengan alasan kemanusiaan dan Putri dianggan tidak akan mengacaukan penyidikan serta menghilangkan barang bukti.

"Jadi ini adalah kewenangan dan pertimbangan penyidik. Alasannya adalah kemanusiaan, karena yang bersangkutan masih memiliki anak Balita," katanya.

Baca juga: Pakaian Brigjen Andi Rian Disorot, Anggota Komisi III DPR: Harganya di Bawah 109 Euro, Cuma Sejutaan

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved